Skip to main content

From: "sparpr"

From: "sparpr" <sparpr@libero.it>
Subject: Setiap saat dalam hidup kita
Date: Sun, 16 Feb 2003 11:43:48 +0100

Setiap saat dalam hidup kita, ada sebuah pilihan yang harus diambil:
pilihan untuk hidup atau pilihan melawan kehidupan.
Apakah aku memilih berpikir untuk mengampuni ataukah menuduh seseorang?
Apakah aku memilih mengulurkan tangan ataukah menariknya kembali?
Apakah aku memilih berbagi ataukah menimbun?
Apakah aku memilih menyerah kalah ataukah berpegang teguh?
Apakah aku memilih melukai ataukah menyembuhkan?

Emosi emosi hati kita yang lebih dalam pun adalah soal pilihan itu.
Aku dapat memilih memberi kutuk atau berkat, memilih putus asa atau
berpengharapan, memilih sedih atau gembira, memilih marah atau berdamai.

di tengah carut marutnya kehidupan, kita berharap
"musim semi" akan segera tiba,
semoga hati kita tetap bersemi, untuk membawa percik percik harapan
akan dunia yang lebih baik dan damai kepada sesama.

/sparpr
"Do not walk in front of me, I may not follow you. Do not walk behind me, I may not lead you. Be on my and be a friend to me."

Comments

Popular posts from this blog

[indonesiamembaca] Taman Bacaan Masyarakat

Taman Bacaan Masyarakat Catatan yang tertinggal namun patut untuk disimak. Perjuangan Membangun Budaya Membaca dan Menulis Oleh : Virgina Veryastuti Negeri ini semakin terpuruk setiap harinya, ketika semua yang diinginkan dapat diraih dengan mudah alias serba instant, masyarakat tak lagi menyukai sebuah proses yang membutuhkan waktu lebih lama. Mulai dari pemrosesan makanan hingga budaya belajar dapat dilakukan secara instant. Membuat generasi muda tak lagi mau belajar apalagi membaca, sebuah ancaman serius bagi masa depan sebuah bangsa. Jakarta (21/2) Dalam sebuah acara diskusi pengantar literasi yang bertajuk : Pengalaman Komunitas Basis Membangun Budaya Membaca dan Menulis Berbasis Perpustakaan bertempat di Perpustakaan Diknas, Siti Nuraini ketua harian Family Education Series (FEDus) mengungkapkan bahwa "Wajah anak bangsa saat ini begitu mengkhawatirkan, menurut data diknas tahun 2004-2005, sekitar setengah dari 85 juta jumlah anak Indonesia tidak bersekolah. Dan perin...

‘GLOBALISASI’, NEO-LIBERALISME DAN DORONGAN-DORONGAN KEMUNDURAN EKONOMI KAPITALIS

‘GLOBALISASI’, NEO-LIBERALISME DAN DORONGAN-DORONGAN KEMUNDURAN EKONOMI KAPITALIS Oleh : Doug Lorimer Hal yang digembar-gemborkan para ekonom, sosiolog, para guru manajemen, wartawan dan politisi borjuis semua tipe bahwa kita saat ini hidup dalam era sejarah baru dimana ekonomi nasional, budaya nasional dan batas-batas kenegaraan sudah kehilangan makna dan luntur oleh sebuah proses “globalisasi” yang cepat dan baru. Sentral diskursus mutakhir ini adalah klaim bahwa sebuah “ekonomi yang benar-benar global” telah muncul atau sedang muncul dimana keyakinan kebijakan ekonomi dan negara dengan demikian tidak relevan. Ekonomi dunia sekarang didominasi oleh korporasi-korporasi yang telah meng-internasionalisasikan aktivitas mereka untuk semacam perluasan, bahwa pembawa produksi dan penjualan ke begitu banyak negara, bahwa mereka tak punya kesetiaan terhadap suatu negara-bangsa khusus dan akan menempatkan investasi dan operasi mereka dimanapun dalam pasar “global” dimana mereka mendapat...