<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396</id><updated>2011-12-18T22:21:25.886+07:00</updated><title type='text'>lintas-batas</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-130910637032528926</id><published>2007-03-09T17:06:00.000+07:00</published><updated>2007-05-17T18:46:09.167+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ALANIS MORISSETTE - Ironic &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An old man turned ninety-eight&lt;br /&gt;He won the lottery and died the next day&lt;br /&gt;It's a black fly in your Chardonnay&lt;br /&gt;It's a death row pardon two minutes too late&lt;br /&gt;Isn't it ironic... don't you think&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(chorus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's like rain on your wedding day&lt;br /&gt;It's a free ride when you've already paid&lt;br /&gt;It's the good advice that you just didn't take&lt;br /&gt;And who would've thought it figures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Play It Safe was afraid to fly&lt;br /&gt;He packed his suitcase and kissed his kids good-bye&lt;br /&gt;He waited his whole damn life to take that flight&lt;br /&gt;And as the plane crashed down he thought&lt;br /&gt;"Well, isn't this nice."&lt;br /&gt;And isn't it ironic ... don't you think&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's like rain on your wedding day&lt;br /&gt;It's a free ride when you've already paid&lt;br /&gt;It's the good advice that you just didn't take&lt;br /&gt;And who would've thought it figures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well life has a funny way of sneaking up on you&lt;br /&gt;When you think everything's okay and everything's going right&lt;br /&gt;And life has a funny way of helping you out when&lt;br /&gt;You think everything's gone wrong and everything blows up&lt;br /&gt;In your face&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A traffic jam when you're already late&lt;br /&gt;A no-smoking sign on your cigarette break&lt;br /&gt;It's like 10,000 spoons when all you need is a knife&lt;br /&gt;It's meeting the man of my dreams&lt;br /&gt;And then meeting his beautiful wife&lt;br /&gt;And isn't it ironic... don't you think&lt;br /&gt;A little too ironic.. and yeah I really do think...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's like rain on your wedding day&lt;br /&gt;It's a free ride when you've already paid&lt;br /&gt;It's the good advice that you just didn't take&lt;br /&gt;And who would've thought it figures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well life has a funny way of sneaking up on you&lt;br /&gt;And life has a funny, funny way of helping you out&lt;br /&gt;Helping you out&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-130910637032528926?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/130910637032528926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=130910637032528926&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/130910637032528926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/130910637032528926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2007/03/alanis-morissette-ironic-old-man-turned.html' title=''/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-4686996556290965858</id><published>2007-03-09T14:11:00.000+07:00</published><updated>2007-03-09T14:21:38.087+07:00</updated><title type='text'>[indonesiamembaca] Taman Bacaan Masyarakat</title><content type='html'>Taman Bacaan Masyarakat Catatan yang tertinggal namun patut untuk disimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjuangan Membangun Budaya Membaca dan Menulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Virgina Veryastuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini semakin terpuruk setiap harinya, ketika semua yang diinginkan dapat diraih dengan mudah alias serba instant, masyarakat tak lagi menyukai sebuah proses yang membutuhkan waktu lebih lama. Mulai dari pemrosesan makanan hingga budaya belajar dapat dilakukan secara instant. Membuat generasi muda tak lagi mau belajar apalagi membaca, sebuah ancaman serius bagi masa depan sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jakarta (21/2) Dalam sebuah acara diskusi pengantar literasi yang bertajuk : Pengalaman Komunitas Basis Membangun Budaya Membaca dan Menulis Berbasis Perpustakaan bertempat di Perpustakaan Diknas, Siti Nuraini ketua harian Family Education Series (FEDus) mengungkapkan bahwa "Wajah anak bangsa saat ini begitu mengkhawatirkan, menurut data diknas tahun 2004-2005, sekitar setengah dari 85 juta jumlah anak Indonesia tidak bersekolah. Dan peringkat pendidikan menurut Human Deviasi Index termasuk dalam nomor urut 112 dari 157 negara dan anak-anak tidak memiliki pemahaman apa yang mereka baca" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh anak-anak saat ini memiliki sifat senang membentak, &lt;br /&gt;mampu melawan, menyukai hal-hal instant, tidak peduli terhadap orang&lt;br /&gt;lain dan yang mencemaskan adalah mereka tidak menyukai sebuah proses.&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan karena banyak orang tua yang juga suka membentak di rumah, dan sebagian besar dari orang tua tersebut mempunyai anak usia 7 tahun. Usia dimana anak-anak mulai belajar untuk mengikuti kebiasaan yang mereka pelajari dilingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena hal tersebut diatas dibutuhkan orangtua yang smart, orangtua yang mampu bertindak sebagai guru yang cerdas, teman yang mengetahui perkembangan lingkungan, pemimpin di rumah dan orang tua yang konsisten dan disiplin. Hal ini diperlukan agar anak dapat memiliki bekal yang baik bagi masa depannya." jelas ibu Nur lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta tersebut menjadi salah satu pendorong timbulnya perpustakaan- perpustakaan atau taman-taman baca masyarakat berbasis komunitas. Sebuah upaya menyelamatkan bangsa dengan meningkatkan budaya membaca dan menulis untuk anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang yang peduli akan masa depan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan Julianto, sebagai salah seorang penggerak Rumah Pelangi dari Dusun Kadirejo, Muntilan, Jogjakarta, melakukan beragam aktifitas untuk anak-anak di daerahnya. Kegiatan mulai dari membaca, menulis, observasi, membuat peta lingkungan hingga kreativitas yang sangat diminati oleh anak-anak disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Soimah dari Taman Baca Mutiara Ilmu. Dua tahun lalu, ia membangun taman baca di tempat tinggalnya didaerah Bekasi dengan biaya sendiri. Tempat tinggal yang luasnya terbatas bukan halangan baginya untuk memberikan sarana bagi anak untuk membaca dan berkreatifitas, dengan tenda sederhana di depan rumah dan beberapa kursi plastik menjadikan kegiatan membaca lebih asyik dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muak dengan keadaan saat ini, pembudayaan doktrinisasi orang tua yang membatasi anak untuk melakukan hal-hal yang diinginkan, menjadi salah satu alasan untuk membuat taman baca dalam bentuk sanggar di lingkungan perkampungan 'grass root' dilakukan oleh Robi Maulana dan teman-temannya dari Sanggar Belajar Miskin Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi masyarakat yang susah untuk mencari makan bagi keluarganya sendiri, menjadi salah satu penyebab utama mengapa budaya baca/belajar di tingkatan "Grass Root" sulit dilakukan. Para orangtua lebih mementingkan anak dapat membantu mereka mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari daripada belajar dan membaca. Bersama teman-temannya, Robi dengan sabar mengajak dan mendekati para orangtua untuk terus meminimalisir anak-anak yang turun kembali ke jalan mengajak mereka untuk membaca dan belajar di sanggar, sehingga cita-cita mereka agar jangan ada anak kecil di jalanan menjadi kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Sanggar Belajar Miskin Kota tak hanya sebagai tempat untuk belajar namun juga berkembang sebagai tempat pengaduan dari para orang tua yang anaknya belajar di sanggar tersebut. Kesulitan-kesulitan mengenai ketidakmampuan orangtua untuk membiayai pendidikan anaknya membuat Robi dan teman-temannya membuat tim advokasi pendidikan yang bertugas untuk menangani masalah-masalah seperti ini. Sudah puluhan anak-anak miskin kota yang terbantukan dengan adanya tim advokasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya belajar membaca dan menulis, mereka juga berkesenian. Pembuatan street performance untuk masyarakat yang dilakukan di daerah perkampungan menjadi salah satu ajang menarik tersendiri bagi masyarakat. Menurut Robi, berkesenian tidak hanya untuk masyarakat tertentu, masyarakat miskin pun berhak untuk berkesenian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ganda Purnama, seorang bapak yang mengawali taman bacanya dari sebuah keprihatinannya di tahun 2001 ketika beliau sering menemui anak-anak penggembala kambing di dekat perumahannya sedang berebut majalah hingga berkelahi. Peristiwa tersebut menjadikan titik awal beliau terjun ke dunia taman bacaan. Mencoba mengenal masyarakat sekitarnya lebih baik, meminjamkan buku anak-anaknya kepada mereka menjadi satu triger untuk mencerdaskan dan memberikan wawasan yang luas untuk masyarakat sekitarnya yang ternyata hampir 99% tidak mengetahui tanggal lahir anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan didukung oleh keluarga dan masyarakat setempat, pak Ganda bekerjasama dengan Wacana berhasil mendirikan sebuah taman baca bernama Perahu Baca. Sebuah perahu yang berlayar di lautan ilmu dan menjadi wadah bagi orang-orang yang berlayar dalam perahu tersebut itu untuk terus menggali dan mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan dan cita-cita yang luhur tanpa pamrih dalam mencerdaskan &lt;br /&gt;anak bangsa ternyata bukanlah hal yang mudah dan tanpa halangan. Para pembicara dalam diskusi tersebut semuanya memiliki banyak tantangan dan benturan dengan masyarakat sekitar dimana mereka mencoba membuat taman baca untuk anak-anak. Mulai dari sindiran yang berhubungan dengan pribadi hingga tuduhan menjadi misionaris atau unsur-unsur sara lainnya adalah tantangan-tantangan yang harus mereka lalui. Ancaman baik melalui sms atau secara langsung pun kerap mereka dapati. Melakukan hal-hal baik untuk masyarakat tak selamanya mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung mereka bukanlah orang-orang yang pantang menyerah, orang-orang terpilih yang mempunyai semangat dan pengabdian tinggi untuk masyarakat. Pahlawan sebenarnya yang tak pernah terucapkan dalam pidato-pidato kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan mendekati masyarakat dengan cara bersahabat, mengenal mereka dengan lebih baik, bahkan saya tidak jarang sampai menginap dirumah masyarakat hanya untuk lebih mengenal mereka dan kebiasaan-kebiasaan nya" Ujar pak Ganda mengenai kiatnya mengatasi rintangan-rintangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bergandengan tangan, tetap konsisten, dan membuka wawasan adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam pendirian taman baca" Ibu Nur menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan Taman Bacaan Masyarakat oleh sebuah komunitas maupun perseorangan berbasis perpustakaan adalah sebuah perjuangan panjang dalam upaya membangun budaya membaca dan menulis di masyarakat.&lt;br /&gt;Sebelum menjadikannya sebuah budaya, banyak tahapan-tahapan perjuangan yang harus dilalui, mengenalkan pentingnya membaca kepada masyarakat, membuat masyarakat untuk mencintai bacaan, membuka wawasan hingga menjadikannya sebuah budaya yang melekat erat dalam masyarakat. Sebuah perjuangan panjang merubah budaya 'pembodohan' dalam masyarakat saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Membaca dan dihadiri oleh berbagai macam komunitas dan taman bacaan masyarakat ini memang menjadi sebuah ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi semua orang yang memiliki keinginan yang sama. Keinginan untuk membuat taman bacaan atau hal-hal sejenis lainnya agar bangsa ini menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang adalah guru dan semua tempat adalah tempat belajar, sebuah kutipan yang dipegang teguh oleh sanggar Belajar Rakyat Miskin Kota ini agaknya bisa dipegang oleh semuanya. Dengan berbagi ilmu dan pengalaman kita bisa menjadi guru bagi satu sama lain dan tempat dimanapun kita berbagi adalah tempat kita untuk belajar. Tetap semangat! [v]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-4686996556290965858?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/4686996556290965858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=4686996556290965858&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/4686996556290965858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/4686996556290965858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2007/03/indonesiamembaca-taman-bacaan.html' title='[indonesiamembaca] Taman Bacaan Masyarakat'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-3820163799691927053</id><published>2007-02-09T18:53:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T18:20:25.005+07:00</updated><title type='text'>zODIAK vs KINERJA</title><content type='html'>Mengupas kata Zodiak tentang kinerja anda. Apakah anda tipe pekerja keras, tipe pemalas ataukah anda seorang yang pandai bernegosiasi? &lt;br /&gt;Temukan siapa dan bagaimana diri anda dalam artikel berikut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI ARIES &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Aries adalah pemecah masalah yang baik. Mereka cenderung ingin berada di lapangan dan menangani berbagai bidang pekerjaan dan memperbaiki berbagai permasalahan. Mereka tidak akan senang bekerja di belakang meja dalam jadwal penuh mulai jam 9 sampai jam 5 sore. Pegawai Aries yang kebosanan, yang dipaksa untuk tetap fokus dalam suatu lubang kecil akan cenderung resah, uring-uringan, dan ceroboh. Gaji sebesar apapun tidak akan mampu membujuk mereka untuk tetap bekerja dalam jadwal rutin. Uang, ternyata, bukanlah alasan mengapa mereka mau bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak ingin dibayar dengan gaji tinggi dan mereka bukanlah orang yang butuh status tinggi untuk memuaskan kecenderungan kompetitif mereka, tetapi yang lebih penting adalah, mereka akan sangat bahagia untuk menerima tantangan proyek baru. Secara tipikal, mereka adalah orang yang memiliki perasaan tanggung jawab tinggi dan membutuhkan perasaan bahwa mereka dibutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai gantinya, mereka akan memberikan semua usaha mereka dan akan menunjukkan unjuk kerja yang detil dan konsisten. Mereka akan benar-benar bekerja sampai mereka kecapaian untuk membuktikan kemampuan mereka. Jika rekan kerja anda seorang Aries, maka sebaiknya anda memberi mereka kesempatan untuk bekerja secara mandiri demi menjaga agar mereka tetap produktif dan bahagia. Anda bisa juga membiarkan mereka membantu anda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI TAURUS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taurus adalah satu diantara sekian pekerja terhandal. Mereka setia, pekerja keras, dan tidak banyak tingkah. Cara mereka bekerja sangat metodologis dan mengikuti perkembangan proyek sampai proyek tersebut selesai. Beberapa akan nampak bekerja sangat lamban. Namun ini biasanya karena mereka sangat berhati-hati. Mereka akan selalu menyelesaikan apa yang mereka mulai. Mereka sangat mengharapkan untuk beker! ja dalam struktur, jadwal, dan rutinitas yang baik. Anda akan dapat menemukan bahwa mereka mampu melakukan hal yang sama setiap hari setiap waktu yang sama. Tetapi orang Taurus tidak mudah dikendalikan, sebagaimana nampaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka bekerja dalam kondisi yang kacau, mereka tidak akan suka, dan akan cenderung gampang mengomel dan menjadi keras kepala. Mereka mungkin juga akan bertindak sama jika mereka harus bekerja diantara orang-orang yang cuek atau suatu pekerjaan yang jelas-jelas tidak memiliki kesempatan untuk berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Taurus tidak akan suka jika mereka tidak melihat adanya tangga untuk didaki. Bahkan dalam kondisi terburuk pun, mereka akan menemukan jalan untuk berkembang secara perlahan, memenangkan hati orang yang paling sulit, dan mereka yang menghalangi jalan perkembangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja Taurus akan menerima perintah dengan sabar dan gembira sampai akhirnya mereka menyadari bahwa mereka sedang dimanfaatkan. Mereka akan mau menerima perintah apapun, dan mau mengerjakan pekerjaan kotor apapun, tetapi mereka mengharapkan adanya balas jasa. Mereka mengharapkan balas jasa material, kenaikan gaji, dan kemungkinan kekuasaan yang lebih besar. Untuk membuat para Taurus tetap betah bekerja, pastikanlah bahwa mereka menangani proyek yang membuat mereka bisa melihat hasilnya dengan nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya sesuatu yang mampu membuat mereka mengekspresikan kreatifitas mereka yang unik sebagai tambahan atas sisi diri mereka yang praktis. Mereka tidak suka terperangkap dalam detil suatu pekerjaan dalam waktu yang lama. Pastikan bahwa anda memiliki jadwal pasti untuk menilai unjuk kerja dan gaji. Penghargaan ini akan membuat mereka tetap setia kepada perusahaan.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI GEMINI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Gemini cenderung sulit untuk berkonsentrasi pada satu pekerjaan dalam jangka waktu panjang. Mereka memiliki pemikiran yang selalu bergerak dan suka untuk membicarakan ide mereka dengan orang lain. Mereka mengharapkan interaksi sosial bahkan walaupun pekerjaan mereka tidak mendukung hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat dengan mudah menemui mereka menyebar gosip diberbagai sudut kantor. Mereka dapat menjadi orang yang mampu membujuk dengan sangat baik dan merupakan sales atau mediator ideal. Mereka suka bernegosiasi dan dapat mencari solusi yang paling pas bagi semua orang yang terlibat dalam negosiasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka mendapat stimulasi yang tepat, mereka akan cenderung mampu memfokuskan diri dan bahkan cukup produktif. Jika mereka bosan, atau terbebani dengan pekerjaan yang detil, atau terpaksa untuk bekerja dengan orang yang mereka anggap membosankan, merka dapat segera menjadi jahat dan cenderung penuh gosip. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mood mereka dapat berubah dengan luar biasa cepat, sebagaimana juga dengan produktivitas mereka. Memaksa mereka bekerja dalam jadwal dan lingkungan yang biasa saja adal! ah tindakan yang berlawanan dengan sifat alami mereka. Mereka lebih suka ber'jalan-jalan'. Jika mereka berada di kantor, mereka membutuhkan stimulasi terus-menerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang Gemini akan berusaha berkembang juga mereka melihat bahwa inilah satu-satunya cara untuk membuka batasan dalam pekerjaan mereka. Hal ini dapat memotivasi mereka untuk 'memaksa' mereka bekerja ekstra keras. Jika anda bekerja dengan orang Gemini, usahakanlah untuk menghindari berdebat dengan mereka, mereka akan cenderung menang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkadang hal ini akan meninggalkan 'bekas' di hati anda. Mereka membutuhkan lingkungan kerja yang menerima mereka yang mampu mendukung mereka untuk melakukan 'multi tasking'  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI CANCER &lt;br /&gt;Pegawai Cancer tidak membutuhkan pekerjaan untuk memberi makan 'ego' mereka, pekerjaan bagi mereka adalah pekerjaan, dan itulah jalan bagi mereka untuk mendapat uang. Mereka bekerja dengan sangat stabil dan umumnya sangat dapat diandalkan. Anda sangat dapat mengandalkan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah ketepatan waktu dan dalam melakukan apapun yang perlu. Mereka tidak tertarik terlibat dalam perebutan kekuasaan atau mereka juga tidak akan marah jika ada orang lain yang maju mendahului dia. Mereka mampu menerima semua situasi, karena mereka melihat hal ini sebagai suatu pijakan dalam susunan tangga. Motivasi mereka adalah rasa aman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka akan meminta gaji lebih tinggi, semakin lama mereka berada dalam perusahaan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ingin menjadi perlu kuatir untuk memenuhi kebutuhan mereka besok, maka mereka menginginkan posisi yang stabil dengan resiko yang tidak tinggi. Para pegawai Cancer ini terkadang dapat memasuki saat-saat gelap mereka. Dalam saat-saat ini, umumnya produktifitas menurun, sebagaimana juga semua orang di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mood mereka dapat menjadi sangat kuat, sehingga mempengaruhi banyak orang. Untuk menghindari hal ini, para manajer ! dan rekan kerja sebaiknya membuat kantor terasa senyaman dan seramah mungkin. Jangan pernah memaksa mereka mengungkapkan pemikiran mereka yang paling dalam, karena kecenderungan mereka adalah untuk bersikap rahasia dan protektif. Usaha kita untuk membuka pribadi mereka dapat diartikan sebagai usaha untuk mengganggu rasa aman mereka.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI LEO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Leo ingin tampil sebagai orang yang 'paling' di kantor. Bahkan jika mereka tidak mampu memimpin, maka mereka akan cenderung mencari segala kesempatan untuk meningkatkan status mereka, dan jika seseorang berada didepan mereka, waspadalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan menunjukkan ketidak sukaan mereka dengan terus menerus cemberut dan mengeluh. Mereka butuh peningkatan sampai mereka mau untuk menerima tanggung jawab lebih dan membawa beban lebih daripada semua orang di kantor. Mereka juga orang yang suka mempromosikan diri sendiri. Mereka sangat cenderung untuk mengatakan kepada semua orang bahwa betapa hebatnya pekerjaan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga suka sekali untuk memberikan nasihat-nasihat walaupun tidak diinginkan. Mereka tahu bahwa mereka superior, dan menginginkan agar semua orang tahu akan hal ini. Kesombongan mereka dapat menyebabkan masalah pada saat bekerja dengan atasan. Secara tipikal, mereka hanyalah pekerja keras yang ingin menunjukkan kepada semua orang siapa diri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cenderung hebat di posisi sales, posisi dimana mereka dapat mempromosikan produk atau perusahaan, sebagaimana mereka mampu mempromosikan diri sendiri. Kekuatan dan kesombongan mereka juga bukan cuman sekedar tontonan. Dalam posisi kritis, Loe cenderung mampu menunjukkan keberanian mereka. Leo ingin memimpin dan akan selalu mendorong untuk mendapat tanggung jawab dan penghargaan lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka suka melatih dan membimbing rekan kerja baru, sebagaimana mereka suka memberi nasihat dan berada dalam posisi berkuasa. Jika anda berusaha mengatur pegawai Leo, anda akan membutuhkan banyak pujian, tanggung jawab, dan kebebasan untuk diberikan kepada mereka. Hanya, anda perlu berhati-hati, jangan sampai akhirnya dia mengambil alih pekerjaan anda.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI VIRGO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi yang tepat, Virgo akan suka bekerja. Mereka akan dapat menjadi pegawai ideal, dengan bahagia mau bekerja sampai malam dan memastikan semuanya berjalan sempurna. Jika anda mencari pegawai yang tidak keberatan untuk memulai segala sesuatunya dari posisi terendah, maka carilah pegawai Virgo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak akan pernah mengeluh mengenai posisi. Mereka merasa cukup dengan pekerjaan dasar dan jujur. Tetapi perasaan cukup ini tidak selalu nampak. Mereka sangat cerewet dan cenderung mudah kuatir. Mereka cepat mengkritik mengenai cara melakukan sesuatu di kantor. Mereka adalah orang pertama yang akan segera menunjukkan sikap tidak setuju mengenai apa yang mereka anggap sikap extravagant atau kemalasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak suka menusuk, jujur dan tidak suka bertele-tele mengenai apa yang mereka anggap kurang benar. Biasanya hal ini akan ditumpahkan kepada mereka yang melakukan pekerjaan yang 'setengah matang' atau orang yang tidak memperhatikan rekan kerja yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus terus menerus meyakinkan mereka, tetapi hal ini hanya akan sedikit menahan keresahan mereka. Mereka sebenarnya menikmati untuk merasa kuatir, dan anda tidak akan bisa banyak melakukan sesuatu tentang hal ini. Anda cukup memberikan proyek detil dan membiarkan mereka bekerja sendiri. Anda tidak perlu mengawasi seorang Virgo dalam bekerja. Mereka akan mencari semua fakta sebelum mulai dan akan segera mengetahui semua kesalahannya ketika mereka selesai. Untuk menjaga kebetahan mereka bekerja, anda perlu memperhatikan kondisi lingkungan, agar tetap teduh dan rapi. Anda juga perlu memberikan tanda-tanda penghargaan, &lt;br /&gt;walaupun kecil untuk mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka tidak butuh sesuatu yang mewah, cukup untuk memberikan penghargaan kecil yang tidak perlu sampai membuat mereka memerah malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mereka akan menghela napas dan hanya mengatakan "Ah, nggak ada apa-apanya kok." Tetapi didalam hati mereka membutuhkan pujian kecil seperti ini.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI LIBRA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libra adalah pegawai yang detil, pekerja yang penuh dedikasi dengan sifat alamin yang sensitif. Para manajer dan rekan kerja terkadang merasa kesulitan menangani mereka. Mereka mengambil energi dari kantor dan tidak mampu mencegah energi itu mempengaruhi mereka. Suara keras, warna warna norak akan benar-benar mengganggu mereka sampai mereka tidak mampu memenuhi kewajiban mereka di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja dalam suatu hari ia nampak sangat brilian, pekerja keras, dan ambisius. Tetapi besoknya ia datang dengan kondisi down, gampang tersinggung, dan sama sekali tidak menghasilkan apa-apa. Rekan kerja Libra tidak perlu 'mengkeret' jika bertemu mereka dalam kondisi ini. Biasanya hanya akan bertahan sebentar, karena kebahagiaan kecil sudah cukup mengusir 'kegelapan' para Libra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para Libra berada dalam kondisi yang seimbang, mereka dapat masuk kantor dengan kondisi kuat, maka mereka akan menyentuh segala sesuatu di kantor dengan luar biasa. Dibalik mood yang terkesan kacau itu, sebetulnya mereka adalah orang yang bahagia dan stabil. Mereka mampu menghasilkan pemikirian logis yang hebat dan mampu mengevaluasi suatu masalah dari semua sisi sebelum mengambil tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang paling cerdas diantara horoskop lainnya. Mereka adalah mediator dan peneliti ulung. Kepekaan mereka terhadap lingkungan menjadikan mereka mampu menjaga segalanya nampak baik secara alami. Mereka akan dengan mudah membantu memecahkan konflik orang lain dan dapat bertindak sebagai perantara antara pegawai dan majamemen, sehingga kedua belah pihak merasa bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin pegawai Libra anda tetap tersenyum, beri penghargaan kepada mereka, beri mereka posisi yang memungkinkan mereka memancarkan kharisma dan diplomasi mereka. Mereka tidak akan nyaman untuk terus menerus menerima perintah, atau dengan cara lain, pastikan bahwa mereka diberi tanggung jawab dengan proporsi yang terus meningkat.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI SCORPIO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Scorpio umumnya memancarkan percaya diri yang tenang. Mereka orang yang puas dengan kondisi yang ada dan tidak bergantung pada orang lain mengenai harga diri. Mereka menyimpan rahasia pribadi dirinya dan dengan sangat baik memisahkannya dari pekerjaan mereka, dan mereka mampu memberikan tanggung jawab penuh untuk segala tingkah laku dan situasi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak mencari-cari alasan, mereka hanya mengurusi bisnis dan mengharapkan orang lain melakukan hal yang sama dengan mereka, dan bagi mereka yang tidak, entah itu rekan kerja maupun atasan, akan berhadapan dengan kemarahan kaum Scorpio. Mereka tidak keberatan membuka apa yang ada di kepala mereka, mengenai apa yang mereka anggap salah, kapanpun anda memintanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika anda mempermainkan kemarahan mereka, bersiaplah menerima pembalasan dendam. Mereka tidak akan mau menerima hinaan, atau musuh yang bersantai ria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menjadi atasan pegawai Scorpio, pastikan anda menepati janji anda, karena Scorpio menjaga segala janji anda dan akan segera membangun perasaan enggan terhadap anda jika anda melanggar janji anda. Anda mungkin tidak menyadarinya, sampai akhirnya anda terlambat, tetapi jika akhirnya seorang scorpio merasa anda sudah mulai keterlaluan, anda akan segera mengetahuinya. Seorang Scorpio akan bertindak sesuai dengan bagaimana lingkungan memberlakukan mereka. Jika mereka mendapat apa yang mereka mau, mereka akan sangat menerima kondisi dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin bekerja sama atau memotivasi seorang Scorpio, pastikan anda memperlakukan dirinya dengan penuh hormat dan profesional. Beri mereka tantangan kerja yang memungkinkan mereka untuk mendayagunakan kepercayaan diri dan keberanian mereka yang luar biasa.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI CAPRICORN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Capricorn dengan pekerjaan berlebihan adalah pekerja yang bahagia. Mereka butuh banyak proyek dan tanggung jawab. Tidak ada pemandangan yang lebih menyedihkan daripada seorang pegawai Capricorn yang tidak memiliki perasaan tanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka butuh untuk merasa dibutuhkan. Secara diam-diam mereka ambisius, tidak sering terlihat, tetapi anda akan biasanya segera tahu bahwa mereka sangat serius dan sangat ingin memajukan diri sendiri. Umumnya mereka sangat 'lurus', begitu parahnya sampai-sampai mereka ingin merendahkan diri sendiri. Tetapi mereka tidak mudah didorong. Mereka dapat membuat konsumen paling rewelpun menyerah. 'Kengototan' mereka memang luar biasa. Begitu mereka membuat suatu standar keberhasilan bagi diri mereka, mereka akan bekerja sampai berhasil memenuhinya, sampai bahkan menemui kesulitan sendiri, entah tujuannya untuk menjual sejumlah barang atau menjual barang baru. Tetapi mereka tidak mau bekerja gratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berharap mendapat ganjaran yang besar dan menuntut tanggung jawab yang selalu meningkat. Mereka kemudian perlu maju diatas kelompoknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melihat lingkungan kerja sebagai kendaraan utama mereka. Mereka tidak tertarik untuk bergosip ria mengenai kondisi kantor dan politik. Mereka hanya ingin bekerja di kantor dan tidak ada tempat untuk bercanda-canda di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan 'sense of duty' dan hormat pada atasan yang kuat, sangat jarang terlihat para Capricorn ikut serta dalam menggosipkan boss atau menjatuhkan sistem. Kecuali, jika mereka melihat ini adalah cara untuk dapat maju dalam organisasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan sangat merasa frustasi, ji! ka para atasan di atas sana membuat rencana yang sangat tidak masuk akal, dan mereka akan saling menyela dengan sense of humor yang benar-benar 'garing' dengan ditingkahi kritik pedas disana sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka menginginkan perubahan, mereka akan selalu memperjuangkannya. Jika semua usahanya tidak berhasil, maka ia akan berada dalam mood yang gelap dan nampak putus asa. Buat pegawai Capricorn anda bahagia dengan membayar mereka dengan gaji yang cukup dan beri mereka kerja yang cukup keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atur jenjang karir mereka dalam perusahaan anda. Jika tidak, anda mungkin akan menemukan bahwa mereka sedang mencari-cari kesempatan di tempat lain.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI SAGITARIUS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Sagitarius cenderung keras kepala, ceria, dan selalu siap membantu. Mereka memancarkan percaya diri yang tinggi dan menerima tugas bagaikan tidak ada hari lain untuk bekerja. Mereka bahkan berani menerima tantangan proyek sulit selama proyek itu ! menantang dan membuat mereka terlepas dari rutinitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cukup beruntung, karena kepribadian mereka yang bersinar, dan antusiasme tinggi mereka memuat mereka nampak bagaikan titik terang di kantor, atau kalau tidak, maka para rekan kantor akan segera membangun perasaan bermusuhan terhadap rekan yang nampak sombong dan flamboyan. Kecenderungan mereka untuk membesar-besarkan sesuatu, dan juga untuk menerima beban lebih dari kemampuan mereka pada umumnya menyebabkan jadwal yang meleset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena mereka malas atau suka menunda nunda, tetapi karena antusiasme mereka terkadang terlalu menguasai. Mereka memiliki sikap yang easy going yang memungkinkan mereka tetap tersenyum walaupun segala sesuatunya kacau. Hanya karena mereka fleksibel dan easy going, maka tidak berarti bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada anda bagaimana persisnya perasaan dia ketika bekerja untuk anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak akan mau menerima perintah begi! tu saja, mereka perlu mengetahui metode dan alsan dibalik proses itu. Jika anda berusaha untuk memotivasi pekerja Sagitarius anda, pastikan bahwa anda memberi banyak proyek dan petunjuk bahwa kemungkinan akan ada perjalanan bisnis menanti begitu deadline tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apapun yang anda lakukan, jangan pernah pertanyakan tujuan mereka, inilah cara paling cepat untuk memancing kemarahan mereka. Mereka tidak mampu menahan perasaan jengkel karena ditipu.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI AQUARIUS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Aquarius tidak dapat menerima ketidak adilan di kantor. Rencana yang sangat rumit baru akan mendapat tanggapan positif jika ada orang Aquarius terlibat dalam rencana itu. Mereka akan berusaha membuat semua orang melihat sisi baik dari kondisi seburuk apapun. Mereka sangat cerdas, sehingga seringkali menyebabkan pihak manajemen kelabakan jika mereka dirasa tidak adil dan tidak cerdas. Bukan karena mereka terlalu ambisius dan berpikir bahw! a mereka dapat mendapat pekerjaan yang lebih baik, mereka hanya berpikir orang yang memiliki kekuasaan harusnya memiliki pengetahuan lebih. Kebanyakan pekerja Aquarius masih mencoba mencari diri sendiri, dan cenderung ingin mencoba berbagai pekerjaan di tempat kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang mereka lalukan, mereka akan melakukan dengan penuh kesadaran. Pada umumnya mereka memiliki etos kerja pribadi yang cukup kuat, dan termasuk didalamnya nilai peribadi yang cukup tinggi. Kecerdasan, intelegensi tinggi, dan kemampuan mereka untuk dapat dipercaya membuat mereka mendapat banyak teman di tempat kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah sifat mereka yang terkadang aneh, terdapat pemikiran yang mantap dan kepekaan terhadap sesama karyawan. Manjakan karyawan Aquarius anda dengan memberi beragai kesempatan untuk belajar pengetahuan baru. Kenaikan gaji tidak terlalu penting bagi mereka. Tidak akan ada uang sejumlah apapun cukup untuk menjaga mereka berada di posisi yang sa! ma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka merasa bosan, atau kalau mereka sampai bosan, mereka akan segera meninggalkan pekerjaan yang sekarang dan akan mencari yang baru, dan itu tidak susah, karena mereka pintar, dan sangat mudah mencari mereka.  &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEGAWAI PISCES &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Pisces dapat menjadi orang yang setia dan pekerja keras, atau, jika tidak, hanya menjadi karyawan yang biasa saja. Di posisi yang tepat, mereka mampu menyimpan semua lamunan mereka dan tetap berkonsentrasi di detil pekerjaan yang diserahkan oleh atasan mereka, yang mereka anggap cukup berarti untuk menerima kerja keras mereka. Di sisi sebaliknya, tidak ada gambaran mengenai penderitaan ekstrim selain para pekerja Pisces yang ditempatkan di posisi yang salah. Mereka&lt;br /&gt;akan beranggapan bahwa meja kerja mereka adalah sel penjara sambil melamunkan mengenai bisnis atau liburan berikutnya. Pisces yang tidak berbahagia tidak akan betah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali Pisces akan menjadi kutu lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya, hanya untuk mencari suasana ideal dimana mereka dapat menumpahkan komitmen dan merasakan visi yang sama. Dan jika akhirnya ternyata kondisi kantor memburuk, para Pisces adalah orang pertama yang akan merasakan hal itu. Mereka cenderung untuk cepat-cepat pindah sebelum benar-benar terjadi. P &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisces sering disalah tanggapi oleh para rekan kerjanya. Tipikal mereka adalah orang pendiam dan introspektif, maka mereka cenderung menutup sifat alami mereka, karena takut tidak akan pas dengan budaya kantor yang ada. Cobalah untuk memberikan pujian kepada karyawan Pisces anda. Mereka butuh tahu apakah apa yang mereka lakukan memiliki arti dalam skala yang lebih besar. Penerimaan terhadap cara organisasi dan perencanaan mereka yang tidak lazim sangatlah penting. Hanya karena laporan mereka tidak umum bentuknya, bukan berarti bahwa hal itu tidak efektif.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-3820163799691927053?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/3820163799691927053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=3820163799691927053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/3820163799691927053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/3820163799691927053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2007/02/zodiak-vs-kinerja.html' title='zODIAK vs KINERJA'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-444666410789854162</id><published>2007-02-05T19:41:00.000+07:00</published><updated>2007-02-05T19:46:16.175+07:00</updated><title type='text'>REM - Everybody Hurts</title><content type='html'>When your day is long and the night&lt;br /&gt;The night is yours alone&lt;br /&gt;When you're sure you've had enough of this life&lt;br /&gt;Well hang on&lt;br /&gt;Don't let yourself go, 'cause everybody cries&lt;br /&gt;and everybody hurts, sometimes ...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes everything is wrong,&lt;br /&gt;Now it's time to sing along&lt;br /&gt;When your day is night alone (hold on, hold on)&lt;br /&gt;If you feel like letting go (hold on)&lt;br /&gt;If you think you've had too much of this life&lt;br /&gt;Well hang on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause everybody hurts&lt;br /&gt;Take comfort in your friends&lt;br /&gt;Everybody hurts&lt;br /&gt;Don't throw your hand, oh no&lt;br /&gt;Don't throw your hand&lt;br /&gt;If you feel like you're alone&lt;br /&gt;no, no, no, you're not alone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you're on your own in this life&lt;br /&gt;The days and nights are long&lt;br /&gt;When you think you've had too much&lt;br /&gt;of this life, to hang on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well everybody hurts,&lt;br /&gt;sometimes, everybody cries,&lt;br /&gt;And everybody hurts ...&lt;br /&gt;sometimes&lt;br /&gt;But everybody hurts sometimes&lt;br /&gt;So hold on, hold on, hold on, hold on, hold on,&lt;br /&gt;hold on, hold on, hold on, hold on, hold on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everybody hurts&lt;br /&gt;You're not alone&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-444666410789854162?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/444666410789854162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=444666410789854162&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/444666410789854162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/444666410789854162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2007/02/rem-everybody-hurts.html' title='REM - Everybody Hurts'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-7421034428142230829</id><published>2007-01-09T23:28:00.000+07:00</published><updated>2007-02-05T19:46:16.081+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Bob Marley, Sang Pemantra Rasta&lt;BR&gt;&lt;/STRONG&gt;Yusuf Arifin &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;EM&gt;Kalau Jah (Tuhan) tidak memberiku lagu untuk aku nyanyikan, maka tak akan ada lagu yang bisa aku nyanyikan. &lt;/EM&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;(Bob Marley, mati dari bumi 11 Mei 1981)&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;BR&gt;Gedung London Lyceum malam musim panas tahun 1975. Tanggalnya 18 dan 19 Juli. Konon di dua malam inilah Robert Nesta Marley, atau Bob Marley, tuntas memenuhi suratan nasibnya; menasbihkan dirinya sendiri menjadi pengkhotbah untuk kaumnya, kaum Rastafarian. &lt;BR&gt;Benar bahwa sejak sekitar akhir tahun 60an Bob Marley telah menjadi salah satu pengkhotbah paling fanatik kaum Rastafarian. Tetapi dua malam di gedung pertunjukan tua Inggris itu Bob Marley mencapai kesempurnaan yang hanya bisa diimpikan oleh banyak pemusik besar dunia, siapapun ia. Bob Marley mencapai titik ekstase transendental di atas panggung. Panggung, bagi pemusik, adalah altar untuk mencari ekstase transendental yang tak bisa mereka dapatkan di dunia yang materialistik. Pengganti altar gereja, saf-saf masjid, teras-teras candi atau apapun namanya tempat bagi diberlangsungkannya upacara keagamaan. Tak banyak pemusik besar dunia yang bisa sampai ke taraf itu, dan juga tidak setiap kali naik ke panggung efek itu akan tercapai. Dua malam itu Bob Marley menyentuh impian yang selalu didambakan setiap pemusik. Ia kesurupan dengan energi yang sepertinya tak akan habis, membuang tubuhnya ke kiri dan kekanan, berputar-putar layaknya seorang sufi yang sedang mendendangkan lagu pujaan kepada tuhan, ia mampu menyebarkan vibrasi ekstasenya ke seluruh orang yang ada di dalam gedung. Seorang saksi mata pertunjukkan mengaku kalau malam itu Bob Marley memerintahkan mereka untuk membakar kota London, ia sangat yakin mereka akan membakarnya. &lt;BR&gt;Bagi Bob Marley --yang tidak sekedar menganggap panggung pertunjukkan sebagai pengganti altar upacara keagamaan, tetapi adalah altar kegamaan itu sendiri-- dua malam di Lyceum London sangatlah berarti. Pada dua malam itu anggapan kaum Rastafarian bahwa ia memang seorang pendeta --dukun atau shaman-- terteguhkan, sesuatu hal yang ia sendiri sebenarnya sudah meyakininya sejak lama. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Janganlah Menangis Perempuan&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bob Marley tercatat berulangkali mengatakan pertunjukkannya sebagai upacara keagamaan untuk meningkatkan kesadaran akan kehidupan. Versi rekaman live salah satu lagu yang dinyanyikan dua malam itu, No Woman, No Cry, menjadi hit dunia. Rekamannya sendiri tidaklah sempurna sekali, tetapi intensitas vibrasi lagu itu menusuk setiap orang yang mendengarkannya. Lagu itu berkisah tentang seorang laki-laki (Bob Marley) yang berpisah dengan kekasihnya karena akan pergi memperjuangkan kebenaran di dunia. Judulnya No Woman, No Cry seolah mengatakan kalau tak ada perempuan maka tak akan ada tangis di dunia. Padahal Bob Marley menggunakan Bahasa Inggris Jamaika yang berarti Don't Woman, Don't Cry ; "janganlah engkau (perempuan) menangis." Menangisi sang kekasih yang pergi untuk memperjuangkan kebenaran.&lt;BR&gt;Bob Marley juga yakin benar bahwa banyak lagu-lagu yang ia ciptakan adalah nujum akan masa depan yang selalu terbukti kebenarannya. Ia hampir mati terbunuh tahun 1973 oleh seorang yang masuk ke rumahnya --beberapa saat sebelumnya ia mengarang lagu Ambush in The Night yang sepertinya menceritakan kejadian itu. Ia merasa menjadi shaman yang harus terus mengingatkan manusia bahwa kebinasaan adalah niscaya dan tak lagi jauh dari mata. Ramalannya sendiri tentang kematian pada usia 36 tahun, setelah terlebih dahulu menikmati puncak kejayaannya selama tiga tahun sebagai pemusik -- entah mungkin karena ia sudah tahu terkena kanker ganas yang tak tersembuhkan -- terbukti benar.&lt;BR&gt;Pada awalnya alasan ketertarikan Bob Marley pada musik sama dengan anak muda umumnya: menjadi populer dan keluar dari kemiskinan. Bapaknya seorang marinir Inggris --kulit putih-- meninggalkan ibunya --kulit hitam-- sejak Bob Marley kecil. Musiknya sangat beragam dan belajar dengan sangat rakus. Ia sangat mengenal melodi dan ritme jazz yang rumit tetapi ekspresif. Penggemar berat rock, terutama dari Fat Domino, Elvis Presley dan Ricky Nelson. Ia juga dikenal sebagai penggemar musik-musik Soul. Ia bahkan diketahui mengikuti dengan dekat Nat King Cole, yang dianggap berJazz dengan selera kaum kulit putih.&lt;BR&gt;Tetapi dari itu semua, kecintaan utamanya adalah pada jenis musik tradisonal Jamaika: ska, jenis musik yang dimaklumi sebagai ibu dari musik reggae. Karena berbagai pengaruh aliran musik yang ada pada Bob Marley inilah, jenis musik reggae yang keluar dari tangan Bob Marley sangat eksplosiv dan berciri khas lain dibandingkan reggae yang sebelumnya ada. &lt;BR&gt;Ketika pada akhir tahun 60an Bob Marley membentuk kelompok musiknya The Wailers --Sang Perintih-- bersama beberapa teman dekatnya, kelompok itu tak lebih dari sebuah kelompok ska sederhana. Tetapi ketika mereka mulai cenderung mereggae ketimbang ska dan mempertegas instrumen elektrik serta alat musik elektronik, mereka mulai menemukan ciri khas. Dentuman bass memandu ritme dengan ketukan seperti mengajak orang untuk meloncat-loncat. Bob Marley seringkali sengaja memainkan gitar elektroniknya dengan nada melompat-lompat sehingga sedikit agak keluar dari nada yang benar tetapi pas untuk menimpali suara bass yang menjadi patokan. Sebuah gaya yang kemudian menjadi trademark Bob Marley. Gaya bernyanyi Bob Marley juga tak jauh beda dengan cara ia memainkan gitarnya ; melengking seolah menjadi salah satu instrumen musik, yang seringkali tidak pas benar dengan nada musik yang dimainkan. Musik reggae paska Bob Marley jelas sekali terpengaruh oleh olahan Bob Marley, yang seolah kemudian diterima sebagai norma untuk memainkan reggae.&lt;BR&gt;Sumber inspirasi ritme musik Bob Marley yang lain --dan reggae pada umumnya-- adalah nada repetitif seperti untuk upacara-upacara keagamaan di Jamaika. Nada repetitif ini untuk mengangkat alam bawah sadar manusia karena memang mempunyai potensi hipnotis yang hebat. Ini bukan yang luar biasa karena di seluruh dunia musik-musik tradisional --yang biasanya mempunyai kaitan dengan kepercayaan keagamaan-- cenderung menggunakan nada-nada repetitif. Apalagi jenis instrumen musik utama Jamaika adalah tambur, drum, genderang, atau semacamnya, yang tak banyak memberikan pilihan nada. Dipadu dengan pembacaan mantra maka nada repetitif menjadi medium yang efektif.&lt;BR&gt;Dan yang dilakukan Bob Marley di atas panggung adalah membaca mantra --lagu-lagu ciptaannya-- dengan diiringi musik reggae. Bagi Bob Marley, mementaskan musik reggae adalah melakukan upacara keagamaan layaknya apa yang terjadi di Jamaika. Mengulang apa yang dialaminya di Jamika saat tumbuh dewasa. Adalah musik reggae olahan Bob Marley ini yang menyebar ke seluruh dunia di sepanjang tahun 70an. Mempengaruhi berbagai pemusik dunia yang sudah mapan, apapun alirannya, dan memberi inspirasi bagi pemusik pemula, baik putih maupun hitam. Yang juga membuat reggae versi Bob Marley mendunia adalah kesadaran penuhnya untuk menjadikan musik ciptaannya, dalam hal ini lirik, sebagai medium ekspresi atas observasi sosial politik. &lt;BR&gt;Dari sisi idiososiologis, menurut para sosiolog musik, reggae versi Bob Marley menjadi tak jauh berbeda dengan kelahiran musik blues Amerika. Inilah yang menurut para sosiolog musik menjadi alasan mengapa Reggae bisa menyebar ke seluruh dunia. Pada sekitar tahun 70an, musik blues seperti telah kehilangan nyawanya. Dan musik rock, anak dari blues, kegemukan mengeruk uang dari dunia komersial. Reggae muncul persis seperti musik blues pada awalnya; sebagai jawaban orang kulit hitam atas kemiskinan, keputusasaan dan eksploitasi. Dan seperti musik rock ia mencoba memberi pengalaman spiritual (sesaat), persis seperti ketika musik rock mengambil alih hal itu dari kehidupan gerejani, juga sekaligus sebagai perwujudan pemberontakan kemapanan. Bahkan nama yang mapan buat kelompok musik Bob Marley adalah The Wailers, Sang Perintih, pelolong. Para anak muda dunia yang mencari alat pelampiasan dan pelarian dari dunia kapitalistik yang cuma satu dimensi, yang cuma mengukur segalanya dari seberapa tebal kantong di baju, memeluk reggae erat-erat sebagai bentuk eskapisme.&lt;BR&gt;Dengan kaum hipies meredup ke pinggiran dan psychedelia gagal menjelaskan arti kehidupan di dunia, maka bersama gerakan punk, reggae menjadi sebuah trend dunia di tahun 70an. Reggae muncul dengan kakinya terhunjam ke lumpur dan kepalanya terhuyung-huyung menghantam kemapanan. &lt;BR&gt;Penginjil Rastafarian&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Reggae sinonim dengan gerakan Rastafarian karena Bob Marley lah yang mempopulerkan ke dunia. Pokok ajaran Rastafarian sederhananya percaya bahwa (mantan) Raja Ethiopia Haile Selasie adalah Tuhan, sang penyelamat Kristus yang dijanjikan dalam Injil. Haile Selasie inilah yang dipercaya akan datang menjemput kaum hitam di Karibia untuk kembali ke sorga, di atas bumi Ethiopia. Kaum Rastafarian percaya merekalah orang Yahudi di jaman modern yang tercerai berai, miskin dan terbudakkan, dan seperti dijanjikan Tuhan akan kembali ke tanah impian mereka ; Babilonia baru, Ethiopia. Mereka menyebut tuhannya dengan nama Jah, nama lain Jehovah --tuhan Yahudi dalam Injil.&lt;BR&gt;Rastafarian bersumber dari Haile Selasie adalah Tafari Makonnen. Julukan lengkapnya Ras (Pangeran) Tafari Makonnen, panggilannya Ras Tafari, dan Rastafarian pengikutnya, atau sering disingkat Rasta. Gerakan Rastafarian ini mulanya dibentuk oleh pejuang hak asasi kulit hitam Jamaika, Marcus Garvey dan beberapa rekannya di sekitar pertengahan tahun 20an. Tetapi gerakan Rastafarian tidak pernah benar-benar mampu menyebar ke kalangan orang kulit hitam Karibia apalagi dunia. Baru setelah Bob Marley populer dengan reggaenya, Rastafarian ikut menyebar bak wabah ke seluruh Karibia. &lt;BR&gt;Bagaimana Bob Marley bisa menerima ajaran kalau Tuhan hanyalah seorang manusia biasa dan hanya berlaku buat orang hitam Karibia membuat banyak orang tidak paham. Bob Marley, seperti halnya kaum rastafarian lainnya percaya bahwa Haile Selasie akan hidup selamanya. Namun ketika Selasie meninggal Agustus 1975, Bob Marley sempat menderita shock hebat. Ia kemudian memberi penjelasan bahwa kematian Selasie hanyalah secara fisik, tetapi secara spirit akan terus bersama mereka. Ia bahkan mengaku Jah Rastafari ruting mendatangi serta memberi petunjuk padanya. Setidak masuk akal apapun kerpecayaan Bob Marley menurut banyak orang, Rasta telah memberi arti hidup buat Bob Marley. Konon menjelang akhir hidupnya ia sering terlihat hingga lewat tengah malam khusuk membaca Injil sambil menghisap ganja -- yang diyakini orang Rasta bukan sekadar tumbuhan biasa tetapi sebuah tumbuhan suci yang bisa membersihkan hati dan jiwa. Ia seperti sedang mempersiapkan diri untuk bertemu kembali dengan Jah Rastafari, Tuhannya. Kritik orang akan kepercayaan yang dianutnya ia pasrahkan lewat salah satu lagu rasta yang paling populer, Get Up, Stand Up.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;EM&gt;We sick an' tired of-a your ism-skism game&lt;BR&gt;Dyin' 'n' goin' to heaven in-a Jesus' name, Lord&lt;BR&gt;We know when we understand&lt;BR&gt;Almighty god is a living man. &lt;BR&gt;You can fool some people sometimes &lt;BR&gt;But You can't fool all the people all the &lt;BR&gt;&lt;/EM&gt;&lt;BR&gt;Kami bosan dengan penjelasanmu&lt;BR&gt;Mati dan masuk sorga atas nama Yesus &lt;BR&gt;Kami telah memahami semua &lt;BR&gt;Tuhan yang maha perkasa adalah manusia biasa&lt;BR&gt;Tipuanmu kadang bisa berhasil &lt;BR&gt;Tetapi tidak selalu dan tidak semua bisa kamu tipu &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tanggal 11 Mei 1981 Bob Marley meninggal dunia di sebuah rumah sakit Florida diserang habis tumor otak. Ia menghadapi kenyataan yang tak pernah menipu manusia : kematian. &lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-7421034428142230829?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/7421034428142230829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=7421034428142230829&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/7421034428142230829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/7421034428142230829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2007/01/bob-marley-sang-pemantra-rasta-yusuf.html' title=''/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-2824780887280150558</id><published>2006-12-18T02:12:00.001+07:00</published><updated>2006-12-18T02:12:46.179+07:00</updated><title type='text'>Budaya Materi [Antariksa]</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Budaya Materi &lt;br&gt;&lt;/br&gt;&lt;br /&gt;Oleh Antariksa &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Apa makna benda-benda bagi manusia? Baik dari sudut pandang masyarakat tradisional maupun masyarakat modern pertanyaan ini bisa dijawab dengan dua hal, yang merupakan pokok kajian budaya materi (budaya pemanfaatan benda-benda oleh manusia, bagaimana manusia berhubungan dengan benda). &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;pertama, benda-benda bisa diletakkan dalam perspektif fungsional saja. Dalam perspektif ini sebuah piring berfungsi sebagai wadah makanan, senjata berfungsi sebagai alat berburu dan mempertahankan diri terhadap serangan musuh, sepatu berfungsi sebagai pelindung kaki dsb. Fenomena peradagangan/ekonomi juga masih termasuk dalam perspektif ini. Yang kedua, benda-benda bisa juga diletakkan dalam perspektifnya sebagai totem, yaitu diasosiakan secara simbolik dengan sesuatu yang lain. Di sini benda-benda berperan sebagai pembawa maknamakna sosial tertentu. Cincin misalnya, yang tak terlalu penting dalam perspektif fungsional, dalam perspektif totem bisa bermakna kecantikan, kekayaan, atau ikatan kesetiaan dsb. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa benda-benda, seperti diteorisikan Mary Douglas (antropolog) dan Baron Isherwood (ekonom) (1979), mampu mengkongkretkan makna-makna sosial yang abstrak seperti kesetiaan, kepatuhan, dsb. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Menurut Douglas dan Isherwood konsumsi benda-benda yang terjadi dalam semua masyarakat adalah juga di luar perdagangan, ia selalu merupakan sebuah fenomena kebudayaan, selalu berkaitan dengan nilai-nilai, makna-makna, dan komunikasi. Benda-benda bukan hanya dipakai untuk melakukan sesuatu, melainkan juga punya makna dan bertindak sebagai tanda makna dalam hubungan sosial, selalu memamerkan seperangkat nilai tertentu. Hal ini juga berarti bahwa dalam sirkulasi benda-benda telah terjadi sebuah pertukaran simbolik. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Douglas dan Isherwood secara khusus menyelidiki upacara-upacara, baik dalam masyarakat tradisional maupun modern, yang menurut mereka berfungsi sebagai tempat untuk penciptaan makna benda-benda dengan cara memperlihatkan kegunannya dalam upacara. Karena upacara-upacara merupakan acuan klasifikasi seseorang dalam masyarakat, maka benda-benda secara langsung berperan sebagai sumber identitas sosial dan pembawa makna sosial. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Marshal Sahlins (1976) mengembangkan konsep totemisme ini untuk menyelidiki konsumsi bendab-enda dalam masyarakat modern. Menurutnya, jika masyarakat tradisional menggunakana benda-benda 'alamiah' (kayu, batu, tulang dsb.) sebagai totem, maka totem masyarakat modern adalah benda-benda buatan pabrik. Ia menunjukkan bagaimana sistem pakaian masyarakat modern bukan sekedar seperangkat objek materi untuk membuat hangat tubuh dsb., tetapi sebagai kode simbolik untuk mengkomunikasikan keanggotaan dalam suatu kelompok sosial (priawanita, kelas ataskelas bawah dsb.). Lewat pakaian masyarakat modern mengkomunikasikan keanggunan perempuan, keperkasaan lakilaki, dan kehalusan kelas bangsawan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;McCracken (1988) juga mengidentifikasi pemanfaatan benda-benda konsumen dalam ritual-ritual masyarakat kontemporer. Ia mengajukan beberapa ritual masyarakat kontemporer paling penting. Pertama, 'upacara pemberkatan', yang meliputi pengumpulan, pembersihan, perbandingan, dan pertunjukkan benda-benda. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dekorasi kamar tidur dengan poster-poster. Upacara ini memungkinkan pemiliknya mengklaim hak atas makna sebuah objek di luar batas kepemilikan biasa. Ini merupakan cara mempersonalisasikan objek, cara memindahkan makna dari dunia individu kepada benda yang baru diperoleh. Ia mencontohkan upacara hadiah, misalnya pada hari ulang tahun, hari natal, atau hari kasih sayang. Pemilihan dan pemberian benda-benda konsumen oeh seseorang dan diberikan kepada orang lain merupakan sebuah perpindahan makna. Seringkali sebuah benda dipilih sebagai hadiah karena benda tersebut memiliki makna kepemilikan yang penuh yang ingin diberikan kepada orang lain. Misalnya, seorang perempuan yang menerima sebuah pakaian diundang untuk mendefinisikan dirinya menurut makna gayanya; pemberi bunga atau coklat mungkin meminta penerimanya untuk menunjukkan sifat kelembutan atau sifat yang manis. Dari perspketif ini, pemberian benda-benda pada suatu upacara (hari ulang tahu, hari raya dsb.) dapat dipandang sebagai sarana yang paling tepat dalam komunikasi antarpribadi atau pengaruh antarpribadi. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Budaya materi, dalam pandangan Marx, adalah objektifikasi kesadaran sosial. Ini berawal dari distingsi Marx antara produksi yang bermanfaat langsung bagi pembuatnya dengan produksi yang semata-mata untuk kepentingan pasar. Proses yang terakhir inilah yang disebut Marx benda sebagai komoditas. Meskipun tak mengalami bentuk-bentuk budaya materi modern, ia kemudian sampai pada konsep fetishisme komoditas yang menggambarkan penyembunyian cerita tentang siapa dan bagaimana sebuah objek dibuat. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dalam fetishisme modern, kegunaan benda-benda didistorsi secara sistematis oleh pencarian keuntungan kapitalis. Dan jelas bahwa kebutuhan untuk mencari untung ini telah secara dramatis melahirkan benda-benda baru yang dijual hanya untuk memanipulasi konsumen. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Theodore W. Adorno (1974), penginterpretasi Marx dari Kelompok Frankfurt yang dihormati, mengintrodusir knsep nilai guna sekunder. Konsep ini menunjukkan fenomen konsumsi dalam masyarakat inddustri dimana melalui kemasan, promosi dan iklan, benda-benda dicocokkan dengan topeng-topeng yang didesain secara ekspresif untuk memanipulasi hubungan yang mungkin terjadi antara benda-benda pada satu sisi serta keinginginan, kebutuhan dan emosi manusia di sisi lain. Nilai guna sekunder berjalan begitu dominasi nilai tukar telah diatur untuk menghapus ingatan mengenai nilai guna murni benda-benda. Ini adalah dasar bagi estetika komoditas, dimana komoditas berperan bebas dalam asosiasi dan ilusi budaya yang sangat luas. Iklan secara khusus mampu mengeksploitasi kebebasan ini untuk menampilkan citra romantis, eksotik, kepuaasan, atau kehidupan yang baik dengan memperkenalkan barang-barang konsumen seperti sabun, mesin cuci, mobildan minuman beralkohol. Ini persis dengan yang dikatakan Douglas dan Isherwood tentang kemampuan benda-benda untuk mengkonkretkan maknamakna sosial yang abstrak, tetapi dalam hal ini Adorno mampu menunjukkan peran media massa modern dalam proses pengkongkretan ini. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan langkah Adorno, Celia Lury (1996) menunjukkan bahwa kelemahan studi budaya materi seperti yang dilakukan Douglas dan Isherwood adalah bahwa mereka hanya memperlakukan benda-benda sebagai media nonverbal untuk kemampuan kreatif manusia. Mereka gagal untuk secara meyakinkan mengkaji isuisu mengenai kekuatan dan kontrol simbolik. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Arjun Appadurai (1986) mempercanggih metodologi Douglas dan Isherwood dengan secara langsung memusatkan kajiannya pada 'kehidupan sosial benda-benda'. Ia menyatakan bahwa benda-benda bukan hanya bersifat sosial dan budaya semata, melainkan benda-benda itu mempunyai kehidupan: bobot dan otoritas benda dapat dipaksakan dalam kehidupan manusia, karena memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keyakinan, memberi kewajiban, penampilan, dan kesenangan. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dari sudut teoritis manusia sebagai pelaku menandai benda-benda dengan sebuah arti, namun dari sudut metodologis pergerakan bendalah yang meghiasi konteks sosial dan kemanusiaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Secara agak mengejutkan, benda-benda dikajinya secara naratif, dituturkan sebagai kisah dengan sarana 'sejarah kehidupannya'. Pendeknya ia menelusuri narasi benda-benda dan jalur lintasannya: darimana benda berasal, siapa pembuatnya, apa gunanya, berapa 'umur' atau 'periode kehidupan' benda tersebut, apa ciriciri budaya untuknya, bagiamana kegunaan benda berubah sesuai umurnya dsb. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang bagus untuk pendekatan model Appadurai ini adalah studi Dick Hebdige tentang "siklus skuter Itali" (1988). Hebdige menyelediki apa yang disebutnya dengan 'kepentingan budaya' sebuah objek. Kepentingan ini digali dengan menelusuri perubahan arah yang dialmpaui dalam sirkuasi benda-benda. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Strategi studinya adalah dengan mengikuti fluktuasi makna sosial skuter dan kemudian menarasikannya; Hebdige menunjukkan. bahwa skuter yang mula diasosiakan dengan status sosial yang rendah karena bentuknya yang mirip mainan anak-anak , kemudian melonjak menjadi objek yang dipuja karena diasosiakan dengan kenecisan dan modern pada awal '60an, dan kemudian status skuter yang sekarang adalah sebagai benda nostalgia. Pada awal peluncurannya, skuter didefinisikan sebagai 'perempuan', ia dianggap sebagai kendaraan lakilaki. Dan sebagai perempuan, skuter dihidupkan dalam harapan mengenai 'perkawinan'. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pabrik-pabrik motor di Inggris, yang terkenal dengan 'kelelakiannya' kemudian dipaksa memproduksi skuter, sebuah kendaran yang lebih 'feminin' dan 'ramping'. Pada awal kemunculannya di Inggris, dengan dalih "referensi maskulinitas dan keperkasaan", skuter secara moral bahkan dicurigai sebagai anti etos kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian 'perkawinan' antara sepeda motor dan skuter berlangsung juga. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hebdige mencontohkan bahwa pada tahun '50-an skuter adalah ancaman terbesar bagi industri sepeda motor Inggris; dalam sebuah pameran 3 sepeda motor harus bersaing dengan 50 skuter. Skuter kemudian menjalani hidup baru setelah 'percerainnya' dengan sepeda motor. "Keitalian" sebuah skuter menjadi penting, dan kefisienan desainnya menjadi simbol objek masa depan. Keriangan kehidupan baru skuter ini kemudian berubah sejak pertemuannya dengan klub-klub pecinta skuter dan balap skuter. Pertemuan ini ini membawa skuter kepada identitas sebuah subkultur tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dan di masa-masa akhir hidupnya, dengan hadirnya sekolah-sekolah desain produk modern, kesempurnaan desain skuter didramatisir dan menjadi ajang estetikasi kehidupan sehari-hari. Kejayaan skuter akhirnya benar-benar runtuh karena munculnya sepeda motor-sepeda motor kecil buatan Jepang, juga karena kewajiban memakai helm yang membuat naik skuter tak setrendi pada masa-masa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Newsletter KUNCI No. 4, Maret 2000 &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-2824780887280150558?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/2824780887280150558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=2824780887280150558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/2824780887280150558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/2824780887280150558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/12/budaya-materi-antariksa.html' title='Budaya Materi [Antariksa]'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-964452024012403338</id><published>2006-12-18T02:06:00.000+07:00</published><updated>2007-02-05T19:46:16.081+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'> Purwokerto, pk. 17:40 [08/06/02]&lt;br&gt; ..&lt;br&gt; aku teringat akan kalimat panjang yang tertera di cover buku Pencerahan-Suatu Pencarian Makna Hidup dalam Zen Buddhisme, terbitan Kanisius... " Hidup bukanlah beban yang mematikan ide atau semangat, melainkan suatu tantangan yang merangsang manusia untuk kreatif.. [Mahatma Gandhi]"&lt;br&gt; &lt;br&gt; seringkali kita justru terjebak dalam haru-biru..romantisme usang dan semacamnya.. belakangan aku banyak belajar dari kawan-kawan ku seperti danto, seto, wahyu, anang, juga boodie... ngga' selamanya realita harus dihadapi vis-a'vis, secara frontal... atau kata jule tertendensasi (maksudnya pasti bertendensi..)&lt;br&gt; &lt;br&gt; yah, nyatanya tiap orang emang beda cara pandang sih.. untukku lebih enak omong yang nyata..realis ketimbang ide-ide... dan aku emang terbiasa dengan materialisme bukan idealisme... konkrit aja.&lt;br&gt; &lt;br&gt; waktu aku ketemu danto, ngga' ada ide gila apapun yang kelintas. biasa aja.. kita jalan bareng, gojeg kere.. di sisi lain aku juga punya dunia lain yang emang beda banget.. serius, analitik, "underground"... tapi aku nemuin kepuasan batin yang sama... makanya aku justru heran, kenapa di sini yang katanya heterogen... kok lucu? kau tau lah maksudku...&lt;br&gt; &lt;br&gt; proses yang terjadi tidak membebaskan... oke lah, dinamikanya gila-gilaan... tapi kok semakin ekslusif...&lt;br&gt; &lt;br&gt; terus terang aku emang kecewa dengan masih aja ada orang-orang suruhan, ngga' punya sikap sendiri, boneka-boneka... yang manut kalo diomongin ama seniornya... gila aja, ngapain lu hidup kalo cuma jadi banci-banci trendi... ngapain nutup-nutupin kalo ada problem subyektif... kenapa mesti lari atau malah galang massa?&lt;br&gt; &lt;br&gt; semua butuh proses.. aku paham maksud dari kata-kata itu, apapun kepentingan yang nempel dari ungkapan-ungkapan yang terlontar... ta' pikir semua kembali ke proses.. kembali ke gimana sih konsistensi-nya atas omongan-omongan mulutnya sendiri atau kasarnya jujur atau maling!!!&lt;br&gt; &lt;br&gt; makanya aku tidak berpretensi apapun.. let's make it.. just do it, and so on.. dan sampai kapan kita seperti ini? walahualam...&lt;br&gt; &lt;br&gt; mungkin kita bisa bicara + diskusi panjang soal dunia, soal kemiskinan, soal keprihatinan..apalagi soal hati, perasaan, cinta. GOSIP?? oke.. diluar itu kita bisa koleksi, berapa kata yang harus kita ucapkan sebagai tameng dari ketidaktahuan kita tentang dunia.. berapa kalimat yang terlontar untuk menutupi kekurangan yang ada pada diri kita, berapa frase yang harus kita olah agar orang percaya pada diri kita?&lt;br&gt; &lt;br&gt; beranikah mengakui ke'aku'an kita yang sesungguhnya, bahwa aku orangnya introvert, dingin, dll.. bukan sekedar ngga' pernah mandi, kucel, bladhus, dll-nya...; beranikah mengakui jujur "aku ngga' ngerti apa yang kau bicarakan..." walaupun resikonya kita ditinggalkan dan dipandang bodoh; atau kita justru lebih mapan untuk bertopeng "tahu segalanya" bahkan "mampu diterima dimanapun"...&lt;br&gt; bagiku dunia tidak sepicik itu... seiring dengan waktu, mungkin saja.&lt;br&gt; &lt;br&gt; toh.. kita yang bertanggungjawab penuh atas rusaknya dunia... bukan tuhan, agama, menhir, budaya... ya, manusia lah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; let there be life... be smart !!&lt;br&gt; &lt;br&gt; ta' pikir inilah awal langkah kita buat saling terbuka.. dalam cita, rasa, karya... mari kita jujur bersama bahkan dalam hal yang paling menyakitkan, siapa lagi yang harus memulainya... aku, kamu, kita, mereka? semua...&lt;br&gt; &lt;br&gt; avant garde&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-964452024012403338?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/964452024012403338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=964452024012403338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/964452024012403338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/964452024012403338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/12/purwokerto-pk.html' title=''/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-7328162537780178570</id><published>2006-12-18T01:54:00.000+07:00</published><updated>2007-02-05T19:46:16.081+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Catatan seorang HRD manager&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut adalah sharing informal dari seorang kolega. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acak diantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara? Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya seorang rekan mencetuskan sebuah ide yang (menurut saya) agak "jahat", yaitu cukup dengan melihat CV mereka saja. Intinya adalah CV yang tidak menarik dan tidak sedap dipandang mata, langsung kami buang ke tong sampah. Wow, kejam sekali!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi itulah yang kami lakukan mulai saat itu dan seterusnya, hanya menilai buku dari sampulnya. Yah, mau bagaimana lagi, kami sudah tidak tahu cara yang lebih baik. Lagi pula cara ini terbukti efektif dan efisien. Kami berhasil mendapatkan orang-orang berkualitas selama bertahun-tahun menerapkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepanjang karir saya selama memeriksa dokumen lamaran, hanya ada tiga dokumen lamaran yang benar-benar saya ingat. Yang lainnya memang bagus, tapi yang tiga inilah yang paling unik dan berbeda (sehingga masih saya ingat sampai sekarang).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx. Karena mengira itu dokumen penting, dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi. Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra untuk sebuah CV!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesimpulannya: Jangan takut untuk melawan arus. Lain kali anda menuliskan CV anda, buatlah yang berbeda dan unik. Jangan dengarkan suara dan ketakutan "orang yang biasa-biasa saja". Jadilah berani untuk tampil beda, karena itulah yang akan memudahkan kami untuk mengingat anda dan menerima anda bekerja di perusahaan kami.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-7328162537780178570?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/7328162537780178570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=7328162537780178570&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/7328162537780178570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/7328162537780178570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/12/catatan-seorang-hrd-manager-berikut.html' title=''/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-4969492861299850825</id><published>2006-12-08T16:38:00.000+07:00</published><updated>2006-12-10T05:39:48.152+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ALANIS MORISSETTE - Hand In My Pocket &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm broke but I'm happy&lt;br /&gt;I'm poor but I'm kind&lt;br /&gt;I'm short but I'm healthy, yeah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm high but I'm grounded&lt;br /&gt;I'm sane but I'm overwhelmed&lt;br /&gt;I'm lost but I'm hopeful baby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What it all comes down to&lt;br /&gt;Is that everything's gonna be fine fine fine&lt;br /&gt;I've got one hand in my pocket&lt;br /&gt;And the other one is giving a high five&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I feel drunk but I'm sober&lt;br /&gt;I'm young and I'm underpaid&lt;br /&gt;I'm tired but I'm working, yeah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I care but I'm restless&lt;br /&gt;I'm here but I'm really gone&lt;br /&gt;I'm wrong and I'm sorry baby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What it all comes down to&lt;br /&gt;Is that everything's gonna be quite alright&lt;br /&gt;I've got one hand in my pocket&lt;br /&gt;And the other one is flicking a cigarette&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And what it all comes down to&lt;br /&gt;Is that I haven't got it all figured out just yet&lt;br /&gt;I've got one hand in my pocket&lt;br /&gt;And the other one is giving the peace sign&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm free but I'm focused&lt;br /&gt;I'm green but I'm wise&lt;br /&gt;I'm hard but I'm friendly baby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm sad but I'm laughing&lt;br /&gt;I'm brave but I'm chickenshit&lt;br /&gt;I'm sick but I'm pretty baby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And what it all boils down to&lt;br /&gt;Is that no one's really got it figured out just yet&lt;br /&gt;I've got one hand in my pocket&lt;br /&gt;And the other one is playing the piano&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And what it all comes down to my friends&lt;br /&gt;Is that everything's just fine fine fine&lt;br /&gt;I've got one hand in my pocket&lt;br /&gt;And the other one is hailing a taxi cab...&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-4969492861299850825?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/4969492861299850825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=4969492861299850825&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/4969492861299850825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/4969492861299850825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/12/alanis-morissette-hand-in-my-pocket-im.html' title=''/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-116170429259512615</id><published>2006-10-24T22:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-24T22:38:12.606+07:00</updated><title type='text'>Audioslave-Be Yourself</title><content type='html'>Audioslave&lt;br /&gt;Be Yourself&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someone falls to pieces&lt;br /&gt;Sleepin all alone&lt;br /&gt;Someone kills the pain&lt;br /&gt;Spinning in the silence&lt;br /&gt;To finally drift away&lt;br /&gt;Someone gets excited&lt;br /&gt;In a chapel yard&lt;br /&gt;Catches a bouquet&lt;br /&gt;Another lays a dozen&lt;br /&gt;White roses on a grave&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someone finds salvation in everyone&lt;br /&gt;And another only fame&lt;br /&gt;Someone tries to hide themself&lt;br /&gt;Down inside their selfish brain&lt;br /&gt;Someone swears his true love&lt;br /&gt;Untill the end of time&lt;br /&gt;Another runs away&lt;br /&gt;separated or united?&lt;br /&gt;Or is everyone insane?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can be fading up&lt;br /&gt;And pulled apart&lt;br /&gt;Or been in love&lt;br /&gt;Every single memory of&lt;br /&gt;Could have been faces of love&lt;br /&gt;Dont lose any asleep tonight&lt;br /&gt;I'm sure everything will end up alright&lt;br /&gt;You may win love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But to be yourself is all that you can do&lt;br /&gt;To be yourself is all that you can do&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-116170429259512615?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/116170429259512615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=116170429259512615&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/116170429259512615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/116170429259512615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/10/audioslave-be-yourself.html' title='Audioslave-Be Yourself'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-116090069472620368</id><published>2006-10-15T15:17:00.000+07:00</published><updated>2006-10-15T15:24:54.743+07:00</updated><title type='text'>Intelektual, Aktivis dan Perubahan Sosial</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Intelektual, Aktivis dan Perubahan Sosial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;(1)&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Berikut ini adalah cukilan artikel yang ditulis oleh Antariksa, Intelektual, Gagasan Subaltern, dan Perubahan Sosial, © 1999-2004 KUNCI Cultural Studies Center:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Peran intelektual dalam perancangan dan perubahan sosial telah lama menjadi bahan perdebatan, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Secara ringkas, bisa digambarkan bahwa sebagian berpendapat intelektual seharusnya “berumah di atas angin”. Artinya tugas utamanya adalah bergelut dengan teori dalam bidang yang dipelajarinya di universitas atau lembaga-lembaga penelitian. Karena peran seperti itulah yang memang harus dimainkannya dalam proses perubahan sosial. Biarlah para politisi, teknolog, dan ekonom saja yang terlibat dalam perancangan dan perubahan sosial. Sebagian lainnya berpendapat bahwa intelektual seharusnya “turun ke bumi”, berpartisipasi langsung dalam proses perancangan dan perubahan sosial.&lt;br /&gt;Perdebatan yang kelihatan terlalu “hitam-putih” itu tampaknya kini sudah mulai dilupakan. Bukan saja karena keduanya sama-sama benar sekaligus sama-sama salah, atau karena masing-masingnya punya kelemahan epistemologis sekaligus saling melengkapi, tetapi juga karena terlalu “hitam-putih” dan terlalu “steril”, sementara kondisi-kondisi sosial dan politik yang menjadi latar belakangnya terus berubah.&lt;br /&gt;Sekedar contoh, perdebatan itu akan sulit menjelaskan banyaknya aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di luar universitas yang melibatkan diri dalam penelitian-penelitian akademis, dan juga sebaliknya, makin banyaknya intelektual universitas yang melibatkan diri dalam proses pemberdayaan yang dilakukan oleh LSM-LSM, perancangan sosial dan pengambilan kebijakan. Memang ini bisa saja menjadi soal pilihan. Tetapi jelas jauh lebih kompleks dari sekedar pilihan “berumah di atas angin” atau “turun ke bumi”, karena melibatkan perubahan-perubahan dalam struktur dan formasi kultural, sosial, ekonomi, dan politik, baik di tingkat global maupun di tingkat lokal, sehingga bukan saja akan menentukan peran intelektual dalam perancangan dan perubahan sosial, tetapi juga menentukan arah dan bentuk keberpihakan intelektual.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;Terlepas dari perdebatan yang ada, saat ini ditengarai terdapat gejala timbulnya kerancuan teoritik dan paradigmatik dari banyak aktivis lapangan. Dasar teoritik dan visi ideologis mengenai perubahan sosial sebagai landasan dan aktivitas praktik sehari-hari bertolak belakang dengan tujuan dan cita-cita perubahan sosial. Pemahaman tentang paradigma dan teori perubahan sosial menjadi pijakan untuk mengidentifikasi, memahami, dan menangani masalah-masalah kemasyarakatan. Lemahnya visi ideologi dan teori perubahan sosial mempengaruhi metodologi yang diterapkan. Banyak terjadi, organisasi sosial menempatkan masyarakat sebagai obyek, padahal sementara itu bercita-cita pemberdayaan masyarakat.Semisal dalam merencanakan, menyusun, menetapkan program pengembangan masyarakat maupun dalam mengevaluasi kegiatan. Kegiatan banyak mencerminkan anti-pemberdayaan masyarakat. Akibat ketidakjelasan visi dan teori diantaranya, inkonsistensi antara cita-cita dan teori yang digunakan, menghambat peran dan partisipasi masyarakat dalam perubahan sosial, yaitu peran masyarakat sipil sebagai pelaku sejarah utama dalam demokratisasi ekonomi, politik, budaya, gender, serta aspek sosial lainnya. Hal ini menjadi refleksi terhadap apa yang dilakukan di tingkat akar rumput.&lt;br /&gt;Asumsinya, aktivis lapangan dan praktisi perubahan sosial dalam memperjuangkan “social justice”, politik dan ekonomi yang demokratis, serta pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat adil sejahtera butuh teori sebagai acuan, refleksi dan motivasi. Tugas utama teori sosial diantaranya, memberi makna terhadap suatu realitas sosial sehingga memungkinkan lahirnya kesadaran dan pemahaman terhadap suatu realitas sosial, dan “mengubah realitas sosial” yang dianggapnya bermasalah dan tidak adil sehingga sampai sekarang masalah tersebut masih diperdebatkan. Tanpa disadari, aktivis terlibat pertarungan teoritis secara nyata, berupa penerapan teori dan kegiatan sehari-hari dan tanpa disadari teori sosial juga memiliki dimensi penerapan. &lt;br /&gt;Dalam perspektif teori sosial kritis, ilmu sosial tidaklah sekedar diabdikan demi kepentingan golongan lemah dan tertindas, tetapi lebih mendasar daripada itu, teori sosial haruslah berperan dalam proses pembangkitan kesadaran kritis, baik yang tertindas maupun yang menindas, terhadap sistem dan struktur sosial yang tidak adil. Teori sosial harus mengabdi pada proses transformasi sosial yakni terciptanya hubungan (struktur) yang baru dan lebih baik. Artinya, ilmu sosial tidak hanya sekedar memihak kepada yang tertindas dan yang termarjinalisasi belaka, tetapi lebih berusaha menciptakan ruang yang akan menumbuhkan kesadaran, baik bagi golongan penindas maupun yang tertindas, untuk menyadari bahwa mereka telah berada dalam sistem sosial yang tidak adil. Dengan demikian, tugas teori sosial adalah memanusiakan kembali manusia yang telah lama mengalami dehumanisasi, baik yang menindas maupun yang ditindas.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Hanyalah teori yang dapat melengkapi kita dengan kompas dan peta di tengah-tengah segala rupa kompleksitas perjuangan. Sungguh bagus untuk menjadi seorang aktivis, namun tanpa pemahaman yang sadar mengenai proses-proses di mana kita terlibat di dalamnya, kita tidak akan lebih efektif daripada seorang penjelajah tanpa peta dan kompas.&lt;br /&gt;Dan jika kita coba untuk menjelajah tanpa bantuan sains, kita dapat menjadi seenergik yang kita mau tetapi cepat atau lambat akan terjerembab masuk jurang dalam atau pasir hisap dan lalu hilang begitu saja, sebagaimana hal itu terjadi pada banyak aktivis selama tahun-tahun yang sudah berlalu tanpa keberhasilan. Ide memiliki kompas dan peta adalah untuk memastikan posisi kita setepatnya. kita dapat menerka di mana kita berada pada satu saat tertentu, ke mana kita akan melangkah, dan di mana kita akan berada.&lt;br /&gt;Penelitian, dalam hal ini penelitian sosial adalah ruang aktivitas sekaligus uji terapan teori terkait dengan perubahan sosial. Artinya, baik aktivis maupun intelektual akademis menggunakan penelitian dalam kerangka perubahan sosial di masyarakat, sebagai basis argumen dan data yang rigid, teliti, dan mendalam. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) sangat berperan dalam hal ini.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Learning Institute Purwokerto berdiri tahun 2004 dan direaktivasi tahun 2005. Learning Institute, lembaga yang bergerak dalam ranah kajian politik dan kebudayaan dengan spektrum yang luas, serta telaah yang jernih dan mendalam. Hanya berpretensi untuk merayakan kebebasan berpikir dan berpendapat, mengkaji fenomena politik dan kebudayaan secara utuh, mandiri dan terpola. Ia bisa saja menyempit dan meluas, namun tetap berusaha dalam. Dengan itikad sederhana, ingin mencipta komunitas yang suka membaca, gemar berdiskusi, getol menulis dan senang belajar. Itu saja. Pendek kata, ini memang hanya semata-mata lembaga pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-116090069472620368?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/116090069472620368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=116090069472620368&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/116090069472620368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/116090069472620368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/10/intelektual-aktivis-dan-perubahan.html' title='Intelektual, Aktivis dan Perubahan Sosial'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115754542304571710</id><published>2006-09-06T19:16:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T19:23:43.070+07:00</updated><title type='text'>renungan hari ini..</title><content type='html'>"Bahwa Hidup haruslah ditempuh&lt;br /&gt;menolong&lt;br /&gt;tertolong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ketertindasan selayaknya disudahi&lt;br /&gt;mendidik&lt;br /&gt;terdidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa alam menggeliat naluriku&lt;br /&gt;air&lt;br /&gt;mata&lt;br /&gt;tanah&lt;br /&gt;raga&lt;br /&gt;angin&lt;br /&gt;kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa rona mereka merengkuh jiwaku&lt;br /&gt;tawa&lt;br /&gt;tangis&lt;br /&gt;harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa hidup haruslah bermanfaat&lt;br /&gt;bagimu&lt;br /&gt;bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;strong&gt;Butet Manurung&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;suku anak dalam-orang rimba&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115754542304571710?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115754542304571710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115754542304571710&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115754542304571710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115754542304571710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/09/renungan-hari-ini.html' title='renungan hari ini..'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115710948924924479</id><published>2006-09-01T17:37:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T19:49:45.973+07:00</updated><title type='text'>september ceria.. ;p</title><content type='html'>&lt;em&gt;selalu ada alasan mengapa aku berada disini,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dan keyakinan itu membuatku mampu bertahan hidup..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[noriko tachiki]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;walah.. 11 tahun cing! apanya? ngendon di kota mendoan, Purwokerto. gila juga, kagak bosen apa?&lt;br /&gt;nah itu dia, Purwokerto dari awal mula disambangi udah mbetahin banget.. pertama, kotanya emang adem ayem. bahasanya gak ada matinya.. jauh dari pusat feodal Jawa kayak kraton Solo n Jogja.. kedua, orang2nya adaptif (berarti adaptor dunk..) terbukti sekarang pun ada hotspot di AQUATIC seafood lounge (iklan dikit bos!) warnet naudzubilee tambah terus.. ketiga, makanan yang gak pernah abis2nya jadi ikon: mendoan man!&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;aku belom banyak cerita gimana jungkir baliknya komunitas di purwokerto.. bisa2 ga abis sebulan buat sekedar cerita temen ngopi joss di depan pom bensin pabuaran. gerakan? busyet... aku ketipu lagi! wakakak... kaga tau dah... sekedar merayakan 11 tahun keberadaan di kota ini, yap... itu aja yang jadi awalan.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;tadi siang jam 1-an aku jalan ke depan kampus tercinta..hahaha.. ketemu Ipunk "revolta" pegiat FLP (forum lingkar pena) yang juga aktivis muda berdedikasi tinggi (bener neh..ga lagi ember) ngobrol seputar aktivitas ide n agenda ke depan.. ga serius2 amat.. dia punya banyak potensi besar buat jadi penulis dan pegiat komunitas basis.. aku menikmati benar obrolan dengannya.. lantas ketemu kang Febri n Gendon, what a coincidences? diajaknya aku makan siang di sebelah taman bacaan Taruna jl.kampus... lagi2 obrolan inspiratif gimana ke depan... surprise! ketemu artis.. bener2 artis dalam artian "art"... wuih.. Uki boeloeq komikus n desainer grafis media alternatif... ngobrol lagilah aku di Taruna.. hitung2 reuni satu hari penuh bareng orang2 yang pernah dan sampai sekarang support banyak buat perjalananku... whoaa... balik ke counter Parlin, lagi2 kejutan. Barid datang dan mengundang malam ini ngobrol serius di rumahnya. now, aku masih di warnet mungil, sebentar lagi aku cabut....&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;september ceria...&lt;br /&gt;yap, baru seminggu...sudah begitu banyak pertemuan2 bermakna ku dapati&lt;br /&gt;so let's start to make agenda...&lt;br /&gt;dimulai dari hangusnya no simpatiku (ah sial...)&lt;br /&gt;dimulai dari kosongnya dompetku... (lagi2 neh...)&lt;br /&gt;dimulai dari jadi member khusus Kenanga-2..(yang ini beda..)&lt;br /&gt;dimulai dari tulisan ini...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;brothers and sisters... thx 4 being my companion in this world..&lt;br /&gt;GBU all...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115710948924924479?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115710948924924479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115710948924924479&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115710948924924479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115710948924924479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/09/september-ceria-p.html' title='september ceria.. ;p'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115607599439089041</id><published>2006-08-20T19:08:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T19:13:14.686+07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Waktu Buat Belajar</title><content type='html'>Kalau dilihat dari logika ini, sebenarnya bukan salah sang siswa bila ia tidak lulus ujian, karena jika pun dia mau belajar, pasti tidak akan pernah sempat. Tahukah Anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari, yang kita tahu sebagai tahun akademik siswa. Mari kita hitung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu; 52 hari dalam setahun, Anda pasti tahu kalau hari minggu adalah untuk istirahat. Hari tersisa tinggal 313.&lt;br /&gt;Hari Libur (Nasional maupun Internasional), Tak kurang dari 13 hari libur setahun. Hari tersisa tinggal 300.&lt;br /&gt;Liburan sekolah, Jelas semua siswa akan berlibur dan tidak akan belajar. Biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari. Hari tersisa tinggal 240.&lt;br /&gt;Tidur 8 Jam sehari untuk kesehatan, berarti 120 hari terpakai. Hari tersisa tinggal 120.&lt;br /&gt;Tentu kita beribadah kan? paling tidak 1-2 jam kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 95.&lt;br /&gt;BERMAIN yang juga baik untuk kesegaran dan kesehatan, paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari. Hari tersisa tinggal 80.&lt;br /&gt;MAKAN! paling tidak selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan/minum (makan pagi, siang, sore), hilang lagi 30 hari. Hari tersisa tinggal 50.&lt;br /&gt;Jangan lupakan, Manusia adalah makhluk sosial, butuh berinteraksi dengan orang lain, kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 jam terpakai lagi, Hari tersisa tinggal 35.&lt;br /&gt;Kita pun bisa sakit; paling tidak 5 hari dalam setahun, sudah cukup mewakili. Hari tersisa tinggal 30.&lt;br /&gt;Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian. Hari tersisa tinggal 6.&lt;br /&gt;Nonton dan jalan-jalan paling tidak 5 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 1 hari.&lt;br /&gt;Satu hari yang sisa itu kan HARI ULANG TAHUN !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa belajar sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115607599439089041?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115607599439089041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115607599439089041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115607599439089041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115607599439089041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/08/tak-ada-waktu-buat-belajar.html' title='Tak Ada Waktu Buat Belajar'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115564579251827903</id><published>2006-08-15T19:26:00.000+07:00</published><updated>2006-08-15T19:43:12.990+07:00</updated><title type='text'>Feminisme sebagai Filsafat Politik</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Feminisme sebagai Filsafat Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks tertentu, masalah feminisme selalu hadir, khususnya selama perempuan tetap tersubordinasi. Feminisme sendiri menentang proses subordinasi tersebut. Terkadang perlawanannya bersifat kolektif dan dengan penuh kesadaran. Namun, kerap pula perlawanannya bersifat sendiri-sendiri dan dengan setengah kesadaran. Perempuan hanya dilihat perannya secara sosial melalui kemalangan, kecanduan obat dan alkohol bahkan kasus kegilaan. Bagaimanapun dalam kurun waktu dua sampai tiga ratus tahun terakhir ini, hal itu telah menumbuhkan gerakan feminis yang nyata dan tersebar luas dan mencoba melakukan perlawanan dengan cara yang terorganisir menentang penindasan terhadap perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali suara feminisme terdengar di daratan Inggris pada abad ke-17. Dua ratus tahun kemudian, lebih banyak suara mulai bicara secara berkelompok. Selanjutnya, terdengar pula di Perancis dan Amerika Serikat. Feminisme yang terorganisir muncul saat transformasi ekonomi-politik kapitalisme terjadi, yaitu ketika industri mulai berkembang di Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat yang mengadopsi sistem politik demokrasi perwakilan. Perubahan ekonomi dan politik secara drastis ini merubah situasi perempuan dan cara merasakan situasi tersebut. Kebanyakan perubahan ini merupakan hasil transformasi signifikan ekonomi dan politik keluarga.&lt;br /&gt;Awal periode modern, proses produksi diorganisir melalui rumah tangga. Dan, kalangan keluarga bangsawan masih memiliki pengaruh politik yang penting meskipun sistem feodal telah digantikan oleh negara yang tersentralisir. Dalam keanggotaan keluarga, perempuan terjamin statusnya baik dalam proses produksi maupun pemerintahan. Meskipun demikian, status itu lebih rendah daripada laki-laki. Perempuan kalangan bangsawan sangat menikmati kekuasaan politiknya melalui pengaruhnya terhadap keluarga mereka. Dan, perempuan yang telah menikah yang bukan dari kalangan bangsawan memiliki kekuasaan dalam bidang ekonomi di keluarganya karena proses produksi dikelola melalui rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era praindustri, sebagian besar perempuan terintegrasi secara solid dalam sistem kerja produktif yang diperlakukan untuk kelangsungan hidup keluarganya. Masa ini, perawatan anak dan segala sesuatu yang kita kenal dengan pekejaan domestik hanya sebagian dari waktu kerja perempuan. Sebagai tambahan tugas domestik ini, sebagian besar perempuan memberi kontribusi penting untuk proses produksi pangan melalui beternak unggas dan lebah; membuat susu, menanam sayuran; mereka bertanggung jawab atas proses dan pengawetan pangan; memintal kapas dan wol lalu menjahit atau merajutnya menjadi pakaian; membuat sabun dan lilin, mengakumulasikan pengetahuan obat-obatan dan memproduksi ramuan tumbuh-tumbuhan yang manjur. Kontribusi penting perempuan bagi kelangsungan hidup masyarakat sangat jelas sehingga tidak ada alasan untuk mempertanyakan kembali tempat perempuan dalam masyarakat sebagai kenyataan alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak industrialisasi, bersamaan dengan tumbuhnya negara demokrasi, meruntuhkan dan merombak total hubungan tradisional yang telah terumuskan oleh masyarakat praindustri. Industrialisasi mentransformasi keluarga dan mengacaukan posisi tradisional perempuan. Perempuan dari kelas yang lebih tinggi kehilangan kekuatan politiknya dengan kemunduran posisi keluarga aristokratis dan tumbuhnya negara demokrasi. Demikian pula perempuan dari kelas yang lebih rendah. Industrialisasi telah memindahkan kerja tradsional perempuan di rumah tangga ke pabrik. Sekalipun, banyak perempuan bekerja di pabrik khususnya awal periode industrialisasi. Kerja tradisional yang dimaksudkan ialah kontrol perempuan dikurangi pada industri vital seperti pengolahan makanan, tekstil, dan garmen. Penurunan kontribusi perempuan dalam rumah tangga kemudian meningkatkan ketergantungan mereka pada suami dan melemahkan kekuatannya berhadapan dengan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, perubahan ekonomi dan politik mengarah pada pembatasan status ekonomi dan politik perempuan. Hal itu memberikan janji tentang status baru perempuan. Salah satunya, tidak menyebutkan soal keanggotaan keluarga. Misalnya, pabrik dengan sistem upah dan kesempatan kerja dibuka untuk perempuan. Hal ini awal kemerdekaan ekonomi di luar rumah tangga yang terpisah dari suami. Demikian juga, idealisme demokrasi baru yaitu kesetaraan dan otonomi individu yang menyediakan dasar bagi perubahan anggapan tradisional tentang subordinasi perempuan oleh laki-laki. Hal yang bertentangan dari pembangunan ekonomi dan politik ialah bahwa posisi perempuan dalam masyarakat tak lagi sebagai kenyataan alamiah. Malah, perempuan, sebagaimana dimaksudkan kalangan Marxis dengan istilah "persoalan perempuan". Persoalan tersebut menunjukkan tempat perempuan dalam masyarakat industri yang baru dan banyak jawaban diajukan oleh kalangan feminisme yang terorganisir tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua atau tiga abad keberadaannya, feminisme yang terorganisir tak lagi bicara dengan suara tunggal. Sebagaimana feminisme awal muncul sebagai respon terhadap perubahan kondisi masyarakat Inggris abad ke-17, maka perubahan lingkungan sejak itu mendorong tampilnya tuntutan kalangan feminis. Misalnya, soal hak pilih dan keluarga berencana merupakan sasaran kampanye mereka. Sebagian besar kebangunan feminisme muncul akhir 1960-an dengan gerakan pembebasan perempuan. Gerakan ini melampaui semua gelombang feminisme sebelumnya, dalam memperluas konsentrasi dan kedalaman kritikannya. Gerakan itu lebih umum daripada gerakan feminis sebelumnya, yakni dengan sajian analisis yang multidimensi tentang penindasan terhadap perempuan dan melimpahnya pandangan mengenai pembebasan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Feminisme" berasal dari bahasa Perancis. Di Amerika Serikat, feminisme dikenal sebagai "gerakan perempuan" abad ke-19. Dalam arti, berbagai jenis kelompok yang semua tujuannya sejalan ataupun tidak, mengarah pada "kemajuan" posisi perempuan. Ketika istilah "feminisme" diperkenalkan ke Amerika Serikat awal abad ke-20, hal itu hanya merujuk pada kelompok khusus kegiatan yaitu advokasi hak asasi perempuan. Kelompok yang menegaskan keunikan perempuan, pengalaman misterius dari keibuan dan kemurnian khas perempuan. Ehrenreich dan Inggris menyebut trend dalam gerakan perempuan ini sebagai "romantisme seksual". Lawannya ialah kecenderungan dominan "rasionalisme seksual". Berseberangan dengan feminis romantis, maka feminis rasionalis seksual berpendapat bahwa subordinasi perempuan tak rasional bukan karena perempuan lebih lemah daripada laki-laki, melainkan menyangkut persamaan dasar antara perempuan dan laki-laki. Dalam konteks kini, makna "feminnisme" abad ke-19 telah menghilang. Sekarang, feminisme umumnya mengacu pada semua usaha yang mencoba, tidak peduli latar belakang nya, untuk mengakhiri subordinasi. Feminisme ini penggunaannya ditentang oleh beberapa aktivis seperti Linda Gordon. Oleh karena, kaum feminis menuntut agar usaha itu menyentuh tiap aspek kehidupan. Istilah feminisme membawa perubahan emosional yang kuat. Dalam beberapa hal, ada makna yang merendahkan namun ada yang menghargai. Pada gilirannya, beberapa orang menyangkal istilah "feminis" terhadap mereka yang menuntut dan yang memberikan kesetujuan pada pihak yang menerimanya. Teori mereka masih merupakan konsep keadilan. Dapat dikatakan bahwa teori feminis belum cukup kuat jika masih bersifat konseptual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan pembebasan perempuan menjadi ragam pokok feminisme masyarakat Barat kontemporer. Beraneka nama gerakan demikian mencerminkan konteks politik asal kemunculannya dan kata-kunci yang membedakannya dari bentuk feminisme awal. Feminisme awal menggunakan bahasa "hak" dan "kesetaraan", namun feminisme akhir 1960-an menggunakan istilah "penindasan" dan "kebebasan". Istilah itu menjadi kata kunci untuk kalangan aktivis politik. Dalam perkembangan gerakan pembebasan (pembebasan kulit hitam, gay, pembebasan dunia ketiga, dsb.) tak terhitung nilainya bahwa feminisme itu menyatakan dirinya sebagai "gerakan pembebasan perempuan". Perubahan dalam bahasa merefleksikan suatu perkembangan pemikiran yang bermakna di dalam perspektif politik feminisme kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul istilah "penindasan" yaitu dari bahasa Latin yang artinya, "menekan atas" atau "menekan melawan". Maksudnya, seseorang yang ditekan mengalami pembatasan atas kemerdekaannya. Tidak semua pembatasan atas kemerdekaan individu bersifat penindasan. Seseorang tidak ditindas oleh fenomena alam yang sederhana, seperti kekuatan daya tarik bumi, salju, dan kekeringan. Malah, penindasan merupakan hasil perantaraan manusia. Secara manusiawi, itu memungkinkan pembatasan kemerdekaan terhadap seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua sifat yang membatasi kebebasan seseorang adalah penindasan. Penindasan harus bersifat tidak adil. Andaikata anda berada di sebuah kapal bersama sembilan orang lainnya, hanya ada enam porsi makanan, lalu makanan tersebut dibagi secara demokratis untuk kesepuluh orang yang ada dengan bagian yang sama, dan anda tidak dapat makan makanan satu porsi penuh. Maka, anda tidak dapat mengatakan bahwa hal ini sebagai bentuk pembatasan kemerdekaan anda atau bentuk penindasan. Sepanjang anda menerima pembagian itu secara adil. Oleh karenanya, penindasan adalah ketiakadilan yang membatasi kemerdekaan individu atau kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebasan ada hubungannya dengan penindasan. Pembebasan mewujudkan pembatasan atas penindasan. Jelas dari rumusan itu bahwa ada hubungan konseptual antara penindasan dan pembebasan. Di atas satu telapak tangan dan idealisme politik tradisional dari kemerdekaan dan keadilan pada sisi lainnya. Berbicara tentang penindasan dan pembebasan, tidaklah sederhana untuk memperkenalkan istilah baru kepada gagasan lama. Ketika konsep penindasan dan pembebasan dihubungkan secara konseptual pada dataran filosofis yang umum seperti kemerdekaan, keadilan dan kesetaraan yang tidak bisa direduksi tanpa kehilangan konsepnya.&lt;br /&gt;Pembicaraan tentang penindasan dan pembebasan tidak hanya memperkenalkan terminologi politik baru, namun sebuah perspektif baru dalam dunia politik. Sebuah perspektif menyaratkan kedinamisan daripada statis di masyarakat dan dipengaruhi oleh ide Marxis dari perlawanan kelas. Penindasan adalah beban pembatasan; yang menganjurkan bahwa masalah itu bukan hasil dari ketidakberuntungan, ketidaktahuan atau prasangka tapi lebih karena sebuah kelompok yang secara aktif mensubordinasi kelompok lain demi kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, berbicara masalah penindasan seperti komitmen para feminis menyangkut pandangan dunia yang mencakup sedikitnya dua kelompok dengan kepentingan yang berlawanan, antara penindas dan yang ditindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pandangan dunia yang menjelaskan bahwa perlahan-lahan pandangan dominan terhadap pembebasan bukan seperti yang dicapai oleh debat tradisional. Bahkan, kelompok menjadi hasil dari perlawanan politik.&lt;br /&gt;Proses pelawanan lebih dari akhir penindasan yang mengadvokasi kebebasan dan karakterisasi yang lengkap dari tujuan akhir. Hal itu melemahkan usaha untuk merencanakan utopia, dengan menyusun konsep apa yang akan dibebaskan haruslah menjadi revisi yang terus-menerus. Pengetahuan alami manusia termasuk sifat manusia makin berkembang. Kita memperoleh lebih banyak pengetahuan menuju kemungkinan akan kebajikan manusia dan mempelajari bagaimana manusia bisa meraih itu melalui peningkatan kendali terhadap diri kita dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeringan bukanlah kutukan Tuhan, melainkan hasil kegagalan untuk memperhitungkan konservasi air secara tepat. Penyakit dan kekurangan gizi tak lagi sesuatu yang tak bisa dihindari, melainkan hasil dari kebijakan sosial. Konsekuensinya, pembatasan yang dipandang sebagai kenyataan alami ditransformasi kedalam praktik penindasan. Secara bersamaan, wilayah kemungkinan kebebasan manusia diperluas. Pada prinsipnya, kebebasan bukanlah pencapaian akhir suatu keadaan melainkan proses eliminasi bentuk-bentuk penindasan yang muncul secara terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebebasan Perempuan dan Filosofi Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perspektif baru ini tidak berdiri sendiri, namun kesinambungan antara proyek feminis tradisional dan kontemporer. Dalam melihat kebebasan, kaum feminis kontemporer mengambil alih kepentingan pendahulunya dalam hal kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Perhatian terhadap filsafat politik artinya bahwa kalangan feminis tak dapat menghindari kontroversi filosofis yang umumnya menyelimuti penafsiran yang tepat atas konsep tersebut. Rupanya, ketidaksetujuan yang berkepanjangan terhadap apa yang seharusnya dilihat sebagai kebebasan, keadilan, dan kesetaraan telah mengarah pada karakter konsep ini sebagai "permainan esensi". Banyak filsafat politik dipandang sebagai seri usaha yang berkelanjutan untuk mempertahankan konsep alternatif tentang kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Dalam perkembangannya, penafsiran idealisme mendesak perempuan menutut kebebasan dalam wilayah filsafat politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ada akibat pelatihan. Dan lainnya sebagai sebuah usaha untuk me-"legitimasi" filsafat feminisme. Kalangan akademisi filsafat mencoba mendiskusikan isu feminis melalui istilah dan konsep yang lama dan umum. Secara berlawanan, diskusi di tingkat akar rumput kaum feminis non-akademisi berputar di sekitar masalah penindasan. Istilah ini telah melahirkan pertanyaan filosofis terkait dengan konsep penindasan dan kebebasan. Pertanyaannya: apakah sifat utama penindasan khusus terhadap perempuan itu? Apakah sifat penindasan itu berbeda-beda untuk masing-masing kelompok perempuan? Dapatkah perempuan sebagai individu menghapuskan penindasan itu? Jika perempuan yang ditindas, maka siapa yang menindasnya? Dapatkah pihak yang menindas tidak dikenal dan intensional? Dapatkah penindas mengalami penindasan? Dapatkan individu anggota kelompok penindas menahan diri untuk tidak menindas perempuan selama dia masih berada dalam kelompoknya? Untuk tiap pertanyaan tersebut kaum feminis kontemporer telah menyediakan jawaban yang meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsuf politik feminisme menggunakan kategori tradisional dan non-tradisional dalam menggambarkan dan mengevaluasi pengalaman perempuan. Dalam kasus ini, mereka sering melahirkan isu yang mungkin kelihatan asing bagi filsafat politik yang terbaru. Misalnya, mereka menanyakan tentang konsep cinta, persahabatan, dan seksualitas. Mereka membayangkan apa arti demokratisasi dalam pekerjaan rumah tangga dan perawatan anak. Bahkan, mereka menentang pandangan yang telah mengakar tentang kealamian hubungan seksual dan melahirkan anak. Tuntutan dan slogan mereka tidak akrab dan non-politis. Tuntutan atas "kendali terhadap tubuhnya", " penolakan menjadi obyek seks" dan "hak reproduksi". Mereka menyatakan bahwa "diri pribadi adalah politis".&lt;br /&gt;Dengan fokus ini, teori-teori feminis menggali kemungkinan memasukkan kategori politik di wilayah keberadaan manusia yang sampai kini dipertimbangkan. Oleh karena itu, refleksi kaum feminis terhadap kesetaraan perempuan tidak hanya mempertimbangkan kesetaraan kesempatan dan perlakuan istimewa untuk perempuan di berbagai lapangan, namun ganjaran yang setara untuk kehidupan keibuan atau bahkan yang disebut sebagai ibu bayi tabung. Dalam pekembangan isu ini, kaum feminis kontemporer memberi arah bagi filsafat politik. Lebih sederhana, hal ini menyediakan jawaban baru atas persoalan klasik. Mereka berusaha menunjukkan bahwa masalahnya telah dipahami sendiri secara sempit. Dalam proses itu, kembali pada pemasalahan klasik atau masalah baru, feminisme kontemporer menyediakan ujian untuk memenuhi keberadaan teori-teori politik karena teori politik tradisional terlihat tidak memadai. Maka dimulai dengan cara alternatif mengonsep kembali realitas masyarakat dan kemungkinan politik. Dengan mencoba memperluas wilayah tradisional filsafat politik, maka feminisme kontemporer menantang keduanya baik keberadaan teori-teori politik maupun konsep filsafat politik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum feminis kontemporer menaruh perhatian tertentu sehingga membedakannya dari kalangan non-feminis dan feminis awal. Perhatian ini mengandung makna bahwa terdapat "pembagian kerja" sehingga segelintir feminis menjawabnya dengan perlawanan politik dan yang lain dengan cara lain pula. Sebagian feminis bekerja dalam wilayah perhatian yang umum dan lainnya aktif di kelompok kiri atau pengorganisasian massa. Beberapa di gerakan kulit hitam dan lesbian. Berbagai pekerjaaan dan pengalaman hidup kaum feminis kontemporer menghasilkan aneka persepsi tentang realitas sosial dan penindasan perempuan. Keanekaragaman ini merupakan sumber kekuatan bagi gerakan pembebasan perempuan. Gelombang awal feminisme kadang dilihat melalui refleksi atas pengalaman perempuan kulit putih dari kalangan menengah ke atas. Perempuan kulit putih kelas menengah itu ditonjolkan secara kuat dalam gerakan perempuan kontemporer. Namun, perspektif ini ditantang oleh pandangan yang mencerminkan pengalaman yang sangat berbeda dari perempuan kulit berwarna, perempuan kelas pekerja, dan sebagainya. Pengalaman yang sangat kaya dan beraneka ragam di kaum feminis kontemporer memberikan pandangan segar atas masalah penindasan terhadap perempuan dan menyajikan perspektif dan pernilaian baru bagi gerakan pembebasan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selalu jelas, bagaimana pandangan dan perspektif baru itu seharusnya diterjemahkan kedalam teori femnis. Berpijak atas lokasi sosial yang berbeda, beberapa feminis mengalami aspek tertentu dari penindasan terhadap perempuan secara kritis, sementara yang lain dipengaruhi lebih cepat oleh aspek lainnya. Perbedaan persepsi atas penindasan itu sering dikembangkan melalui analisa sistematis yang dinilai berbeda satu sama lain. Misalnya, beberapa feminis yakin mendeklarasikan bahwa secara nyata perempuan ditindas oleh laki-laki. Yang lainnya, sedikit posisinya yang jelas. Mereka ditindas oleh laki-laki. Namun, penindasan khusus perempuan merupakan hasil dari sistem kapitalis. Meskipun mereka menggunakan istilah penindasan secara popular dan berusaha memutus hubungan munculnya pemikiran radikal, namun mereka berpendapat bahwa perempuan dan laki-laki ditindas oleh "sistem peran seks". Jelas bahwa feminisme kontemporer mencakup berbagai teori yang berkaitan dengan penindasan dan pembebaan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan kita tentang sifat manusia mempengaruhi cara kita mengonsep realitas masyarakat. Sehingga, cara kita memahami dan mempelajari realitas tersebut memperngaruhi pandangan kita tentang sifat manusia. Konsekuensinya, teori feminisme dipandang lebih baik sebagai jaringan tuntutan yang normatif, konseptual, empirik dan metodologis daripada sebagai sistem yang deduktif. Sebagai jaringan, terkadang disebut sebagai paradigma atau cara menyeluruh memahami realita dikaitkan oleh kondisi sejarah tertentu dan mencerminkan kebutuhan material kelompok masyarakat tertentu. (HG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber bacaan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alison M. Jaggar, Feminist Politics and Human Nature, Rowman &amp; Allanheld, USA, 1983.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© 2004 &lt;a href="http://www.kalyanamitra.or.id/"&gt;Kalyanamitra&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115564579251827903?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kalyanamitra.or.id' title='Feminisme sebagai Filsafat Politik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115564579251827903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115564579251827903&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115564579251827903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115564579251827903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/08/feminisme-sebagai-filsafat-politik.html' title='Feminisme sebagai Filsafat Politik'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115547408847948353</id><published>2006-08-13T19:38:00.000+07:00</published><updated>2006-08-13T20:01:29.103+07:00</updated><title type='text'>THE WORLD I KNOW..today!</title><content type='html'>"In generosity and helping others, be like a river. In compassion and grace, be like the sun. In concealing other's faults, be like the night. In anger and fury, be like dead. In modesty and humility, be like the earth. In tolerance, be like the sea. Either appear as you are, or be as you appear."&lt;br /&gt;(Mevlana Rumi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CAFE PERDIEM.. not CARPE DIEM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Fuck all the system, fuck all the religions. Fuck allbut MONEY .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I don't mind to fool  the moslems withtwisted, manipulated and that one sided fucking news.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I will do anything possible  if it can raise theMONEY. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I don't care about blasphemy to Christian's creed as long as it can turn into MONEY. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;That is why I print the Gospel of Judas and sell theda Vinci code books,  Gramedia said.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;bahkan seorang teman ku pernah menyebut seluruh media mainstream di Indonesia lebih percaya pada adagium &lt;strong&gt;BAD NEWS IS GOOD NEWS&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;hari ini informasi, berita, dan produk media (mainstream) di belahan dunia manapun adalah komoditas. kalaupun ada yang bersikukuh dengan etik jurnalistik, mari kita blejeti satu persatu selubung kepentingan industri media saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In recent decades, spectacle culture has evolved significantly. Spectacle culture has expanded in every area of life. Every form of culture and society more and more spheres of social life are permeated by the logic of spectacle. Opening years of the new millennium were rich in spectacle, making it clear that the construction of media spectacle in every realm of culture was one of the defining characteristics of contemporary culture and society.   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(selengkapnya baca: &lt;strong&gt;Understanding the media culture and spectacle culture&lt;/strong&gt; di &lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://yodha-sarasvati.blogspot.com/2006/05/understanding-media-culture-and.html" target="_blank"&gt;http://yodha-sarasvati.blogspot.com/2006/05/understanding-media-culture-and.html &lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;industri media berhasil menerobos sekat-sekat universalisme fungsi media bagi peradaban. bagi teman ku, yang kebetulan pernah mengecap nikmatnya bekerja pada industri media sekelas KOMPAS, kehadiran informasi abad ini bukan lagi menjadi kebutuhan personal pun komunitas dengan lokus-lokus kepentingannya. informasi tidak lain adalah komoditas budaya industri --yang sialnya sarat modal kapital dan kepentingan politik. masih beruntung KOMPAS di sebagian kaum menengah terdidik tetap mendapat hati terutama di hari sabtu dan minggu (info pekerjaan yang ditunggu-tunggu..wakakak!)&lt;br /&gt;selama ini kritik terhadap media, khususnya di Indonesia, lebih terfasilitasi justru di halaman media mainstream seperti KOMPAS, REPUBLIKA, SUARA PEMBARUAN, MEDIA INDONESIA etc. alih-alih demi kepentingan konsumen --lagi-lagi idiom industri-- dikedepankan, yang terjadi malah kita semakin jenuh dengan komentar bahasa langit.&lt;br /&gt;perang besar korporasi industri media telah menabuh genderangnya sejak media cetak berlomba-lomba memperluas jenis komoditasnya, dimulai --kalau tidak salah-- dengan mengudaranya METRO TV sebagai perluasan MEDIA INDONESIA. KOMPAS? baru-baru ini saja kelihatannya menyusul nikmatnya korporasi media semisal MNC (RCTI-GLOBAL-TPI) dan TNC (ANTEVE-STAR TV), menggandeng kreator-kreator muda TRANS TV dengan menyediakan lahan TV7 untuk digarap. menyusul korporasi JAWA POS dengan ribuan RADARnya yang masih bertahan dengan lokalitas JTVnya. selamat datang industri media.. modernitas ala pencerahan Eropa bilang: inilah kemajuan peradaban... inilah era kemenangan rasio dan rasionalitas... hati-hati nanti kepleset jadi sekedar rasionalisasi.. hahaha...&lt;br /&gt;mari kita rayakan saja bentuk-bentuk teratur dunia saat ini.. bentuk-bentuk keseragaman yang indah bagi manusia modern. butuh info yang sesuai keinginan dan kepentingan pribadi semata, tinggal pilih... meski untuk itu "aku" dan "kelompokku" menjadi lebih penting daripada "mereka".&lt;br /&gt;tokh, rejim informasi sekelas CNN harus tersipu tunduk malu dengan sekelompok jurnalis didikan BBC yang membelalakkan mata dunia pada era perang teluk beberapa waktu lalu. al-jazeera! yap, akhirnya hegemoni CNN pun harus digugat. bagaimana dengan KOMPAS? walah, buat yang satu ini seh.. agak lihai mendikte kemasannya. ada yang tahu bagaimana KOMPAS begitu tolerannya terhadap kelompok-kelompok intelektual "liberal" di Indonesia, khususnya yang masih muda, progresif dengan syarat non politis? walah.. berat.. berat... &lt;em&gt;too bad we are catholic&lt;/em&gt; jika harus bicara KOMPAS &lt;em&gt;the savior and avantgarde kepentingan&lt;/em&gt; "kita". ups, subyektif sekali neh...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;even KOMPAS and the other gigantic mainstream media in Indonesia&lt;/em&gt; punya banyak potensi melukai keadaban informasi publik, pastinya peran besar telah dilahirkan gratis untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KITA JADI KRITIS&lt;/strong&gt; membaca sebaran informasi yang disajikan mereka, lepas dari selubung gula-gula kepentingan ekonomi-politik industri media. dan boleh-boleh saja kita membuat media sendiri yang lebih jujur bicara subyektifitas, klaim-klaim nilai atas pembacaan terhadap kehidupan sehari-hari, tanpa iklan --propaganda komoditas-- dan batasan editorial politik redaksi. pertanyaannya sekarang: siapa yang mau memulai? dan darimana kita mulai? ... hiks hiks sedih deh kalau sudah sampai sini.&lt;br /&gt;aku memilih untuk mulai dari ungkapan jawa.. &lt;strong&gt;"titen"&lt;/strong&gt; yap, yoppie n tjatur boleh tertawa..hahaha... teman pesantren ku bilang dalam ungkapan arab &lt;strong&gt;"iqra"..&lt;/strong&gt; dan pelajaran sejarah bilang manusia di setiap era selalu menyatakan dalam bentuk produksi budaya &lt;strong&gt;"tanda"&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;"penanda"...&lt;/strong&gt; melihat dengan teliti dan penuh perhatian sama dengan membaca lebih jujur setiap pengalaman sama dengan memproduksi ingatan dengan bentuk-bentuk material yang berguna untuk siapa saja. milan kundera bilang: &lt;strong&gt;perjuangan melawan kuasa (yang menindas) adalah perjuangan ingatan melawan lupa... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;terima kasih banyak teman-teman memberikan ku "tanda" dan jejak-jejak humanisme subtil dalam gojeg kere, ungkapan spontan, bahkan pembicaraan serius pengalaman sehari-hari. bagiku itulah MEDIA.. bukan KOMPAS, Liputan 6 SCTV, CNN, dan media industri gosip-hiburan (infotainment)... anggap saja mereka adalah panel billboard penghias kota dan hiburan sesaat saat terjebak kemacetan dan kejumudan hidup.. terutama di kota tempat pertarungan budaya populer berada. wuih...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WORK HARD  PARTY HARD&lt;/strong&gt; banget neh.. welcome to &lt;strong&gt;PARANOIA&lt;/strong&gt; kata &lt;strong&gt;O-channel TV&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;walah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Don't Hate the MEDIA, Be The MEDIA!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;somebody tell me.&lt;br /&gt;why it feels more real when i dream&lt;br /&gt;than when i am awake?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;how can i know if my senses are lying?&lt;br /&gt;there is some fiction in your truth,&lt;br /&gt;and some truth in your fiction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to know the truth, you must risk everything.&lt;br /&gt;who are you?&lt;br /&gt;am i alone?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115547408847948353?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115547408847948353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115547408847948353&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115547408847948353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115547408847948353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/08/world-i-knowtoday.html' title='THE WORLD I KNOW..today!'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115547248494596426</id><published>2006-08-13T19:33:00.000+07:00</published><updated>2006-08-13T19:34:45.043+07:00</updated><title type='text'>TV-ku diperkosa (lagi!)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;TV-ku diperkosa (lagi!)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;sore hari, pada jam-jam tertentu, tidak semua anak bisa melonjak-lonjak kegirangan. saat sebagian populasi anak Indonesia menghabiskan waktunya menatap "kotak ajaib" bertajuk televisi, "dora..dora..!" yap, seribu bahkan sejuta anak terhipnotis untuk terus melahap setiap jalinan cerita dari belahan dunia lain. ada "dunia baru" disana, yang tidak setiap dari kita mampu memahami apa yang sedang menghantui imaji mereka. bisa jadi karena kita terlampau silap mata dengan angka-angka dan rasio belaka. lain waktu, ada "spongebob" dan bentuk-bentuk tubuh lain diluar kebiasaan akal tua kita. hanya mereka yang lebih bisa memahami dan menikmati "kucing dan anjing" dalam tubuh yang sama. sekali lagi, tidak semua bisa ikut bergerak meniru setiap olah tubuh yang tersaji di depan mata.&lt;br /&gt;waktu terus beranjak, jatah orang dewasa mengganti saluran kartun dengan setumpuk info sore hari yang penuh kekerasan, bencana, gosip selebritis dan kaum-kaum politikus bicara. sebagian yang lain berbagi cerita dengan anak-anak yang antusias menghamburkan kegembiraannya setelah "dora..dora.." dan "spongebob"nya. kegembiraan yang lain datang saat sinetron kesayangan menyapa kembali dengan jalinan kisah cinta dan sengsara yang bersitegang dengan azab dan kitab suci. seakan dipuaskan ketika orang berwatak jahat dan baik pun bisa tiba-tiba menjadi paling suci dengan mantra-mantra suci "bertobat sebelum menjadi soto babat" repot juga khan..&lt;br /&gt;hari-hari penuh dengan gambar bergerak dan imaji dunia yang saling bertabrakan. cuma dengan "kotak ajaib" abrakadabra... hopla.. berubahlah dunia! pun ketika tangis duka berlatar "you raise me up" menyelinap, ada banyak "penderma" menyajikan wajah si miskin papa dalam berbagai lomba mengais harap. ah, jangan lupa.. ada dunia penuh kritik dan intrik yang seringkali bersalut gula "ketawa" tiap senin malam.kita bisa ketawa, menangis, ketakutan dan geram hanya dengan menatap penuh perhatian "kotak imaji" nan ajaib di sepanjang hari. sambil sesekali menyalin penuh setiap kata-kata dan slogan promo yang menjadi kamus pergaulan terkini. coba saja, siapa yang tidak hapal "gitu loh.."&lt;br /&gt;media kertas dan suara tinggal menunggu waktu untuk ketinggalan jaman. karena disana tak ada gerak imaji.. sekali-kali bolehlah bernostalgia minum kopi panas dengan sarapan koran baru di pagi hari atau menyimak request lagu dari saluran radio (digital sekalipun). hanya dengan "kotak ajaib" kita bisa berganti-ganti dunia semudah menekan tombol papan ketik komputer atau handphone. harap ingat, sms-pun sekarang bisa dilakukan dengan "kotak ajaib" kita... setiap denyut nadi gerak imaji selalu dipacu disana. maaf, kalo sampai saat ini masih ada sosok bertajuk manusia yang belum pernah sekalipun mengalami perjumpaan yang indah dengan "kotak ajaib" dunia modern. bisa jadi Anda-lah manusia yang paling tua di peradaban lanjut usia dunia teknologi.&lt;br /&gt;dan pastinya hanya "kotak ajaib" pemenang satu-satunya saat ini ditengah derasnya "kotak-kotak ajaib" lain yang lebih kecil dan lengkap dengan kotak pandora yang sarat kenikmatan imaji.&lt;br /&gt;mari rayakan kemenangan "kotak ajaib" ini dengan menatapnya berhari-hari selama perayaan akbar tim sepakbola dunia satu bulan ke depan.&lt;br /&gt;mari kita melonjak-lonjak kegirangan sembari berteriak "dora..dora.."&lt;br /&gt;jangan lupa tegur sapa "kamu kuning..." alih-alih di jalan bertemu "spongebob"&lt;br /&gt;lupakan bencana di selatan jawa... tiap hari pasti ada bencana..&lt;br /&gt;toh, "kotak ajaib" lebih berhasil menggalang dana dan bantuan kemanusiaan ketimbang si manusianya sendiri...&lt;br /&gt;mari.. mari kita bergandengan tangan untuk mengenang perjumpaan langsung sesama manusia...&lt;br /&gt;toh, "kotak ajaib" telah menyediakan teleconference alias konferensi bertele-tele langsung dari tempat kejadian. mari ucapkan selamat untuk mbah Maridjan yang sempat menikmati layanan tercepat untuk jadi idola di "kotak ajaib" kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kotak ajaib"... jadikan aku manusia seutuhnya, seperti Tora Sudiro dan mbah Maridjan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[anyar cellular, grendeng 496 pwt; 08.06.2006 pkl.17:57]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115547248494596426?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115547248494596426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115547248494596426&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115547248494596426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115547248494596426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/08/tv-ku-diperkosa-lagi.html' title='TV-ku diperkosa (lagi!)'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-115087097994210227</id><published>2006-06-21T13:19:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T13:23:01.320+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS EKONOMI: Lebih Mandiri, tetapi Waspada</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Mandiri, tetapi Waspada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Faisal Basri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 Juni lusa kembali digelar pertemuan Consultative Groups on Indonesia atau CGI. Forum yang biasanya menyepakati utang baru bagi Indonesia itu tampaknya bakal berbeda. Kali ini pemerintah sudah berketetapan untuk tidak mengajukan utang baru. Yang akan diminta adalah penambahan hibah untuk penanggulangan bencana di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Penambahan hibah juga diharapkan berasal dari pengalihan pinjaman yang telah disepakati untuk dialihkan bagi pembiayaan rekonstruksi pascagempa (Kompas, 10 Juni 2006, halaman 17).&lt;br /&gt;Bagaimana seandainya jumlah hibah yang didapat tak mencukupi kebutuhan? Apakah pemerintah akan menerima tawaran utang baru untuk menutupi kekurangannya? Kita harus punya sikap tegas, yakni tak akan membiayai rekonstruksi pascagempa dengan utang luar negeri. Di luar bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional, kita harus mampu membiayainya sendiri. Sudah saatnya kita meningkatkan kemampuan sendiri. Momentum bencana alam kita manfaatkan untuk memacu penerimaan dalam negeri, misalnya dengan menaikkan nisbah pajak (tax ratio) sebesar 0,3 persen sehingga bisa menambah penerimaan negara sekitar Rp 9 triliun. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi untuk menunda proses rekonstruksi karena alasan kekurangan dana.&lt;br /&gt;Perubahan sikap pemerintah agaknya tidak akan mengganggu, apalagi mengancam, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2006. Tanpa komitmen utang baru sekalipun, pemerintah masih tetap bisa menutup defisit APBN dari pembiayaan luar negeri, yakni dari utang yang telah disepakati tetapi belum dicairkan. Jumlahnya sangat besar, yaitu 18,5 miliar dollar AS.&lt;br /&gt;Jika pemerintah konsisten dengan sikapnya yang terakhir ini, niscaya kita tak akan menambah utang baru sehingga total utang turun lebih cepat. Langkah ini selaras dengan komitmen politik bangsa untuk terus mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri sebagaimana telah kita laksanakan selama pemerintahan pascareformasi. Pada tahun 2005, rasio total utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (PDB) adalah 50 persen, yang berarti sudah terpangkas cukup banyak dibandingkan posisi tahun 2000 yang masih 84 persen. Tanpa utang baru, nisbah utang terhadap PDB tahun 2006 diperkirakan turun tajam menjadi sekitar 40 persen.&lt;br /&gt;Jika kecenderungan demikian tetap bisa dipertahankan, tak ada alasan sama sekali untuk khawatir kita akan masuk ke dalam perangkap utang. Akan lebih baik lagi jika kita memperoleh fasilitas pengurangan utang. Untuk itu kita harus menyusun strategi diplomasi tersendiri dengan melibatkan organisasi nirlaba yang selama ini sangat aktif memperjuangkan pengurangan utang di fora internasional. Sekalipun barangkali keberhasilannya lebih kecil ketimbang beberapa negara berkembang yang telah menikmatinya, tak ada salahnya kita terus mencoba. Salah satu kunci keberhasilan terletak pada kemampuan kita untuk membuktikan praktik korupsi masa lalu di peradilan.&lt;br /&gt;Agenda mendesak dalam jangka pendek dan menengah adalah merapikan manajemen utang luar negeri dan manajemen proyek sehingga kita bisa mengoptimalkan outstanding debt yang sudah diikat dengan komitmen, seraya kita mengingatkan pemerintah untuk tidak meningkatkan utang luar negeri dengan menerbitkan obligasi global secara proporsional dengan penurunan jumlah utang bilateral dan multilateral. Bagi kita, pengurangan stok utang luar negeri juga termasuk utang ke pasar uang internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ancaman lain&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adakah ancaman lain terhadap APBN 2006? Sementara kalangan khawatir bahwa target penerimaan pajak tak akan terpenuhi karena beberapa korporasi pembayar pajak yang besar mengalami kemunduran usaha, terutama di sektor manufaktur yang memang belakangan ini pertumbuhannya sangat rendah. Kekhawatiran tersebut cukup beralasan dan patut diantisipasi. Namun, sekalipun, katakanlah, pertumbuhan ekonomi tahun 2006 lebih rendah dari tahun 2005, tampaknya sepanjang masih bisa mencapai di atas 5 persen, penerimaan dari pajak masih bisa mencapai target. Dengan penyegaran di jajaran Direktorat Jenderal Pajak baru-baru ini, kita optimistis mereka bisa sedikit lebih bekerja keras.&lt;br /&gt;Ancaman dari kenaikan harga minyak tampaknya untuk sementara waktu bisa diabaikan. Hal ini karena volume impor minyak yang turun sehingga kita tak lagi sebagai pengimpor neto.&lt;br /&gt;Tekanan terhadap APBN juga akan berkurang jika nilai tukar rupiah tetap bertengger di bawah asumsi APBN sebesar Rp 9.900 per satu dollar AS. Penghematan terutama didapat dari pembayaran bunga dan cicilan utang luar negeri. Patut dicatat, pembayaran cicilan utang luar negeri pada tahun 2006 jauh lebih besar dari penarikan pinjaman baru.&lt;br /&gt;Bertolak dari gambaran tadi, bisa kita simpulkan APBN 2006 jauh lebih sehat ketimbang bayang-bayang risiko besar yang menyelimuti APBN 2005 sebelum pemerintah menaikkan harga BBM pada Oktober 2005.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak lengah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berkurangnya ancaman dari sisi fiskal (APBN) tak boleh membuat kita lengah. Perekonomian kita masih jauh dari kokoh untuk menghadapi tekanan, terutama dari gejolak eksternal. Tengok saja pergerakan rupiah dalam sebulan terakhir yang anjlok cukup tajam. Demikian pula indeks harga saham yang dalam kurun waktu kurang dari satu bulan terpangkas 20 persen.&lt;br /&gt;Cadangan devisa kita memang terus meningkat tajam hingga mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah sebesar 44 miliar dollar AS di akhir Mei 2006. Namun, kita harus menyadari, peningkatan cadangan devisa itu tak banyak yang berasal dari keringat kita dalam bentuk peningkatan ekspor dan keberhasilan kita memperbaiki iklim investasi.&lt;br /&gt;Segala tindakan pemerintah sekecil apa pun harus diperhitungkan dengan saksama.&lt;br /&gt;Membayar sisa utang ke IMF sekaligus tahun ini memang akan menambah kemandirian Bangsa. Namun, kalau biayanya sangat mahal, kita bisa merealisasikannya tahun depan.&lt;br /&gt;Kita pun sudah lama berharap suku bunga bisa diturunkan. Namun, di tengah hampir semua negara maju sedang bergerak menaikkan suku bunga dan tekanan inflasi yang belum berhasil kita jinakkan, BI tampaknya untuk sementara harus tegar menerima kritikan dunia usaha yang mendesakkan penurunan suku bunga segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mandiri memang tak bisa gratisan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas, Senin, 12 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-115087097994210227?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kompas.com/kompas-cetak/0606/12/utama/2727521.htm' title='ANALISIS EKONOMI: Lebih Mandiri, tetapi Waspada'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/115087097994210227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=115087097994210227&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115087097994210227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/115087097994210227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/06/analisis-ekonomi-lebih-mandiri-tetapi.html' title='ANALISIS EKONOMI: Lebih Mandiri, tetapi Waspada'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-114858375543131372</id><published>2006-05-26T01:07:00.001+07:00</published><updated>2006-05-26T02:02:35.483+07:00</updated><title type='text'>‘GLOBALISASI’, NEO-LIBERALISME  DAN DORONGAN-DORONGAN KEMUNDURAN EKONOMI KAPITALIS</title><content type='html'>&lt;strong&gt;‘GLOBALISASI’, NEO-LIBERALISME  DAN DORONGAN-DORONGAN KEMUNDURAN EKONOMI KAPITALIS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Oleh : Doug Lorimer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang digembar-gemborkan para ekonom, sosiolog, para guru manajemen, wartawan dan politisi borjuis semua tipe bahwa kita saat ini hidup dalam era sejarah baru dimana ekonomi nasional, budaya nasional dan batas-batas  kenegaraan  sudah kehilangan makna dan luntur oleh sebuah proses “globalisasi” yang cepat dan baru.&lt;br /&gt;Sentral diskursus mutakhir ini adalah  klaim bahwa sebuah “ekonomi yang benar-benar global” telah muncul atau sedang muncul dimana keyakinan kebijakan ekonomi dan negara dengan demikian tidak relevan. Ekonomi dunia sekarang didominasi oleh korporasi-korporasi  yang telah meng-internasionalisasikan  aktivitas mereka untuk semacam perluasan, bahwa pembawa produksi dan penjualan ke begitu banyak negara, bahwa mereka tak punya kesetiaan  terhadap suatu negara-bangsa khusus dan akan menempatkan investasi dan operasi mereka dimanapun dalam pasar “global” dimana mereka mendapat penghasilan tertinggi. Modal besar sekarang begitu tanpa kaki dan mobil sehingga usaha apapun  oleh pemerintah-pemerintah  nasional atau gerakan buruh di suatu negara khusus  untuk menerapkan kebijakan-kenijakan  atasnya sehingga peningkatan biaya akan terdorong untuk dihapus dari negara tersebut dan merelokasi operasi-operasinya di tempat lain, yang mana biayainya lebih murah. &lt;br /&gt;Dalam gerakan buruh argumen-argumen tersebut juga menjadi laku, melahirkan pejabat-pejabat serikat buruh dengan merasionalkan pentingnya kaum buruh menerima potongan gaji, kondisi kerja dan tunjangan-tunjangan sosial dalam rangka mendapat kerja. Konsep globalisasi juga telah memenangkan  persetujuan diantara  mantan penganut kiri radikal yang beralasan bahwa modal besar sekarang begitu mobil dan kuat, dan negara-negara nasional begitu lemah jika dibandingkannya, sehingga tidak penting bagi kelas pekerja untuk merebut kekusaan negara.&lt;br /&gt;Teranglah, jika pikiran para globalis benar lalu para Marxis revolusioner  melalui dunia akan terkonfrotir dengan kebutuhan mengkaji ulang secara radikal kensepsi strategik mereka. Tapi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Korporasi Transnasional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Laporan Investsai Dunia 1993 yang diterbitkan Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ada 37.000 korporasi transnasional, yang mana memiliki 170.000 anak perusahaan di luar negeri. 90% dari korporasi-korporasi transnasional tersebutkantor-kantor pusat di negara-negara maju.&lt;br /&gt;Dengan menggabungkan data dari berbagai sumber, seorang akademisi Ingris Paul Hirst dan Graham Thompson, dalam buku mereka yang baru saja terbit Globalization in Question, mencatat  penjualan dan aset korporasi-korporasi transnasional yang maha besar jumlahnya  itu terkosentrasi di negara atau regional “rumah” mereka, “disamping semua spekulasi mengenai globalisasi”.&lt;br /&gt;Bagi korporasi-korporasi transnasional sektor manufaktur dengan kantor pusat mereka yang ada di Amerika Serikat pada tahun 1987, 70% dari penjualan mereka dan 67% dari aset mereka ada di Amerika Serikat sendiri. Sebagian besar dari sisa penjualan dan aset mereka pada tahun 1987 ada di Eropa dan Kanada. Bagi korporasi-korporasi transnasional yang berpusat di Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang jasa, 93% penjualan dan 81% aset mereka ada di Amerika Serikat pada tahun 1987.&lt;br /&gt;Bagi korporasi-korporasi transnasional yang berpusat di Eropa Barat, terjadi distribusi penjualan dan aset mereka secara lebih luas, tetapi antara 70-90% diantaranya ada di negara “induk” dan negara-negara Eropa Barat lainnya. Bari korporasi-korporasi transnasional yang bergerak dalam bidang manufaktur yang berpusat di Jepang, 75% dari penjualan mereka pada tahun 1993 ada di Jepang, begitu juga 97% aset mereka.&lt;br /&gt;Antara tahun 1987 dan 1993, terjadi perkembangan konsentrasi oleh para korporasi transnasional terhadap aset mereka di negara “induk” masing-masing, ketimbang trend ke arah “globalisasi”. Dus, korporasi-korporasi trnasnasional yang berpusat di Inggris yang bergerak dalam bidang manufaktur memiliki 52% dari aset mereka ada di Ingris pada tahun 1987, tetapi 62% dari aset mereka berada di Ingris pada tahun 1993. Kroporasi-korporasi transnasional yang berpusat di Jepang yang bergerak dalam bidang manufaktur meningkatkan  penempatan  aset mereka di Jepang dari 64% pada tahun 1987 menjadi 75% pada tahun 1993, sementara korporasi-korporasia transnasioal yang berpusat di Jepang yang bergerak dalam bidang jasa menempatkan  asset mereka di Jepang meningkat dari 77% pada tahun 1987 menjadi 92% pada tahun 1993. Korporasi-korporasi yang berpusat di Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang manufaktur mengalami peningkatan  penempatan aset mereka di Amerika Serikat dari 67% pada tahun 1987 menjadi 73% di tahun 1993.&lt;br /&gt;Dari statistik di atas kita dapat melihat bahwa, jauh dari apa yang disebut sebagai penyebaran aset dan penjualan mereka sekalipun menyeberangi bola bumi, justru korporasi-korporasi transnasional telah memusatkan baik produksi dan penjualan komoditi mereka di negara-negara “induk”. Dan dimana mereka telah meng-internasionalisasikan operasi-operasi mereka ini telah terkosentransi di negara-negara kapitalis maju lainnya. Ini mencerminkan adanya distribusi yang sangat tidak merata (uneven)  dalam hal investasi langsung dan perdagangan dalam skala global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Distribusi Investasi dan Perdagangan Global&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1992 total stok investasi langsung luar negeri seluruh dunia adalah sebanyak US$2 Trilyun. Korporasi-korporasi transnasional mengontrol stok ini membuahkan penjualan sebesar US$5.5 Trilyun di seluruh dunia. Peringkat 100 besar korporasi transnasional memiliki sepertiga dari stok ini. 60% dari investasi langsung luar negeri oleh korporasi-korporasi transnasional adalah berhubungan dengan sektor manufaktir, 37% jasa dan hanya 3% dengan output produk-produk primer, seperti bahan mentah dari tambang dan pertanian.&lt;br /&gt;Distribusi stok investasi langsung luar negeri secara geografis sungguh-sungguh tidak merata. 75% diantaranya berlokasi di negara-negara kapitalis maju, secara prinsip di Amerika Utara, Eropa Barat dan Jepang, yang tertacat hanya 14% dari populasi penduduk dunia. Sisannya, 25% dari investasi langsung luar negeri, 66%nya ditempatkan di 10 negara “sedang berkembang” yang utama --Argentina, Brazil, China, Hong Kong, Malaysia, Mexico, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dam Singapura. Negara-negara ini tercatat merupakan populasi 29% dari penduduk dunia. Namun, dengan termasuknya China didalamnya, dengan populasinya yang 1,2 Milyar orang, statistik ini menggambarkan underestimasi mengenai ketidakmerataan yang riil dalam hal distribusi investasi langsung luar negeri secara global. Investasi luar negeri langsung mengalir ke China sangat terkosentrasi di propinsi-propinsi pesisir, plus Beijing.  Jika ini dimasukkan sebagai faktor, nampak bahwa 91,5% dari stok investasi asing langsung global terkosentrasi di wilayah-wilayah bumi ini yang hanya dihuni oleh 28% penduduk.&lt;br /&gt;Selain itu ada juga ketidakmerataan secara geografis dalam hal arus investasi luar negeri secara langsung. 60% dari investasi internasional mengalir di antara  “Trio”  imperialis Amerika Utara, Eropa Barat dan Jepang. Dari sisanya 40% dari aliran investasi langsung luar negeri --sekitar US$34 Milyard di tahun 1990-1993-- 56% nya pergi ke Asia Timur dan 32% nya ke Amerika Latin.  Bukan hanya negara-negara imperialis Amerika Utara, Eropa Barat dan Jepang yang merupakan organisator dan tujuan utama investasi langsung luar negeri, pola aliran investasi langsung luar negeri nagara-negara non-Triad   juga memperlihatkan pol ayang amat terkosentrasi. Dus, begitu besar investasi langsung luar negeri negara-negara non-Triad dari Jepang, Asia timur adalah tujuan utama. Bagi investasi langsung luar negeri Eropa Barat untuk negara-negara non-Triad, tujuan utamany aadalah Eropa Timur, Brazil, Afrika Utara dan Barat.&lt;br /&gt;Kosentrasi secara geografis dalam hal akumulasi stok dan aliran investasi langsung luar negeri dapat diparalelkan dengan ketidakmerataan  secara geografis dari pola perdagangan global. Pada tahun 1992, total ekspor seluruh dunia adalah US$3.7 Trilyun. 69% dari ekspor seluruh dunia pergi ke anggota negara-negara Triad  imperialis dan selanjutnya 14% daris eleuruh ekspor dunia menuju ke 10 besar Negera Dunia Ketiga terpenting dalam term aliran investasi langsung luar negeri. Berarti, 84% dari perdagangan seluruh dunia adalah hanya diantara wilayah-wilayah bumi yang hanya dihuni oleh 28% penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Marginalisasi Negara-negara Terbelakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata lain, sebagian besar mayoritas negara-negara di dunia, yang dihuni oleh hampir tiga per empat penduduk dunia --sekitar 3,8 Milyar orang-- tidak hanya tertulis dalam peta seperti halnya yang menjadi  konsern perdagan dunia, mereka secara lengkap termarjinalisasi sebagai halnya yang dikonsernkan perdagangan dunia. Jalan utama dimana mereka “terintegrasi” ke dalam ekonomi kapitalis global adalah melalui laporan pembayaran sebesar US$40 Milyar yang mereka buat dalam pembayaran dan servis hutang bagi bank-bank dan pemerintahan anggota Triad imperialis.&lt;br /&gt;Tetapi sementara  servis hutang mereka memberikan tanggungjawab besar bagi pembangunan ekonomi dan sosial mereka, sekalipun hutang ini hanyalah merupakan bagian marjinal dari hutang seluruh dunia. Pada tahun 1990, jumlah keseluruhan dari hutang yang dimiliki pemerintah-pemerintah lokal dan pusat, bisnis rumah tangga dan non-finansial di seluruh Amerika Serikat  sendiri adalah sebesar US$10,6 Trilyun --hampir 10 kali total hutang negara-negara Dunia Ketiga.&lt;br /&gt;Dus, bagi mayoritas penduduk bumi ini, tempat mereka dalam pasar “global”  mirip propinsi-propinsi terbelakang imperium Romawi pada masa epos kemunduran dan kehancuran corak produksi (mode of production) perbudakan --dirampok dan dimiskinkan untuk memperkaya orang-orang yang berkuasa dan kaya yang tinggal di pusat imperium.&lt;br /&gt;Contoh di atas menggambarkan distribusi investasi langsung luar negeri, perdagangan, aset dan penjualan dari perusahaan-perusahaan transnasional memperagakan bahwa, bagi segala intens dan tujuan, adalah negara-negara imperialis yang menyatakan keanggotaan ekonomi “global”, jika entitas semacam itu dapat benar-benar dinyatakan  untuk eksis.&lt;br /&gt;Ekonomi kapitalis dunia terstruktur meliputi tiga blok persaingan perdagangan dan investasi yang terpusat di negara-bangsa imperialis, yaitu Eropa Barat, Amerika Utara dan Jepang. Kekuasaan mayoritas korporasi-korporasi transnasional masih hanya beroperasi di sejumlah kecil negara --secara prinsip di negara-negara “induk” mereka dan di negara-negara “berupah tinggi” lain diantara Triad imperialis.&lt;br /&gt;Bertentangan pernyataan sekalipun yang dibuat  oleh dalil-dalil dalam thesis globalisasi, korporasi-korporasi transnasional tidak mengatur investasi mereka ke wilayah-wilayah bumi dimana upah buruh paling murah. Tidak ada dorongan besar korporasi-korporasi transnasional yang berbasis di Jerman, dimana rata-rata tingkat upahnya sebesar $25 per jam, ke cabang-cabang industri di India yang tak ada serikat buruhnya, dimana tingkat upah rata-ratanya hanya 40 Sen per jam. Faktanya, komponen manufaktur investasi langsung luar negeri dari korporasi-korporasi transnasional secara meningkat diarahkan ke cabang-cabang industri dengan tingkat pembelanjaan modal tetap tinggi, dengan tenaga kerja yang lebih sedikit tapi lebih terlatih (sklilled), dan dengan demikian tingkat upahnya relatif  lebih tinggi (semisal industri kimia, otomotif dan elektronik) dan menjauh dari cabang-cabang industri yang ber-skill rendah, upah-murah dan padat karya semacam tektil, pakain dan sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;‘Divergensi’, bukan ‘konvergensi’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Laporan Pembangunan Dunia 1995, Bank Dunia memperingatkan “ adalah bodoh jika memprediksikan bahwa perbedaan antara negara-negara kaya dan miskin akan secara cepat melalui konvergensi, ataupun meningkatkan  (upward) ( standar upah dan kondisi hidup negara-negar miskin menjadi sama dengan yang di negara-negara maju) atau menurun (sebaliknya)”.&lt;br /&gt;“Convergensi”, begitu ditulis dalam laporan tersebut, “ adalah sebuah catatan yang ditujukan kepad para ekonom, yang mendogma pada teori [maksudnya, teori mengenai persaingan sempurna dalam wilayah  tingkat-permainan  dimana semua pemilik komoditas seimbang --DL], dan mengerikan bagi para populis di negara-negara kaya, yang melihatnya sebagai ancaman bagi pendapatan mereka. Pengalaman yang lalu, bagaimanapun, dukungan ataupun harapan terhadap yang terdahulu atau ketakutan terhadap yang berikutnya...Diatas  segalanya, divergensi, bukan konvegensi, telah menjadi hukum...”.&lt;br /&gt;Lebih jauh : rata-rata pendapatan per kapita negara-negara kaya adalah 11 kali pendapatan per kapita negera-negara miskin pada tahun 1870, meningkat menjadi 38 kali pada tahun 1965, dan 58 kali pada tahun 1985.&lt;br /&gt;Diantara sekitar jumlah tenaga kerja global sebesar 2,5 Milyar orang, 59% sekarang berada di tempat yang oleh Bank Dunia  golongkan sebagai “negara-negara dengan upah murah”, 27% di “negera-negera dengan upah menengah” dan hanya 15% yang tinggal di “negara-negara dengan upah mahal”. Itu adalah proyeksi 30 tahun lalu, hanya 10% dari tenaga kerja global yang akan tinggal di “negara-negara dengan upah mahal”. Disamping itu, laporan Bank Dunia tersebut menjatuhkan ide bahwa sebuah “pasar bebas” global yang “terintegrasi’ pasti akan menghasilkan kenvergensi bagi para buruh seluruh dunia. Berikut adalah contoh tipikal dari laporan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cerita-cerita mengenai hilangnya integrasi sering menjadi headline: bagaimana Joe kehilangan pekerjaan karena persaingan dengan orang-orang miskin Mexico seperti Maria, dan bagaiaman upah dia (Maria) menurun karena adanya ekspor murah dari China. Tetapi Joe sekarang mempunyai pekerjaan yang lebih bagus, dan ekonomi Amerika Serikat telah mendapat untung dengan adanya ekspor yang meluas k eMexico. Standar kehidupan Maria telah meningkat, dan anaknya dapat mengharapkan masa depan yang lebih baik. Produktifitas dua pihak buruh tersebut meningkat dengana danaya peningkatan investasi, bagian yang terdanai dengan meningkatkan tabungan buruh di negara lain, dan dana pensiun Joe akan dibayar lebih tinggi melalui kesempatan diversifikasi dan investasi baru.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Laporan  yang sama, ternyata, secara faktual dinyatakan: “Ketidakseimbangan antara laki-laki dan perempuan, antara kelompok-kelompok etnik, dan antara wilayah geografis secara khusus bersifat kekerabatan...Wilayah  miskin, semacam negara bagian Chiapas di Mexico, selalu tetap miskin secara relatif sekalipun ekonomi seluruh dunia meningkat”!&lt;br /&gt;Cerita singkat Bank Dunia mengenai Joe dan Maria, tentu, tidak menceritakan kepada kita menganai sesuatu hal yang realistis terhadap kehidupan umumnya seorang “Joe” di Amerika Serikat ataupun kehidupan  umumnya seorang “Maria” di Mexico. Ini memang sengaja dirancang untuk mengaburkan fakta bahwa daya beli dari upah buruh-buruh non-supervisory di AS telah jatuh sejak tahun 1973 sapai pada level tahun 1950an, dan rata-rata upah riil di Mexico jatuh hampir 50% selama tahun 1980-an dan standar hidup mayoritas rakyat Mexico sekarang lebih rendah dibanding sebelum Perang Dunia II dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Internasionalisasi Modal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Tak diragukan lagi, ada tendensi yang kuat ke arah internasionalisasi modal pada beberapa dekade terakhir ini.   Munculnya korporasi transnasional akhir-akhir ini sebagai bentuk dominan organisasi modal besar dibawah kapitalisme monopolis terbaru adalah merupakan buktinya. Tetapi untuk memahami dinamika riil dari tendensi ini adalah penting sekali untuk tidak mengacaukan antara internasionalisasi produksi dan penjualan komoditi  (misalnya, internasionalisasi produksi dan realisasi nilai lebih (surplus value)) dengan internasionalisasi kekuasaan mengendalikan modal (misalnya, sentralisasi secara internasional terhadap modal).&lt;br /&gt;Internasionalisasi realisasi nilai lebih, misalnya internasionalisasi penjualan komoditas adalah sebuah tendensi yang sifatnya inheren dalam kapitalisme, tetapi ia telah berkembang sangat berbeda dalam sejarah corak produksi ini. Dengan perkataan yang lebih luas, internasionalisasi meningkat dari sejak awal abad 19 sampai permulaan Perang Dunia I (waktu itu, ekspor meningkat dari dari 3% dari out put seluruh dunia pada tahun 1800 menjadi 16% pada tahun 1913). Ini jatuh lagi selama gelombang depresi panjang yang menyebabkan tahun-tahun dua Perang Dunia dari 1913 sampai 1939. Ini mulai mendaki lagi pada periode setelah Perang Dunia II --tetapi hanya mencapai 15% dari output dunia pada tahun 1990. Hal yang mirip, stok investasi langsung dunia yang terakumulasi, pada tahun 1913, ekuivalen dengan 12% out put seluruh dunia, tetapi pengalaman dari kemunduran di masa tahun-tahun  antar dua Perang Dunia; tahun 1990, masih tetap tidak lebih dari 10%.&lt;br /&gt;Sebelum Perang Dunia II, hanya ada internasionalisasi yang sifatnya marginal dalam hal produksi nilai lebih, diluar bahan mentah utama. Berarti, sangat sedikit perusahan besar yang membelanjakan modal konstan dan variabel nya diluar negara-negara “induk” mereka. Ini mulai berubah setelah Perang Dunia II, karena perusahaan-perusahaan besar berbasis di negara-negara kapitalis maju --terutama, perusahaan yang berbasis di AS-- mulai menginvestasikan dalam bidang manufaktur luar di negeri, atau dengan cara mendirikan perusahaan-perusahaan yang dimiliki anak cabang mereka di negara asing atau melalui cara membeli perushaan-perusahaan manufaktur asing. Sejak tahun 1960-an, ini telah mulai menjadi fenomena umum bagi pemodal  besar di seluruh negara-negara kapitalis maju, yang mana untuk pertama kalinya secara aktual mencetak semuah frame-work internasional dengan cepat bagi persaingan modal.&lt;br /&gt;Namun demikian, pembelanjaan  internasionalisasi modal adalah tidak perlu kongruen dengan internasionalisasi kepemilikan modal, yakni fusi modal-modal dari berbagai bangsa menjadi korporasi-korporasi multinasional yang bersifat genuin, misalnya, perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh kapitalis dari berbagai bangsa dimana kewenangan mengatur modal korporasi tersebut tidak berada dalam tangan kapitalis  satu bangsa tertentu. Diluar Eropa Barat, ada sedikit bukti bahwa fusi modal internasional semacam itu sudah atau sedang mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kekuasaan Negara dan Persaingan Antar-Imperialis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika benar-benar ada proses fusi modal besar secara internasional kita akan dapat melihat sautu dalil menurunnya persaingan antar-imperialis, yakni, perbedaan kepentingan ekonomi diantara pemilik-pemilik modal dari berbagai bangsa akan cenderung menghilang dan ini akan mencerminkan  menurunkan penggunaan kekuasaan negara-negara imperialis untuk mempertahankan dan memperluas kepentingan kelompok-kelompok kapitalis nasional (AS, Eropa dan Jepang) melawan satu sama lainnya. Sekalipun dalam kasus semacam ini,tentunya, kekuasaan negara imperialis akan tidak  saja sekedar “melenyap”.&lt;br /&gt; Semua itu akan melenyap adalah peranannya sebagai instrumen persaingan antar-imperialis. Peranan negara adalah sebagai pusat pertahanan kepentingan bersama dari para pemilik modal imperialis dalam perjuangan kelas antara modal dan tenaga kerja akan lantang dibandingkan sebelumnya.&lt;br /&gt;Lagi, tak ada bukti perihal adanya kemunduran peranan negara-bangsa imperialis sebagai senjata persaingan antar-imperialis. Sebaliknya, semenjak akhir perang dingin  telah terjadi intensifikasi penggunaan kekuasaan negara imperialis, khususnya oleh para kapitalis AS, untuk meningkatkan kepentingan ekonominya melawan rival dari Jepang dan Eropa Barat. Contoh yang paling besar adalah konflik dalam hal perjanjian Helms-Burton  dalam  Kongres AS. Perjanjian tersebut mengijinkan mantan pemilik perusahaan yang diambil alih oleh negara buruh Kuba untuk memboikot perdagangan luar negeri dengan Kuba sebagai kompensasinya. Ini tidak hanya mendorong gelombang protes dari pemerintah-pemerintahan imperialis lain, yang telah menolak menyetujui sanksi hukum terhadap cabang-cabang perusahaan AS di negara-negara masing-masing.&lt;br /&gt;Undang-undang Helms-Burton tidak sekedar membantu dalam hal mengetatkan blokade ekonomi AS terhadap negara sosialis Kuba. Ini dirancang oleh para lawyer dari perusahaan penyulingan alkohol Bacardi, yang terkenal dengan rum putihnya (non-Kuba). Sasaran utama Bacardi adalah perusahaan Pernod-Richard dari Perancis, yang telah melakukan negosiasi yang menghasilkan deal-deal besar bagi Kuba untuk menyediakan sulingan rum bagi operasi pasar seluruh dunia perusahaannya.&lt;br /&gt;Persaingan ekonomi terbuka antara korporasi-korporasi transnasional AS dan Eropa Barat juga berakar pada perjanjian D’Amato-Kenedy  yang menyetujui  sanksi pengadilan AS  terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi dan perdagangan untuk bidang minyak dengan Iran dan Libya. Perusahaan-perusahaan  ini termasuk Total dari Perancis, konglomerat minyak dan gas Italia Agip, Petrofina dari  Belgia dan Verba dari Jerman. Perusahaan lain yang jadi sasaran adalah ENI, perusahaan negara Italia yang bergerak dalam bidang energi, yang telah menginvestasikan sebanyak US$6 Milyar dalam pembangunan pipa gas Libya. Dalam menanggapi isi perjanjian D’Amato-Kennedy oleh Kongres AS, Komisi Eropa menerapkan sebuah “black list” perusahaan-perusahaan AS untuk dijadikan sasaran untuk sanksi balasan oleh pengadilan-pengadilan di Eropa.&lt;br /&gt;Konflik dan rivalitas antara imperialis AS dan Perancis secara terbuka termanivestasikan selama kejadian baru-baru ini di Zaire. Selama Perang Dingin, Washinton, yang mana menjumpai sumberdayanya macet di tempat lain, tunduk pada kelanjutan militerisme  Perancis, dominasi diplomasi dan ekonomi pada bekas koloninya di Afrika. Tetapi, dengan berakhirnya Perang Dingin, Washinton tidak mau lagi membiarkan modal Perancis mempunyai akses istimewa  negara-negara yang kaya tambang  di kawasan Afrika Francofon seperti Zaire. Sejak jatuhnya rejim  suku Hutu yang di-baking Perancis tahun 1994, Washinton telah meningkatkan kebencian rejim baru terhadap Perancis untuk memperkokoh pengaruh diplomatiknya di Afrika tengah dan timur. Washinton secara terbuka menentang  usaha-usaha Perancis untuk bersama-sama menempatkan kekuatan militer untuk intervensi di Zaire timur guna memproteksi orang-orang Zaire dan kerabatnya dari suku Hutu Rwanda dari serangan pemberontak Zaire. Dalam rangan menentang rencana Perancis tersebut, juru bicara kementerian luar negeri AS Nicholas Burns menyatakan: “ Beberapa orang di Paris nampak hidup dibawah angan-angan  bahwa bagian tertentu dari Afrika dapat dipesan atau didominasi oleh kekuatan kolonial tertentu ...Itu adalah pernyataan yang mundur jauh ke belakang. Waktunya telah lewat saat...kekuatan asing dapat melihat keseluruhan kelompok di negara-negara lain sebagai dominasi pribadi mereka.”&lt;br /&gt;Ketika datang persaingan antar-imperialis  untuk akses terhadap pasar dan peluang investasi sama sekali tidak ada garis pemisah antara penggunaan kekuatan hukum, diplomatik  dan militer. Dus, pemerintah Asmenggunakan baik kekuatan diplomatik maupun kekuatan militernya pada bulan September 1996 untuk membendung rencana PBB “food for oil”  untuk Irak yang merupakan inisiatif Perancis. Dibawah rencana itu, Irak diijinkan menjual sampai $2 Milayar  dari minyaknya setiap 6 bulan dalam rangka untuk membeli makanan dan obat-obatan. Banque Nationale de Paris yang akan menangani rekeningnya dimana hasil penjualan minyak Irak didepositokan. Washinton telah memblokade persetujuan rencana ini dengan Dewan Keamanan PBB selama lebih dari satu tahun. Pada bulan Mei rencana ini terpaksa disetujui. Namun, hanya menjelang rencana ini dilaksanakan, Washinton menggunakan peningkatan intervensi Bagdad dalam konflik rivalitas partai-partai borjuis Kurdi di Irak utara untuk memproklamirkan bahwa Bagdad melanggar traktat antara Kuwait dan Saudi Arabia. Clinton memerintahkan serangkaian serangan Amerika dengan sasaran Irak Utara dan secara sepihak menyatakan bahwa rencana “food for oil” PBB ditunda.&lt;br /&gt;Pada bulan Desember 1996, pemerintah AS membiarkan  rencana  PBB tersebut dilaksanakan, tetapi dengan satu perubahan yang tidak signifikan --sekarang hasil penjualan minyak Irak tidak  alan lagi didepositokan di sebuah bank di Paris, tetapi gantinya akan didepositokan di sebuah bank di New York !&lt;br /&gt;Selama perang dingin, para kapitalis AS menggunakan kekuasaan negara mereka, khususnya aparatus militer mereka yang massif, untuk membela kepentingan pemilik modal imperialis melawan ancaman pengelolaan secara kolektif oleh kekuatan  negara non-imperialis, khususnya negar buruh. Dengan  kurangnay secara besar ancaman tersebut, para kapitalis AS telah mulai menggunakan kekuasaan militer yang maha besar itu untuk meningkatkan kepentingan ekonomi mereka sendiri melawan saingan imperialis lainnya.&lt;br /&gt;“Tata Dunia Baru” muncul setelah kolapsnya blok Sovyet sehingga akan mendorong untuk semakin menampakkan kekuasaan imperialisme pada jaman Lenin, walaupun dengan beberapa modifikasi yang penting. Yang utama adalah  kepemilikan senjata nuklir oleh kekuatan-kekuatan imperialis utama atau, dalam kasus Jerman dan Jepang, basis tehnologi  untuk secara cepat mereka  menguntungkan  mereka, membuat perang global antar-imperialis  sangat tak mungkin. Tidak begitu, tentu, tidak termasuk perang antar-imperialis yang dilokalisir yang dilawan oleh penguasa-penguasa non-imperialis.&lt;br /&gt;Mereka yang beranggapan bahwa korporasi-korporasi transnasional telah menjadi  kekuasaan kolosal lintas kekuasaan negara-bangsa borjuis, atau bahwa mereka telah menjadi t pertanyaan yang tak berbeda  mengenai kekuasaan negara, membuat dua kesalahan yang fundamental.&lt;br /&gt;Pertama, mereka gagal untuk memahami bahwa persaingan antar korporasi-korporasi transnasional meningkat  meningkatkan pula kebutuhan korporasi-korporasi tersebut akan adanya kekuasaan negara yang tangguh untuk mempertahankan kepentingan mereka dari pesaingya. Dalam konteks ini, segala perusahaan “satu bangsa” akan menjadi semakin terancam oleh korporasi-korporasi yang memiliki dukungan aparatus negara nasional yang tangguh.&lt;br /&gt;Kedua, kegagalan dalam membedakan antara negara borjuis semi-kolonial yang lemah dan negara-bangsa imperialis. Kekuasaan ekonomi yang kolosal yang dimliki oleh korporasi-korporasi transnasional terhadap negara borjuis semi-kolonial secara fakta berakar pada dukungan yang mereka terima kekuasaan negara imperialis atas basis “induk” mereka dalam area yang krusial semacam itu sebagai reset  dan pengembangan yang disubsidi negara, infrastruktur ekonomi, subsidi ekspor, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Organisasi-organisasi Internasional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah  kedaulatan resmi pemerintah meningkat terhadap organisasi-organisasi internasional yang bertindak demi kepentingan korporasi-korporasi transnasional seperti IMF, Bank Dunia dan Organisasi Perdagangan Dunia ? Lagi-lagi kita perlu membedakan antara negara-negara semi-kolonial dan negara-bangsa  imperialis. Pemerintah negara-negara imperialis tidak lain adalah merupakan sebuah komite eksekutif untuk memanage kepentingan bersama para kapitalis nasional mereka, fraksi dominan yang mana terorganisir dalam korporasi-korporasi transnasional. Dan adalah pemerintah negara-negara imperialis yang mengontrol IMF, Bank Dunia dan WTO, selayaknya mereka mereka mengontrol Dewan Keamanan PBB&gt; Di dalam IMF, misalnya, suara berdasarkan saham sumber keuangan yang dikontribusikan. Pada tahun 1990, ke 23 negara-negara imperialis memiliki 62,7% suara sebagai tandingan 35,2% suara yang dimiliki 123 anggota lainnya. Lima Dewan Eksekutif permanen IMF adalah dicalonkan oleh lima besar pemilik saham --AS, Inggris, Perancis, Jerman dan Jepang.&lt;br /&gt;Fungsi pokok IMF, Bank Dunia dan WTO adalah untuk menyetir  negara-negara yang ada dalam hal kebijakan ekonomi yang disetuji diantara mayoritas negara-negara imperialis. Kebijakan tersebut diputuskan dalam  pertemuan  tahunan pemerintah 7 negara imperialis utama  --G7. Dalam  pertemuan tahun 1976 mereka, misalnya, pemimpin-pemimpin negara G7 menyetujui rencana reorganisasi ekonomi negara-negara  Dunia Ketiga melalui : pembukaan pasar dunia (dalam hal ini, untuk mengimpor dari negara-negara imperialis), memprioritaskan impor daripada pasar dalam negeri, privatisasi BUMN-BUMN serta pemfungsian dan pembukaan bagi invesatsi asing (dalam hal ini : imperialis), dan pemotongan pos-pos anggaran “tidak produktif” seperti pendidikan dan kesehatan. Pada tahun 1976 ini merupakan kebijakan yang dipaksakan bagi para debitur negara Dunia Ketiga oleh IMF dan Bank Dunia.&lt;br /&gt;Tujuan dari kebijakan ini adalah memutar balik katrol guna mendapatkan  konsesi politik dan ekonomi dari negara-negara imperialis dan korporasi-korporasi transnasional yang mana dekolonisasi dan kemerdekaan politik fornal yang diberikan kepada borjuasi di negara-negara tersebut. Dus, penerapan beberapa resep pro-export bagi semua debitur nagara-negara Dunia Ketiga berarti adalah intensifikasi persaingan diantara mereka, dengan efek yang menghancurkan harga komoditi ekspor mereka, yang terdiri dari sebagian besar bahan mentah. Menjelang tahun 1989, harga rata-rata produk-produk ini, diluar minyak, adalah dibawah 33% harganya di tahun 1980.&lt;br /&gt;Penaklukan lagi pasar dalam negeri negara-negara semi-kolonial adalah juga merupakan tujuan mendasar dibalik tekanan kekuatan negara-negara imperialis terhadap  asosiasi-asosiasi “pasar bebas”  seperti NAFTA dan APEC. Penghapusan tarif impor oleh seluruh anggota asosiasi-asosiasi ini menghapus satu-satunya bentuk proteksi yang tersisa oleh negara-negara semi-kolonial terhadap penetrasi pasar dalam negeri mereka oleh kekuatan-kekuatan imperialis. Tetapi negara-negar a imperialis  dapat membatasi penetrasi terhadap pasar dalam negeri mereka terhadap ekspor dari negara-negara semi-kolonial melalui menerapkan serangkaian hambatan-hambatan non-tarif yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mobilitas Global Modal-uang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Barangkali argumen utama dalam mendukung thesis globalisasi adalah banyaknya berbagai modal uang yang dimasukkan dalam transaksi stok internasional, bon dan mata uang. Tehnologi komunikasi elektonik berarti bahwa begitubesar jumlah modal uang dapat ditransfer ke seluruh dunia dengan sekejap. Pergeseran terkominasi pada sebagian besar pasara modal dalam satru hari adalah equivalen dengan pergeseran dalam perdagangan internasional dalam satu tahun. Kesamaannya adalah kebenaran transaaksi dalam pasar uang utama. Tetapi fakta yang berlainan ini mengindikasikan bahwa lebih dari 90% dari transaksi-transaksi ini berbasis pada gerakan “mengambang” uang kertas, yakni, secara esensial bersifat spekualtif. Persamaan tersebut benar untuk jumlah modal uang yang besar yang diinvesatsikan di pasar saham dunia.&lt;br /&gt;Semenjak “crash” pasar modal pada Oktober 1987, jumlah uang kertas yang diinvestasikan di saham-saham perusahaan telah meningkat lebih dari 25% di Itali dan Kanada, lebih dari 50% di AS, Jerman, dan Inggris serta lebih dari 100% di Perancis. Ini telah menghasilkan peningkatan yang tak terprediksikan dalam harga saham. Tentu, semakin tinggi harga suatu saham perusahaan, semakin rendah nilai relatif dividennya --pembagian keuantungan dari produksi yang didistribusikan kepada setiap pemegang saham. Menjelang Desmber 1996, rasio harga saham AS terhadap dividen telah mencapai level tertingginya semenjak rekord yang bertahan mulai tahun 1871.&lt;br /&gt;Dalam realitasnya, sedikit investor akhir-akhir ini yang membeli saham dengan tujuan mendapat bagian keuntungan sebuah perusahaan yang digenerasikan melalui produksi dan penjualan komiditinya. Poin dari jual beli di pasar modal adalah  spekulasi, menjual dan membeli saham di perusahaan-perusahaan --sembarangan perusahaan-- dengan harapan menghasilkan keuntungan yang cepat dengan memprediksikan bilamana orang-orang lainnya akan membeli dan menjual nya besuk, atau dalam lima menit mendatang.&lt;br /&gt;Kiriman besar-besaran dari uang kertas yang “mengambang” ini berisi apa yang disebut Marx sebagai modal “fiktif” atau “imajiner”. Bon pemerintah, contohnya, mewakili tiotel legal atas sebuah bagian dari pendapatan pemerintah di kemudian hari, misalnya, dari sektor perpajakan. Modal-uang yang digunakan untuk membelinya telah dibelanjakan oleh negara , misalnya, ia telah menjadi peinjamana bagi pemegang bon tersebut. Tetapi karena pemegang bon menerima bungan dari pinjaman ini, dan dapat menjualnya sebagai komoditi, ini berlaku sebagai modal. Sebagaimana yang digarisbawahi Marx dalam Bab 30 pada Volume 3 Das Kapital, “[t]hese promissorry notes which were issued for a capital originally borrowed but long since spent, these paper duplicates of annihiliated capital, function for their owner as capital in so far as they are saleable commodities and can therefore be transformed into capital” (K. Marx, Capital, Penguin, London, 1991 edn, Vol.3,p.608).&lt;br /&gt;Saham dalam perusahaan-perusahaan  bermodal gabungan adalah titel kepemilikan modal riil. Tetapi sebagaimana yang digarisbawahi oleh Marx, “they give no control over this capital”  karena  “capital cannot be withdrawn” karena ini terikat dalam bangunan, mesin, bahan mentah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Tetapi [demikian Marx menambahkan] titel ini nampak menjadi duplikat modal riil, seolah-olah sebuah bill of lading (sebuah perintah pengambilan kargo --DL) yang secara simultan mencerminkan sebuah nilai dari kargotersebut. Mereka menjadi nominal yang mewakili modal tak-eksis. Bagi modal yang secara aktual eksis sama halnya, dan tidak ada perpindahan tangan jika duplikat ini dijual-belikan. Ini menjadi bentuk modal tanpa-bunga karena tidak hanya membuahkan suatu pendapatan tertentu tetapi nilai modal yang diinvestasikan didalamnya dapat dibayar ulang dengan penjualannya. Sejauh akumulasi dari skuritas ini mencerminkan sebuah ekspansi rel-rel kereta api, pertambangan, kapal uap, dll., I amencerminkan sebuah ekspansi sebuah proses produksi yang aktual...Tetapi sebagai sebuah duplikat yang mana oleh mereka sendiri dapat dipertukarkan selayaknya komoditi, dan , dan sementara itu sirkulasi sebagai nilai modal, mereka impikan, dan nilai mereka dapat naik dan turun secara cukup independen terhadap gerakan nilai modal aktual terhadap apa yang mereka titelkan...&lt;br /&gt;Laba dan rugi yang meruapakan hasil fluktuasi dalam harga dari kepemilikan titel ini ..adalah alamiah dalam kasus tersebut semakin banyak hasil dari galbling..[ibid.,pp.608-09]&lt;br /&gt;Begitu bermacamnya gunung-gunung modal ilusi tersebut yang telah terjadi adalah terhalang oleh sebuah grafik. Menurut Financial Times  terbitan London pada tanggal 21 Maret 1994, nilai nasional kontrak masa depan (yakni, perlindungan kontrakan terhadap dan mengantisipasi gerakan masa depan harga-harga komoditi pertanian, indikasi pasar modal, jumlah tingkat bungan dan tingkat pertukaran mata uang) yang diperdagangkan di seluruh perdagangan dunia telah mencapai jumlah US$14 Trilyun setiap tahun. Tentu, soekulator yang sama akan menggunakan dengan baik tingkat yang sama dalam beberapa operasi yang sama suksesnya, sehingga laporan yang aktual mengenai perdangan di masa yang akan datang mungkin seperlima atau sepersepuluh jumlah ini. Tetapi sekalipun itu adalah sebuah grafik yang mengagetkan jika dibandingkan dengan jumlah total modal riil, tidak termasuk real estate, ini secara adalah kepemilikan-pribadi di seluruh dunia yang dihitung oleh Bank Chase Manhattan  sebanyak US$10 Trilyun pada tahun 1993.&lt;br /&gt;Pertumbuhan yang mengerikan  jumlah uang kertas “mengambang” telah dipicu oleh berbagai macam ekspansi hutang oleh negara, korporasi dan rumahtangga yang melalui oleh kredit bank yang sejak permulaan  gelombang depresi panjang pada awal 1970an. Sebab mendasar sistem spekulatif yang membengkak ini adalah berbagai macam ekses kapasitas produktif (yakni, overproduksi aktual dan potensial dari komoditi-komoditi) yang membelenggu sebagian besar industri di seluruh dunia. Modal baru tetap saja terbentuk oleh profit yang dihasilkan setiap tahun yang tidak lama kemudian menemukan kesempatan investasi yang cukup aman setidak-tidaknya pada keuntungan rata-rata, yang mana itu sendiri tetap terdepresi dibandingkan level ia sendiri selama permulaan “gelombang panjang ekspansi” dari akhir 1940-an sampai akhir 1960-an. Fakta bahwa modal ini tidak terinvestasi secara produktif lagi menghasiulkan gelombang depresi panjang (khususnya berkurangnya lahan kerja), yang mana berubah menjadi over-akumulasi modal, transformasi yang terus tumbuh dari modal ini menjadi kertas tanpa bunga dan, oleh karenanya, spekulasi dalam kertas ini. Aktivitas yang spekulatif tidk hanya dilakukan oleh para “spekulator”  profesional. Ia semakin didominasi oleh  sebagian besar bank-bank swasta  dan korporasi-korporasi transnasional.&lt;br /&gt;Tapi berbagai macam massa kepentingan  yang diterima para spekulator adalah diambil dari total nilai lebih yang diproduksi waktu itu. Oleh karenanya, fraksi dari nilai lebih tersebut, modal riil, yang disediakan untuk investasi produksi saat itu semakin menurun. Dus, dunia telah dicuci oleh modal illusi karena pemotongan  modal riil  secara relatif, dan meningkat terus.&lt;br /&gt;Sementara begitu besar jumlah uang kertas “mengambang”  secera konstan menjelajahi  bumi, berpindah dari satu pasar uang ke yang lainnya selama 24 jam penuh, para pemiliknya dimana pasar uang ini berada mempunyai berbagai macam kebijakan. Karena begitu banyak aktivitas spekulatif ini yang ditaruh dalam kredit-uang, pemainnya ekstrim sensitif terhadap peningkatan tingkat suku bunga. Itulah makanya menjadi sensitif terhadap segala perkembangan dalam ekonomi “riil” yang mana para spekulator tersebut mungkin khawatir akankah ini membuat bank sentral di negara-negara imperialis utama, terutama sekali Federal Reserve Board AS, akan menaikkan tingkat bungan bond pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Globalisasi” dan Neo-liberalisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika, sebagaiman telah dijelaskan, argumen dalam mendukung tesis “globalisasi” tidak berdiri di atas skuritas, mengapa konsep ini telah menjadi begitu terkenal? Hirts dan Thompson menawarkan penjelasan berikut:&lt;br /&gt;Retorika politik baru ini adalah didasarkan pada liberalisme anti-politik. Membuat bebas dari [politik, ekonomi global baru membiarkan perushaan-perushaan dan pasar-pasar mengalokasikan faktor-faktor produksinya sampai tingkat tertinggi, dam tanpa distorsi oleh intervensi negara. Perdagangan bebas,  perusahaan-perusahaan transnasional dan pasar modal dunia telah membebaskan bisnis dari kekuasaan politik, dan mampu menyediakan konsumen di dunia ini dengan barang-barang termurah dan produsen-produsen yang paling efisien. Globalisasi merealisasikan yang menjadi ideal kaum liberal mengnai perdagangan bebas pada pertengahan abad ke-19 seperti Cobden dan Bright: ialah, dunia yang telah di-demiliterisasi dimana aktivitas bisnis adalah yang primer dan kekuasaan politik tidak punya peran lain selain perlindungan sistem perdagangan bebas dunia.&lt;br /&gt;Bagi kaum kanan di negara-negara industri maju rethorika mengenai globalisasi adalah merupakan sebuah takdir. Ia memberikan kesempatan untuk melanjutkan dibawah kondisi yang meningkat setalah kegagalan yang bersifat menghancurkan dalam hal eksperimen kebijakan moneter dan individualisme yang radikal pada tahun 1980-an. Hak-hak buruh dan kesejahteraan sosial dari praktek semacam itu di erah manajemen ekonomi nasional akan menyebabkan masyarakat Barat menjadi tidak kompetitif dalam hal hubungannya dengan masyarakat negara-negara yang bari saja mengalami proses industrialisasi di Asia dan pasti secara dramatis terkurangi.&lt;br /&gt;Ia, retorikan mengenai “globalisasi” diperlukan untuk memberikan legitimasi ideologis bagiusaha meneruskan kebijakan-kebijakan ekonomi eno-liberal setelah mereka gagal memenuhi janji-janji alami mereka mengenai pertumbuhan ekonomi yang dipertahankan dan peningkatan standar hidup. Ini tentu saja tidak kebetulan bahwa retorika “globalisasi” menjadi  ngetrend dsiantara para komentator ekonomi, sosial dan politik borjuis yang dimuali semenjak resesi kapitalis interna sional pada tahun 1990-1993.&lt;br /&gt;Setelah resesi tahun 1980-1982, ada peningkatan dalam semua negara-negera ekonomi kapityalis maju. Resep neo-liberal nampak sudah jalan. Penerimaan oleh publik terhadap resep ini adalah yang paling luas karena crash pasar modal pada tahun 1987 tidak segera menghasilkan resesi harapan-harapan setiap orang. Perekonomian negara-negara kapitalis maju terus tumbuh dan penganggurang menurun di mana-mana.&lt;br /&gt;Tetapi lalu pada resesi 1990-1993. Penganggurang meningkat tajam, mencapai tingkat rata-rata resmi 8% di seluruh negara-negara imperialis. Perbaikan  lagi mulai denga dinamisme besar-nesaran pada tahuh 1994, tetapi dalam 18 bulan ia menguap. Pada periode tersebut semenjak akhir dari resesi, pengangguran di seluruh negara-negara imperialis hanya menurun menjadi 7.8% menurut laporan resmi.&lt;br /&gt;Argumen lama kebijakan ekonomi neo-liberal telah kehingan kredibilitasnya. Gantinya, argumen baru yang sedang dicari-cari untuk meligitimasi kebijakan ini: jika kita, kamu buruh di negara-negara industri maju, tidak menerima potongan lebih besar lagi dari gaji kita, kondisi kerja, hak-hak kesejahteraan  sosial,dan pembayaran lebih banyak lagi bagi tunjangan kesehatan individu, tunjangan pendidikan dan tunjangan pensiun, maka negara “kita” akan menjadi tidak kompetitif di mata “kekuatan-kekuatan yang secara bergerak global” yang dimiliki bisnis-bisnis besar sekarang ini, dimana lalu akan memindahkan investasi  ke negara-negara yang upah buruhnya lebih murah diantara “negara-negara industrial baru” (NICs).&lt;br /&gt;Pada tahun 1980-an, kemandegan ekonomi neo-liberal dijustifikasi dengan klaim bahwa pengorbanan kecil saat ini akan menghasilkan lapangan kerja baru dan kesejahteraan di masa depan. Pada tahun 1990an, di saat sangat jelas sekali bahwa tingkat pengangguran yang tinggi tersebut merupakan sebuah masa depan kehidupan yang permanen di dalam ekonomi “pasar bebas”, kita didongengi bahwa jika kita tidak meneruskan menerima  gaji kita dipotong dan kemandegan ekonomi,kit aakan jauh lebih buruk di masa depan. Di dalam pasar global yang semakin kompetitif, siapa yang tidak bekerja lebih “keras” dan menerima pendapatan mereka berkurang akan mendapati diri mereka tidak punya pekerjaan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Neo-liberalisme dan Kemandegan Ekonomi Kapitalis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, kaum kapitalis si penguasa negara-negara imperialis tidak punya komitmen untuk mengimplementasikan kebijaa-kebijakan ekonomi neo-liberal karena mereke telah terangsang oleh mitos “globalisasi”. Kebijakan ini  klop dengan prioritas perjuangan klas dari kelas penguasa.&lt;br /&gt;Selama masa-masa gelombang ekspansi panjang dari akhir 1940-an, dibawah kondisi akumulasi modal yang cepat, dan ada kemunduran mendasar dalam hubungan internasional kekuatan-kekuatan pada biaya-biaya penguasa imperialis (yakni, peningkatan kekuasaan kapitalis di Eropa Timur dan Cina, munculnya perjuangan anti-kolonial, tumbuhnya sentimen pro-komunis di antara pekerja di Eropa Barat dan Jepang), prioritas dari kelas kapitalis di negara-negara imperialis adalah membeli perdamaian sosial di negaranya dan mendukung kebijakan luar negeri imperialis melalui reformasi sosial, diantaanya adalah penyediaan lapangan kerja yang relatif penuh dan kebijaan-kebijakan  pengamanan sosial memainkan peran kunci.&lt;br /&gt;Ekspansi ekonomi sendiri menciptakan kondisi material dimana , sedikit-banyak, sistem  mampu menyediakan barang-barang. Dalam framework pertumbuhan ekonomi  jangka panjang di atas rata-rata (bagi kapitalisme monopoli), kebijakan Keynesian mengenai jaminan  full employment selama siklus menurun melalui merangsang ekonomi melalui peningkatan daya beli massa, walaupun ia sedikit inflasi, tidak akan mengancam laba kapitalis. Kelas kapitalis yang paling ideologis berkesadaran kelas cukup terbuka untuk hal ini. Dus, Pennant Rhea, mantan editor mingguan bisnis Ingris The Economist, menyatakan bahwa sistem kesejahteraan paska-perang  merupakan “impor dari Marxisme” yang dipaksakan terhadap orang-orang kaya melalui perang dingin.&lt;br /&gt;Menjelang akhir 1970an, ternyata,  menjadi jelas bagi penguasa imperialis bahwa gelombang panjang ekspansif telah memberi jalan bagi gelombang panjang depresif, dan itu tidak lama lagi memungkinkan untuk menjamin full employment, untuk menjaga keamanan sosial dan menjamin  adanya keuntungan jika peningkatan yang lambat dalam  income riil bagi pembayar upah tanpa mengancam keuntungan kapitalis. Pada poin tersebut dorongan untuk merestorasi  tingkat keuntungan melalui  peningkatan tingkat penghosapan terhadap kela spekerja menjadi prioritas utama penguasa imperialis.&lt;br /&gt;“Anti-Keneysian kontra-revolusi”  neo-liberal dalam  bidang ilmu ekonomi dan sosial borjuis bukan apa-apa kecuali hanyalah  sebuah ekspresi ideologis atas prioritas yang berubah ini. Tanpa adanya restorasi jangka panjang dari pengangguran struktural yang kronis ( yakni pengangguran permanen bagi buruh dan tenaga kerja underemployed untuk memaksakan “disiplin” bagi buruh yang masih punya pekerjaan), tanpa restorasi terhadap “ rasa pertanggungjawaban individual dan terhadap keluarga” atas kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan (yakni  tanpa beberapa potingan bagi keamanan sosial dan komponen-komponen lain porsi upah yang disosialkan), dan tanpa kemandegan ekonomi yang di-gerenalkan (yakni, penurunan penadapatan riil bagi kelas penerima upah), tak mungkin bisa ada restorasi atas tingkat laba didalam lahan investasi yang produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemunculan Lagi Perlawanan Kelas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 1980-an dan awal 1990-an, penguasa imperialis didapati telah membuat kesepakatan  yang  terang dalam hal melemahkan perlawanan kelas pekerja d3engan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan  tersebut. Tetapi  kejadian-kejadians ejak tahun 1995 telah mengindikasikan kelas kapitalis telah benar-benar sukses dalam hal menghancurkan kemampuan kelas pekerja untuk memperoleh lagi  kepercayaan  diri, daya pukul dan organisasinya yang diperlukan untuk menyusun pertempuran yang defensif melawan dorongan kemandengan kelas penguasa.&lt;br /&gt;Dimulai dengan pemogokan buruh transportasi umum dan pos di Perancis pada Desember 1995, telah ada kemunculan  lagi  daya tempur kelas pekerja  di serangkaian negara-negara industrial dan semi-industrial.&lt;br /&gt;Gelombang pemogokan Desember di Perancis tahun 1995 dipimpin oleh buruh kereta api dan digerakkan sebagai respon terhadap usaha pemerintah memotong tunjangan sosial atas buruh kereta api. Tetapi, pukulan pemerintah secara meluas dipahami secara secara mendasar telah mengarahkan semua buruh Perancis dan bahkan kelas menengah strata bawah. Pemogokan tersebut didukung oleh  relli dan demonstrasi secara mingguan yang membawa kemacetan  aktivitas ekonomi secara nyata di seluruh kota-kota penting di Perancis. Meningkat sampai dua juta orang yang berpartisipasi pada aksi protes tersebut pada setiap akhir minggu di kota-kota kecil dan besar seluruh negara selama 24 hari golombang pemogokan.&lt;br /&gt;Lalu pada tanggal 16 Oktober, dilaporkan 1,6 juta buruh sektor publik Perancis melakukan pemogokan sehari, bersamaan dengan buruh transportasi dan layanan publik lain, dalam protes menentang  proposal, yang sedang didebatkan didalam parlemen Perancis saat itu,   untuk menghapusakan tunjangan bagi buruh sektor publikdan pemotongan sebanyak 5.500 lapangan kerja di sektor publik menjelang akhir tahun tersebut dalam rangkat mencapai target anggaran untuk menciptakan sebuah mata uang tunggal Eropa pada bulan Januari 1999. Empat hari kemudian, 300.000 orang reli di seluruh Brusel dalam rangka protes terhadap perlindungan secara diam-diam oleh politisi Belgia terhadap lingkaran pornografi anak-anak yang menculik dan membunuh anak-anak. Seminggu kemudian Federasi Umum Pekerja Berlgia yang dibawah pimpinan kaum sosial-demokrat mengorganisir pemogokan selama 24 jam untuk menuntut pengenalan minggu kerja yang lebih pendek tanpa potongan upah untuk memerangi peningkatan  pengangguran.&lt;br /&gt;Pada tanggal 24 Oktober, 400.000 buruh baja, buruh galangan kapal dan buruh-buruh industri manufaktur lain di Jerman mogok melawan pemotongan gaji saat sakit. Aksi ini hanyalah yang terbesar diantara protyes-protes serupa di Jerman. Satu hari kemudian, para buruh memukul telak terbesar di Kanada, Toronto, dalam pemogokan umum seluruh kota untuk  pemotongan anggaran negara atas tunjangan kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan oleh pemerintah daerah Ontario. Pemogokan tersebut diikuti dengan dengan relli dan pawai oleh 300.000 demonstran pada tanggal 26 Oktober. Pemogokan umum Toronto hanyalah yang terbaru diantara pemogokan lima kota di propinsi Ontario.&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 November, tig ajuta buruh berpartisipasi dalam pemogokan umum di Yunani untuk memprotes pengumuman pemerintah partai  sosdem PASOK yang baru saja terpilih  yang menyatakan  akan menyapu ukuran-ukuran kemandegan ekonomi. Pada hari yang sama ribuan petani Yunani memasak blokade-blokade jalan yang memotong negara tersebut menjadi dua bagian. Para petani tersebut menuntut  peningkatan harga produk mereka untuk menjamin  pendapatan mereka, bahan bakar yang lebih murah, penundaan pembayaran hutang sebesar US$1,3 juta terhadap  bank-bank dan menuntut pajak yang lebih murah untuk mesin-mesin pertanian.&lt;br /&gt;Pada tanggal 13 Desember, tujuh juta buruh mengadakan pemogokan selama 24 jam di seluruh kota-kota utama di Italia dalam rangka memprotes ukuran-ukuran kemandegan oleh  pemerintahan partai coalisi Pohon Jaitun pimpinan Romano Prodi yang baru saja terpilih, komponen utamanya adalah  Partai Demokrat Kiri yang sosdem, sebelumnya disebut Partai Komunis.&lt;br /&gt;Ini semua, dan seperti aksi-aksi oleh para buruh di Argentina, Rusia dan, sekarang, Korea Selatan adalah gejala permulaan sebuah respon kaum buruh terhadap peningkatan serangan modal terhadap standar hidup kelas kita, khususnya eskalasi serangan kaum kapitalis terhadap tunjangan-tunjangan  keamanan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dari Pertempuran Defensif ke arah Pertempuran Ofensif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Namun, barangkali yang paling penting dinatara kasi-aksi buruh tersebut adalah pemogokan oleh 50.000 sopir truk Perancis yang dimulai pada tanggal 17 November dan berakhir pada 12 hari kemudian. Pemogokan ini secara paling sighnifikan karena ia bukan merupakan sebuah pertempuran defensif yang sukses, seperti halnya pemogokan Desember 1995, tetapi merupakan sebuah pertempuran offensif yang sukses. Para sopir truk tersebut memenangkan tuntutan utama mereka --pemotongan jam kerja tanpa pemotongan gaji dan pemendekan umur pensiun dari 60 sampai 55 setelah 25 tahun bekerja. Keputusan akhir juga menyertakan janji pemerintah  akan adanya tunjangan gaji rutin selama 5 hari sebagai ekstra.&lt;br /&gt;Kunci kemenangan para sopir truk tersebut adalah solidaritas massa yang mereka terima dari buruh Perancis yang lain. Seperti yang dilaporkan oleh majalah Time  edisi London: “Menurun polling pendapat, 87% dari para soir yang diwawancarai sejutu dengan tuntutan para sopir mengenai peningkatan upah, pemotongan jam kerja dan masa pensiun 55 tahun sebagai hal yang dianggap fair”. Harian London juga  melaporkan bahwa selain  jalan-jalan yang diblokade, pom bensin kosong dan kerumunan massa yang tidak seperti biasanya, para pemonton yang simpati secara aktif memberikan dukungan kepada para pemogok. Ini, termasuk pula para pemilik restoran dan para pemilik usaha kecil yang para pomogok yang memblokade jalan dengan makanan, kopi  dan uang.&lt;br /&gt;New York Times edisi 30 November meranggup alasan mengenai kemenangan atas dukungan masyarakat:&lt;br /&gt;Walaupun pemerintah bukan pihak yang langsung dalam perselisihan tersebut, pemerintah telah dilemahkan olehnya. Simpati masyarakat yang meluas terhadap para sopir truk mencerminkan peningkatan melemahnya negara dalam hal ekonomi dan  semakin mendalamnya ketidakpuassan terhadap pemerintahan konservatif Presiden Jacques Chirak yang berumur 17 bulan itu.&lt;br /&gt;Persetujuan itu juga hembusan lain terhadap kebijakan pemerintah dalam hal memegang jalur keuntungan kaum buruh dan perubahan dalam hal aturan kerja...&lt;br /&gt;Dalam sinyal yang lebih jauh mengenai kelemagan tersebut, Perdana Menteri Alain Juppe berusaha tidak mengancam untuk menggunakan paksaan guna membersihkan berikade-berikad, nampaknya ketakutan akan memprovokasi pemogokan yang lebih luas lagi.&lt;br /&gt;Hal yang secara khusus mengganggu penguasa kapitalis adalah apa yang dimulai di Perancis pada penghujung tahun 1995 sebagai pertarungan yang bagus perjuangan defensif terhadap pengrusakan yang intensif oleh kapitalis global terhadap standar kehidupan massa --satu-satunya hal yang benar-benar mengglobal di bumi dewasa ini-- telah memimpin ke arah perjuangan yang sukses dengan kharakter yang secara terang offensif. Para sopir truk Perancis berjuang mendemonstrasikan bahwa serangan sosial dan ideologis kaum borjuasi kehilangan kredibilitasnya dan kaum buruh memperoleh kemabali kepercayaan diri mereka  untuk membangkitkan pertempuran defensif yang sukses, mereka akan segera memperbaiki kepercayaan diri untuk meningkatkan  kontra-offensif yang pasti datang.&lt;br /&gt;Pelajarang utama dari pemogokan para sopir truk Perancis tersebut adalah bahwa aksi massa yang militan dan solidaritas perjuangan kelas, kelas kita tidak dapat sekedar memblokade serangan kapitalis atas standar kehidupan kita tetapi memaksa mereka agar mundur. Pada permulaan abad ke-21 ini, hal itu merupakan konsep globalisasi yang benar-benar mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Doug Lorimer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Anggota National Executive Democratic Socialist Party [sekarang Democratic Socialist Perspective (DSP)], Australia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-114858375543131372?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/114858375543131372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=114858375543131372&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114858375543131372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114858375543131372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/05/globalisasi-neo-liberalisme-dan.html' title='‘GLOBALISASI’, NEO-LIBERALISME  DAN DORONGAN-DORONGAN KEMUNDURAN EKONOMI KAPITALIS'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-114858087405847989</id><published>2006-05-26T01:07:00.000+07:00</published><updated>2006-05-26T01:14:34.073+07:00</updated><title type='text'>KUCING, SITI, JOKO dan KAMTO</title><content type='html'>KUCING, SITI, JOKO dan KAMTO&lt;br /&gt;(TOTO RAHARJO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap hari, dari pagi sampai sore hujan tak kunjung reda-memang sedang musimnya.  Tapi banyak orang mengatakan salah musim (salah mangsa), pertanda bahwa metabolisme kehidupan ini sedang amburadul.  Di rumah masing-masing: Siti, Joko dan Kamto masing-masing menemukan seekor kucing yang tengah berteduh di teras rumah dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.  Melihat keadaaan kucing yang kelihatan memelas itu – Siti, Joko dan Kamto tergerak hatinya untuk menolong kucing tersebut dengan mempersilahkan kucing itu masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;          Apa yang dilakukan Siti, Joko dan Kamto terhadap kucing tersebut?&lt;br /&gt;          Siti, ternyata tidak hanya sekadar menolong kucing dari kedinginan, dia juga tergerak hatinya untuk memelihara sekaligus mendidiknya.  Karena Siti tidak mau maksud baiknya terhadap si Kucing itu kelak di kemudian hari justru malah merugikan, contohnya: Siti tidak mau kucing itu kencing dan berak di sembarang tempat, dia juga tidak suka kalau si kucing itu kelak makan apa saja sesuka hati dirumahnya – Siti juga paling benci dengan bau-bau badan disebabkan tidak pernah mandi.  Yang jelas Siti itu tipe orang yang sangat perfek, orang yang telah terbiasa tertib teratur dan orang yang selalu menjaga martabat, harga diri dan sopan santun.  Atas dasar latar belakang itu Siti mulai mendidik kucing dirumahnya.  Pertama-tama yang dia lakukan yakni memberi nama si kucing itu, dia paling tidak suka dengan hal-hal yang berbau anonim, segala sesuatu yang dia temui, pertama-tama yang ia cari, yang ia lihat adalah merk, label, cap dan sejenisnya.  Hari itu Siti sibuk membuka kamus, catatan, bahkan ia ingat nama-nama dari novel yang pernah ia baca, maka si kucing mendapat hadiah nama yaitu Ketti.  Hari itu Siti menyusun dan memberlakukan jadwal latihan dan kegiatan untuk si Ketti.  Ketti dilatih untuk kencing dan berak di tempat yang telah disediakan.  Perlahan-lahan Ketti diajarkan tata tertib, Ketti juga diberi pelajaran tentang hak dan kewajiban – misalnya Ketti tidak boleh makan kecuali makanan yang telah disediakan.  Di bidang sopan santun, Ketti sama sekali tidak diperkenankan lari-lari di dalam rumah, apalagi lompat lewat jendela. Proses latihan dengan aturan yang ketat dan diberlakukannya sangsi yang berat apabila melanggarnya, walhasil si Ketti jadilah kucing yang berbudaya, patuh sopan dan penurut tidak sebagaimana kucing-kucing lainnya.&lt;br /&gt;          Joko tidak sebaik dan serinci Siti dalam melatih kucingnya.  Joko punya keyakinan bahwa kucingpun kalau dididik akan bisa berguna untuk kepentingan dirinya.  Joko mendorong motivasi kucingnya agar rajin menjaga rumahnya dari tikus-tikus.  Si kucing akan mendapat hadiah dari Joko apabila dia telah berhasil menangkap tikus.  Bila si kucing tidak melakukan tugasnya jangan berharap akan mendapat hadiah, apabila berani mengambil makanan di meja makan tanpa seijin Joko – si kucing akan mendapat ganjaran setimpal dari Joko; berupa cambukan sampai si kucing merengek-rengek minta ampun.&lt;br /&gt;          Lain Joko, lain Siti.  Kamto berpikir tentang si kucing justru sebaliknya, sebaiknya kucing dibiarkan saja sebagaimana kucing seutuhnya – maka dilepaslah kucing itu dari rumahnya.  Setelah hujan reda, dipersilahkan kucing itu pergi dari rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapa yang patut diacungi jempol dalam mendidik si kucing (Siti, Joko atau Kamto) ?&lt;br /&gt;Apa kaitan dengan realitas penyelenggaraan pendidikan di kampus ini ?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari: PENDIDIKAN POPULAR Membangun Kesadaran Kritis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-114858087405847989?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/114858087405847989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=114858087405847989&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114858087405847989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114858087405847989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/05/kucing-siti-joko-dan-kamto.html' title='KUCING, SITI, JOKO dan KAMTO'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-114777592181616544</id><published>2006-05-16T17:32:00.000+07:00</published><updated>2006-05-16T17:38:41.816+07:00</updated><title type='text'>From: "sparpr" </title><content type='html'>From: "sparpr" &lt;&lt;a href="mailto:sparpr@libero.it"&gt;sparpr@libero.it&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;Subject: Setiap saat dalam hidup kita&lt;br /&gt;Date: Sun, 16 Feb 2003 11:43:48 +0100    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat dalam hidup kita, ada sebuah pilihan yang harus diambil:&lt;br /&gt;pilihan untuk hidup atau pilihan melawan kehidupan.&lt;br /&gt;Apakah aku memilih berpikir untuk mengampuni ataukah menuduh seseorang?&lt;br /&gt;Apakah aku memilih mengulurkan tangan ataukah menariknya kembali?&lt;br /&gt;Apakah aku memilih berbagi ataukah menimbun?&lt;br /&gt;Apakah aku memilih menyerah kalah ataukah berpegang teguh?&lt;br /&gt;Apakah aku memilih melukai ataukah menyembuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi emosi hati kita yang lebih dalam pun adalah soal pilihan itu.&lt;br /&gt;Aku dapat memilih memberi kutuk atau berkat, memilih putus asa atau&lt;br /&gt;berpengharapan, memilih sedih atau gembira, memilih marah atau berdamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah carut marutnya kehidupan, kita berharap&lt;br /&gt;"musim semi" akan segera tiba,&lt;br /&gt;semoga hati kita tetap bersemi, untuk membawa percik percik harapan&lt;br /&gt;akan dunia yang lebih baik dan damai kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; /sparpr&lt;br /&gt;"Do not walk in front of me, I may not follow you. Do not walk behind me, I may not lead you. Be on my and be a friend to me."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-114777592181616544?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/114777592181616544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=114777592181616544&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114777592181616544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114777592181616544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/05/from-sparpr.html' title='From: &quot;sparpr&quot; &lt;sparpr@libero.it&gt;'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-114682220351625243</id><published>2006-05-05T16:33:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T19:37:52.323+07:00</updated><title type='text'>James Blunt - You're Beautiful</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6171/2115/1600/james%20blunt.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6171/2115/320/james%20blunt.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;My life is brilliant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My life is brilliant.&lt;br /&gt;My love is pure.&lt;br /&gt;I saw an angel.&lt;br /&gt;Of that I'm sure.&lt;br /&gt;She smiled at me on the subway.&lt;br /&gt;She was with another man.&lt;br /&gt;But I won't lose no sleep on that,&lt;br /&gt;'Cause I've got a plan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're beautiful. You're beautiful.&lt;br /&gt;You're beautiful, it's true.&lt;br /&gt;I saw your face in a crowded place,&lt;br /&gt;And I don't know what to do,&lt;br /&gt;'Cause I'll never be with you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, she caught my eye,&lt;br /&gt;As we walked on by.&lt;br /&gt;She could see from my face that I was,&lt;br /&gt;Flying high, [ - video/radio edited version]&lt;br /&gt;Fucking high, [ - CD version]&lt;br /&gt;And I don't think that I'll see her again,&lt;br /&gt;But we shared a moment that will last till the end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're beautiful. You're beautiful.&lt;br /&gt;You're beautiful, it's true.&lt;br /&gt;I saw your face in a crowded place,&lt;br /&gt;And I don't know what to do,&lt;br /&gt;'Cause I'll never be with you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're beautiful. You're beautiful.&lt;br /&gt;You're beautiful, it's true.&lt;br /&gt;There must be an angel with a smile on her face,&lt;br /&gt;When she thought up that I should be with you.&lt;br /&gt;But it's time to face the truth,&lt;br /&gt;I will never be with you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-114682220351625243?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.titikhitam.com/showthread.php?t=233' title='James Blunt - You&apos;re Beautiful'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/114682220351625243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=114682220351625243&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114682220351625243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114682220351625243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/05/james-blunt-youre-beautiful.html' title='James Blunt - You&apos;re Beautiful'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-114632250298312247</id><published>2006-04-29T21:51:00.000+07:00</published><updated>2006-04-29T21:55:02.996+07:00</updated><title type='text'>CATATAN MALAM HARI</title><content type='html'>(Kamis 17 agustus 2000, pk 23.46...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dunia baru,&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;MERDEKA-lah tujuan kami, kemerdekaan sejati bagi kaum yang selama ratusan juta tahun terus bergerak dan berjuang demi tegaknya keadilan. tanah air cuma bagian dari seluruh jengkal tanah tempat kami berpijak dan air yang bergelombang pasang-surutnya semangat MERDEKA kami. tetesan darah dan peluh kami adalah kelanjutan dari kematian jutaan pikiran dan perbuatan manusia panji-panji penegak revolusi kaum tertindas. hentikan eksploitasi dan penjajahan ini.. kami sudah bulatkan tekad untuk terus bergerak maju tanpa kenal takut dan lelah.sepuluh tahun bahkan satu generasi tak akan mampu hentikan cita-cita SOSIALISME kami hanya dengan senjata ideologi PERANG dan KAPITALISME. kami punya satu TUHAN: KEBENARAN dan KEADILAN, yang membuat kami jujur dan menaruh hormat setinggi-tingginya terhadap HAM dan DEMOKRASI (sosial demokrasi kerakyatan).&lt;br /&gt;saat ini kami masih bagian kecil, bagian terkecil dari dunia. tapi cita-cita kami sudah ada sejak manusia Adam dan Hawa ada. sejak Yesus, Muhammad, Buddha, Mahatma Gandi dan Soekarno berteriak-teriak soal  SOSIALISME di dunia. kami bukan penganut simbolisme agama, bendera, negara. kami adalah manusia biasa yang punya nurani dan kebebasan. bukan idealisme atau omong kosong: cerita otonomi, demokrasi, advokasi ataupun pemberdayaan. itu semua cerita usang manusia pemikir dan pujangga-pujangga dari negeri menara gading. jika kalian tidak sepakat atas jalan kami, itu hanya kerikil-kerikil lepas dari batu egoisme manusia belaka. perjuangan kami bukan tanpa senjata dan moral. sekali lagi kami bukan kaum moralis dan fasis; kami adalah kaum SOSIALIS yang MERDEKA. penjara dan siksaan hanyalah proses evolusi yang harus kami lalui tapi kami tetap yakin pada arah tujuan revolusi kami.&lt;br /&gt;dunia boleh bicara kematian kami tapi kami bukanlah kaum reformis gadungan yang senantiasa bicara hati-hati dan bohong tentang diri mereka sendiri. apalah artinya kata-kata manis, jika kejujuran hanyalah obat pembunuh cita-cita egois belaka. apalah artinya momentum hari kemerdekaan bangsa jika kejujuran cuma jadi pelengkap derita manusia tanpa negara; (kaum proletariat).&lt;br /&gt;kegandrungan kami pada SOSIALISME terlahir dari kejujuran kami yang pahit, penuh dengan penderitaan. balas dendam bukan bahasa kami. itu adalah bahasa kalian untuk menunjukkan bahwa kejujuran kami adalah benar adanya.&lt;br /&gt;sejarah yang membuktikan kami tetap ada selamanya. bacalah sejarah maka kami ada di sana dengan berbagai macam stigma. MERDEKA-lah kaum proletariat, kaum marhaen, kaum sosialis dan kaum tertindas. terus bergerak dan berjuang SAMPAI MENANG!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Bondan Waluyo Djati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-114632250298312247?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/114632250298312247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=114632250298312247&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114632250298312247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114632250298312247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/04/catatan-malam-hari.html' title='CATATAN MALAM HARI'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-25940396.post-114631770868621353</id><published>2006-04-29T20:22:00.000+07:00</published><updated>2006-04-29T20:35:08.696+07:00</updated><title type='text'>cafe perdiem</title><content type='html'>"In generosity and helping others, be like a river. In compassion and grace, be like the sun. In concealing other's faults, be like the night. In anger and fury, be like dead. In modesty and humility, be like the earth. In tolerance, be like the sea. Either appear as you are, or be as you appear."&lt;br /&gt;(Mevlana Rumi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's better to light a candle than to curse the darkness."&lt;br /&gt;(Chinese proverb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;selamat datang&lt;/strong&gt; di selasar &lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;LINTAS-BATAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;..&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;semoga semakin semarak&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;boemi-manusia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; kita bersama&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;ini baru awalan&lt;/strong&gt;..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;selamat menikmati...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;YOUR BODY is the BATTLE of MIND&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;strong&gt;  &lt;em&gt;aldhoramoz&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/25940396-114631770868621353?l=lintasbatas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://reflectioncafe.blogspot.com/2006/03/some-sociologists-and-their-ideas.html' title='cafe perdiem'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lintasbatas.blogspot.com/feeds/114631770868621353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=25940396&amp;postID=114631770868621353&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114631770868621353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/25940396/posts/default/114631770868621353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lintasbatas.blogspot.com/2006/04/cafe-perdiem.html' title='cafe perdiem'/><author><name>damar sasongko</name><uri>https://profiles.google.com/104409103580540133237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-Gg-7BP1n-40/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/HsI7gEqzjok/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
